Thursday, December 15, 2005

Don't Follow The Path

All around your world is fulfilled with so much current. His current, your current and of course your current. You can shift your current a.k.a way of life anytime you want. But, baby just remember not every current fits you or even close to what who you are. Ain't give a damn people try so hard to say that "MY CURRENT IS SO F**ING COOL". Believe me I've been there. Being cool is be where you are should be, you want to be!!

Sunday, December 11, 2005

Sementara...

Sementara warnanya aku rubah putih dulu ya... mulai bosen sama ember he...he...
Jangan sungkan untuk menulis comment!

Friday, December 09, 2005

The Chronicles of Narnia: the Lion, the Witch, the Wardrobe and An A**hole

Setelah sepagian tadi penuh ketegangan di kantor, aku sudah membulatkan tekad untuk HARUS nonton "The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe". Sebetulnya pinginnya sih kemarin, pas premiere, tapi keadaan tak memungkinkan. So, setelah sholat Jum'at pas istirahat aku menyempatkan diri ke Ciwalk. Thanks to sistem ticketing baru yang memungkinkan aku memesan tiket buat entar malem.
Aku beli tiket dua buah, satu lagi pesenannya
pebe, tapi setelah aku beli dia membatalkannya, dasar plinplan jaya! Daripada aku balikin mendingan cari sukarelawan buat nemenin aku. Satu per satu aku telepon, "aku shift dua", yang lain lagi di luar kota, yang satu lagi malah nginterogasi macem2, aneh. Akhirnya aku putuskan mengajak Hadi, officer di kantor yang akrab menjadi korban "kegiatan ekstrakurikuler" aku --apalagi kalo bukan ngisengin orang-- soalnya aku punya janji dulu sama dia.
Pas aku liat wuihh sudah banyak banget orang, tapi dengan tiket di tangan aku sudah gak pake khawatir2an lagi. Ternyata acara nonton ini kemudian berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan, sangat menyebalkan malah. Orang dibelakangku, cewek, pas film baru dimulai aja sudah mencurigakan. Dia ngobrol, cekikikan, heboh sendirian gak karu2an. Aku sampai berpikir --seriously-- dia cacat mental yang diajak saudaranya ke bioskop. Ternyata orang lain pun keganggu sama dia. Awalnya aku marah, beberapa kali aku ssstt sama dia, tapi tampaknya gak mengerti akhirnya aku capek sendiri dan tenggelam dalam kefrustasian.
Kalo aku gambarkan kejadiannya seperti ini:
wuihh hebat-wow-ya...-YEAHHH-oh my god-plok,plok,plok-ya..-cekakak cekikik-waswiswusweswos-keren banget!-horeee!-ya.. lagi-eh lu liat ga bukannya tadi dia ngambil pedang-tuh kan apa yang gua bilang-gila!-yes!-weisss-ckckck-dst-dst...
Dan kejadian ini berlangsung selama dua setengah jam perjalanan film ini! Gosh!
Filmnya sendiri agak dibawah harapanku. Dengan setting dunia imajinasi, aku secara gak sadar membandingkannya dengan Lord of The Rings. Tapi aku sadar dan tak pernah berharap film ini akan menyamainya. Sebenernya secara setting dan special effect Narnia sangatlah tidak mengecewakan. Gambaran musim dinginnya sejenak berhasil membuat aku menggigil. Tapi sayangnya cerita film ini nyaris seperti tanpa plot, datar dan biasa saja. Aku setuju dengan pendapat
Premiere.com yang berpendapat bahwa sang sutradara bukanlah storyteller yang baik. Jangan harap ada adegan tusukan yang diperlihatkan secara jelas di film ini, sepertinya film ini memang ditujukan buat anak-anak. Yah, sudahlah...
Oh, tapi kenapa ya aku gak bisa menghilangkan kesal sama si cewek tadi. Aku akan sangat bersukur bila dia dianugerahi sebuah home theater mewah di rumahnya, hanya, PLEASE! pastikan disekelilingnya terpasang jeruji baja agar dia tak pernah lagi keluar mendekati bioskop umum manapun di dunia ini!Tambahkan segerombolan anjing Doberman sebagai perangkat tambahan!

Thursday, December 08, 2005

Finally Yes, and Long Live Oprah


Yes, yes, yes...Finally... Malem minggu kemarin ceritanya jalan-jalan. Sebelum training ke Jakarta nonton ah. Iya, ke Ciwalk lagi. Pasti ngantri deh, pikirku. Pas sampe di depan bioskop kok ternyata kosong. Rencananya aku mau nonton Zathura, film yang kata orang jelek. Gak peduli ah, aku butuh hiburan, dan film lain gak menarik buatku. Film ini di jadwal maen jam 19:45 sedangkan aku nyampe jam 19:30. Jadi mungkin tiketnya gak laku kali, makanya loket kosong.
Pas nyampe depan si mbak penjaga loket, ternyata oh ternyata didepannya sudah ada komputer, tiketnya udah gak kuno lagi. Oh My God sekarang aja aku masih merinding kegirangan! Kita gak usah ngantri tanpa arti lagi! Kita bisa dateng dan pesen film apa aja jam berapa aja! Kita bisa tahu berapa banyak lagi kursi yang kosong! Yes..Yes..
Mood aku langsung berubah dengan serta merta malam itu. Ditemani sebotol Nu Green Tea *ini bukan iklan* sumpah enak banget. Film ini gak jelek menurut aku. Lumayan lucu malah, cuman gara-gara di promosinya tertulis "From the creator oh Jumanji.." mau gak mau aku langsung ngebandingin sama film Jumanji. Film masa SMA dulu yang aku inget ditonton di Kiara (kini sudah almarhum). Walau efeknya Zathura ini lebih canggih, tetep aja Jumanji masih lebih OK! Tapi beneran kok film ini tidak mengecewakan, cukup menyenangkan malah.

I'm Male, I'm straight and, yes I watch Oprah. Malah aku memesan DVD 20th Anniversary dan sampe 2 minggu lalu. Setelah itu setiap malam sepulang kerja aku menghabiskan waktu menelan keping demi keping DVD itu. Tiap DVD (semuanya ada 6) berisi segmen serius, seperti orang2 yang berkesan di hati Oprah, atau kasus favorite Oprah terus segmen hiburan, seperti surprise, laugh! dan wawancara dengan selebriti. Baru malem minggu kemarin sepulangnya nonton Zathura aku menghabiskan keping terakhir.
DVD ini highly recommended, buat semua gender, buat semua kalangan. Gosh, aku sampai berulang kali menangis nonton begitu banyak fabulous people yang diwawancara Oprah. Yang paling berkesan adalah Jacqui, wanita cantik yang berubah menjadi seperti monster karena kecelakaan lalulintas tapi tetap berhati emas. Banyak banget hal lain yang Oprah lakukan untuk membahagiakan orang lain, tips diet (yang sekarang aku jalanin ha..ha.. Kata Oprah: tentukan jam terakhir untuk makan, 3 atau 4 jam sebelum tidur!), bedah buku, kejutan (sampe ngasih rumah segala). Sampai aku percaya kalo Oprah itu benar-benar baik. Selebriti yang langka, gak seperti yang ada di novel-novel Jackie Collins atau Sidney Sheldon. Ini DVD terbaik yang aku punya, ya, sampai dengan berat hati aku bilang ini lebih baik dari trilogy Lord of The Rings. Hail Oprah!

Monday, November 21, 2005

Rent of the Month: The Sisterhood of The Traveling Pants

Tumben hari ini pas mau pulang kantor jam 5, liat jendela langit sangat terang. Cepat-cepat pulang ah. Ya, sudah beberapa hari ini Bandung diguyur hujan yang sangat deras, berangin dan lama, bisa nonstop sampai jam 11 malem. Makanya hari ini aku ingin pulang banget, bosen naek motor kehujanan.
Pastinya macet dong, semua orang ternyata berpikiran sama dengan aku. Yah, aku ridho kok kali ini, orang lain juga tentunya males kebasahan. Pas udah deket nyampe rumah, aku niatin beli buah2an ah ke Setrasari Mall, buat bikin jus. Akhirnya aku putuskan, Nanas, Melon, dan Belimbing masuk keranjang belanjaanku. Katanya bagus buat ngancurin lemak, he..he.. Tapi sambil jalan-jalan di koridor supermarket, aku punya ide, kayaknya bagus juga kalo malem ini nonton film, ya. Nyari vcd, ah, jangan banyak2, satu aja. Dan akhirnya pilihanku jatuh pada "The Sisterhood of the Traveling Pants" --judul yang unik-- seharga 35 ribu.


Sesampainya di kamar, setelah minum jus, cepet2 aku tonton. Awal yang sangat menyegarkan. Walau film ini dibintangi empat gadis remaja yang cantik2, tapi themanya jauh dari dangkal. Film ini menceritakan persahabatan Tibby (Amber Tamblyn) yang suka membuat film, Bridget (Blake Lively) si percaya diri yang cantik dan atletis, Lena (Alexis Bledel--Gilmore Girls) yang pemalu dan Carmen (America Ferrera) si genduk yang gemar menulis. Pada suatu musim panas mereka berlibur terpisah, Tibby magang di supermarket sambil membuat film dokumenter, Bridget ke Mexico mengikuti camp sepakbola, Lena berkunjung ke rumah neneknya di Yunani dan Carmen ke Charleston bertemu ayah kandungnya.
Sebelum pergi, mereka menemukan sebuah celana jeans ajaib yang mereka sepakati untuk mereka pakai bergiliran selama liburan. Mengikuti perjalanan celana itu sangatlah menyenangkan. Cara celana itu akhirnya memberi "pelajaran" yang tak terduga bagi mereka dengan cara yang berbeda-beda juga mempunyai keunikan sendiri. Sekali lagi film ini jauh banget dari tolol, tapi fun, hilarious sekaligus meaning something. Dan, oiya, satu lagi, sepanjang film kita juga disuguhi soundtrack keren yang tidak akan membuat bosan!
Aku tahu film ini sangat perempuan, tapi sangat tidak salah bila semua orang memutuskan setidaknya untuk mencoba menontonya. Kalo ada yang mau, aku ikhlas minjemin, asal udahnya dibalikin aja, OK!

Saturday, November 19, 2005

Harry Potter yang Biasa

Sebetulnya aku agak-agak males nulis, about everything. Dan Sebetulnya juga banyak banget kejadian yang sebelumnya ingin aku tulis. Dan semuanya diakibatkan internet lelet di kantor yang sudah berhari-hari urgh! Akhirnya setelah banyak banget yang nanya (cieh..) gimana film Harry Potternya? Udah nonton, kan? Bagus, nggak? Aku paksain deh nulis pendapat aku soal film ini.
Semua berawal di hari Rabu pagi, pas aku liat di iklan film koran PR, Harry Potter, The Goblet of Fire, premiere hari ini, jam 13:00, jam 16:00 dan jam 19:00 --ya, cuma 3x jam tayang-- ini berarti film ini akan panjang, 2 jam lebih. Well, nonton sekarang, deh, pulang kantor nanti teng-go terus ke Ciwalk, estimasi nyampe jam setengah enam kurang. Jadi ada waktu satu setengah jam buat ngantri. Aku jamin, akan panjang!
Baru aja satu kaki turun dari eskalator, oh my God! antriannya berkeliling keliling. Hmm ikut ngantri gak ya? Ok, ikut aja lah, nothing to lose, dapet sukur gak dapet ya mungkin sudah suratan takdir hi..hi.. Biar ngantrinya asik, untung aku bawa discman, langsung aku puter, didalamnya ada CD Eric Benet, yang sudah berhari-hari sejak beli gak pernah aku lepas. Sampai tetangga meja kerjaku bosen, sorry ya, Kas (Lukas, bukan Kasino -red.) Tapi keceriaan itu berakhir tepat satu meter jarak antrian aku ke loket, ketika si petugas dengan lantangnya bilang, Tiket Habis, Tiket Habis! ...Monyet (itu mah aku yang bilang).
Tapi thanks to
Pebe, yang pas aku telepon dengan ikhlas membelikan tiket film yang sama di Regent. Akhirnya jadi juga aku nonton film ini.
The Sorcerer's Stone cukup excited, The Chamber of Secret buat aku tertidur, Prisoner of Azkaban pretty cool! aku cukup penasaran dengan yang keempat ini. Sejujurnya aku nonton judul demi judul film Harry Potter tidak lebih hanya sebagai penghargaan aku terhadap bukunya yang sangat keren. Aku yakin, nonton fim ini tanpa membaca bukunya hanya akan membuat kita tersesat. Begitu pula halnya dengan seri keempat ini. Begitu banyak episode yang dengan sangat kejam dipotong di film ini, momen keren seperti Piala Dunia Quidditch hanya ditontonkan sepenggal. Tapi ini memang sudah jadi "tradisi" film-film Harry Potter, mengingat buku yang memang sangat tebal. Menonton film ini seperti membaca buku yang dibuka 5 halaman demi 5 halaman. Antrian tadi benar-benar tidak sepadan.

Secara keseluruhan film ini masih dibawah judul terdahulu karya Alfonso Cuaron, tapi tidak buruk juga. Tepatnya cukup baik. Nggak lebih dari itu :)
Maaf ketidak mood-an tulisanku kali ini, ya soalnya aku masih sedih nonton fitur perpisahan DVD Lord of The Rings, Return of The King yang dengan bodohnya baru aku beli! Padahal sudah hampir setengah thun dvd itu direlease! Akhirnya secara resmi aku berpisah dengan trilogy itu. Sangat sedih, tau!! Hik..hik..

Monday, November 14, 2005

Music Review: Ratapan Benet


Pas lagi santai di ruang TV kantor tak sengaja kuliat video klip Eric Benet, masih tetap cakep, tapi something different, ya lagu itu secara lirik dan melodi terdengar menghiba. Tapi terus terang lagu itu sekaligus juga memiliki aura "religius", akibat efek visual yang serba sederhana sekaligus membumi mungkin, ya. Atau juga pengaruh memori di kepalaku yang tak bisa menghilangkan wawancara Oprah dan Hale Berry beberapa waktu lalu mungkin ya.
Lagu berjudul "Hurricane" itu memang memang seperti pantulan penyesalan Benet. Seperti yang sudah mengejutkan dunia entertainment beberapa waktu lalu. Benet cerai dengan aktris yang nyaris sempurna fisiknya, Halle Berry, diakibatkan oleh perselingkuhan dan kecanduan seks yang dialami Benet. Tapi bukan hal itu sih yang membuat aku ingin membeli album ini. Aku cuma penasaran bagaimana Benet --yang notabene sudah ikut mengisi kepalaku sejak SMP/SMA dulu-- bisa menuangkan segala "kemalangan" yang dideritanya dalam sebuah album.
Tapi akhir-akhir ini aku gak bisa kemana-mana ternyata, di kepalaku masih berkutat petualangan Robert Langdon mencari The Holy Grail, gara-gara aku ketagihan baca The Da Vinci Code edisi illustrated yang baru aku beli kemarin-kemarin itu. Sialan juga buku itu, membuatku selalu malas tidur, kemarin aja aku tidur jam 2 malem, padahal besok masuk kantor! Untunglah tadi sore disela-sela kerjaan kantor aku berhasil menamatkan buku itu! Legaaa!
Sore itu juga setelah Maghrib aku memaksakan diri ke Aquarius nyari album ini, dan Alhamdulillah aku berhasil menemukannya, padahal tinggal satu stocknya. Langsung pulang, ah, pingin cepet2 dengerin. Dan ternyata album ini sungguh melegakan, asli semua lirik yang ada di semua track penuh penyesalan, harapan untuk kembali, dan janji untuk menjadi lebih baik. Sungguh mengharukan, asli. Cuma, satu lagu aja yang mungkin bukan tentang penyesalan itu, judulnya India, yang memang lagu dedikasi Benet buat anaknya yang bernama India. Sumpah, album ini ternyata jadi sentimentil buat aku. Secara melodius pun, menurut aku, sangat, sangat apa ya...mmm tepatnya: menyenangkan. Ya, keharuan yang menyenangkan! Mungkin karena ada David Foster dan Walter Afanasieff barangkali ya?Album ini definetely boleh ada di rak kehormatan bersama albumnya Luther Vandross, John Legend, dan Dave Matthews Band ku!

Friday, November 11, 2005

Quiet after Storm



...akhirnya
sunyi senyap 'tlah kembali ke ruangan kamarku




Setelah selama dua minggu ini rumah, terlebih-lebih kamarku bagai badai. Ya, keponakanku yang berjumlah dua belas orang beserta orangtuanya tumplek di rumahku. Jangan tanya kondisi koleksi komik dan DVD ku. Semuanya berantakan. Tak peduli berapa kali aku berteriak.
Kondisinya selalu sama. Yah sudahlah daripada capek. Aku biarin aja.


Dan pagi tadi semuanya mereda. Keponakanku sudah mulai pulang ke rumahnya masing-masing. Akhirnya sunyi senyap dan keheningan tlah kembali ke ruangan kamarku. Aneh, sih, tapi nggak juga kok. Mereka pasti kembali lagi tahun depan. Dan sambil menunggu saat itu, aku akan
bersenang-senang dengan keheningan kamarku. Hello, quietness!!!

Tuesday, November 08, 2005

Not So Fine

Hari ini aku berhasil mengetahui bahwa Juicer Philips type HR2826 dan satu karton teh kotak isi 24 merupakan sebuah kombinasi yang buruk. Apalagi kalau keduanya berada dalam satu kantong plastik dan harus dibawa memakai motor bebek. Kalau kamu ingin lebih buruk lagi, tambahkan kedalamnya sebuah ransel berisi handycam, buku "Da Vinci Code" Edisi spesial, 2 buah komik Doraemon Petualangan dan 1 Chibimaruko Chan nomor 10.
Oh Gosh itulah yang terjadi padaku hari ini. Ini akibatnya kalau jalan2 tak tentu arah tanpa rencana. Berhubung bosan di rumah, aku keluyuran keliling Bandung. Hmm kemana ya tujuanku kali ini, ke Jonas ah, liat2 kamera digital inceranku, bukan mau beli, liat aja, berhubung harganya yang 4 juta. Wow, ternyata penuh banget dan kamera itu pun ternya out of stock. That's ok, kemana lagi ya, eh ke Gramedia aja ah, udah lama banget aku gak ke toko buku. Disana aku membeli komik Doraemon favoritenya keponakanku, dan Chibimaruko Chan kesukaanku, pas mau pulang di sudut New Release kutemukan buku Da Vinci Code edisi spesial yang agak tebal dan berat, kebetulan, aku beli ah.. Cihuy juga ternyata jalan-jalan aku kali ini.
Hmm, kemana lagi ya, liat-liat juicer ah, gak usah beli dulu, dari Gramedia kan deket ke BEC dan Hypermart. Bandingin harga di kedua toko tersebut pun aku lakukan. Ternyata walau deket, bulak balik BEC-BIP sangatlah melelahkan. Tanpa rencana, akhirnya si juicer itu aku beli, biar sekalian cape aku beli teh kotak juga deh sekalian. Di sanalah bencana dimulai, si kasir tolol di Hypermart memasukan satu dus teh kotak kedalam kantong plastik kecil, padahal aku minta pakai yang gede soalnya aku naik motor, tapi dia males nyari dan bilang gak ada, aku lihat di deretan kasir lain jelas-jelas masih banyak! Curse them!
Untungnya plastik tempat juicer dari Electronic City cukup gede, aku satuin si juicer dan teh kotak tadi dalam satu plastik, dan Oh My God sungguh berat! Aku membawanya dari BIP sialan itu ke parkiran Gramedia, soalnya disanalah motorku berada. Setelah aku coba ternyata susah banget memasukan kresek maha berat itu ke motorku. Akhirnya aku gantungkan di setang kiri, soalnya di kanan kan ada gas. Walhasil dengan susah payah aku harus menjaga keseimbangan motorku , gak bisa jalan cepet2. Untuk belok merupakan sebuah perjuangan.
Sepanjang jalan aku bersumpah serapah dikombinasikan dengan do'a, diperburuk dengan masuk angin berhubung dengan tolonya aku tidak memakai jaket ditambah sakit perut. Oh sebegitu bersyukurnya aku ketika sampai di depan pintu pagar hijau rumahku. Alhamdulillah. Sekarang baru terasa tangan kiriku terasa pegel banget.
No way, I won't do that damn thing again!

Saturday, November 05, 2005

Resume of The Day


Akhirnya...hari ini aku libra alias libur. Ini hari libur pertama di bulan November, dan ya..artinya lebaran kemarin aku masuk. Hari ini dimulai dengan sangat buruk, buku Harry Potter jilid 5 punyaku, Order of Phoenix kebasahan gara-gara buku itu masuk bak mandi --ya, for sure-- ini diakibatkan kebiasaan buruk aku yang suka ke kamar mandi bawa buku. Aku memang biasa baca sambil B.A.B, jorok ya, asik, sih :) Walhasil buku yang memang sudah tebal menjadi semakin tebal gara-gara halaman demi halaman menjadi keriting.
Tapi cuek ah, yang penting masih bisa kebaca. Menjelang siang jam 9-an keponakanku mulai bangun dan berdatangan, artinya seisi rumah aku menjadi asli ribut! Huh. Benar-benar hari yang buruk. Udah, ah bacanya, mendingan jalan2 keluar. Kebetulan deodoranku abis.
Benar-benar naif kalau menganggap pas lebaran Bandung sepi. Dari mulai jalanan di depan rumahku sampai dengan toko Setiabudhi sumpah macet banget, apalagi didepan Rumah Mode itu, ya ampun, bukannya lebaran udahan everybody? Untunglah supermarketnya gak terlalu penuh, Untung lagi buku pesenanku di QB ternyata sudah bisa dipesan, tapi kalo tempat makan, jangan harap kosong, deh, dari mulai McD, Ny Suharti, sampai Rumah Makan Parahyangan deket rumahku penuh dijejali orang-orang. Di jalan mobil motor yang kebanyakan berplat luar kota keluyuran entah kemana. Oh, me gosh hilang sudah angan2 menikmati jalan yang sepi liburan ini.
Mendingan pulang, makan ketupat dan tidur, mau gendut juga cuek, deh!
Pas bangun kakak dan keponakanku dari Depok ternyata sudah nyampe di rumah. Aku ajak jalan2 ah, kali aja kalo malem gak terlalu macet. Kebetulan di Ciwalk ada film anak2, Chicken Little, lagi maen. Aku gak peduli rame apa engga, yang penting film anak-anak.
Untung saja jalan ternyata gak macet, tapi malnya penuh, sempet deg2an bioskopnya penuh juga. Tapi ternyata antriannya gak heboh-heboh amat. Keponakan2ku dari Depok ini mania film anak-anak, jadi gak susah ngurus mereka. Lagian film ini diluar dugaanku ternyata cukup menarik. Ceritanya tentang hubungan anak ayam dan bapaknya. Masalah kepercayaan orangtua terhadap anaknya. Karakternya lucu2. Dan yang paling menghibur aku adalah soundtracknya, seru banget! Lagu2nya bukan irama anak2 tapi liriknya tetap terkendali, dan diakhir film ada lagu enak yang dinyanyiin sang dubber, Zach Braff, suaranya mirip Ewan McGregor. Jadi deja vu sama Moulin Rouge!
Satu hal lagi...tadi sebelum film maen, ada trailer dua film keren yang sangat aku tunggu di akhir tahun: Kingkong dan Chronicles of Narnia!! Pretty Cool trailers!!

Thursday, November 03, 2005

Setiap Habis Ramadhan...

This feeling, ya, this feeling, selalu aku rasakan tiap habis Ramadhan, tepatnya hari Lebaran. Empty. Sejujurnya aku gak suka hari Lebaran. Kurang khusu mungkin, ya! Bukan, gitu juga, aku lebih suka bulan Ramadhan. Suka apanya, puasanya? nggak cuman itu sih. Aku suka auranya.
Tapi bodohnya setiap Ramadhan aku lewati dengan cuma-cuma, padahal aku dah wanti-wanti akan menjalankannya dengan lebih baik. Tetap saja kebodohan itu aku lakukan selama 28 tahun perjalanan hariku.
Semoga saja ini bukan Ramadhan terakhirku.
Selamat Idul Fitri semuanya! Mohon maaf lahir bathin....

Saturday, October 29, 2005

Music Review: Mike, Luther


Mike-Mike. Sejujurnya aku gak terlalu berniat nonton Indonesian Idol "season" ke dua dulu, apalagi setelah Joy menang di season pertama. Boring. Apalagi Indonesian Idol kedua ini diputer barengan dengan American Idol, dimana favorite aku Bo Bice masuk final. Tapi gara-gara keponakanku suka nonton, aku jadi gak sengaja. Ternyata ada yang menarik perhatian aku --Mike-- suaranya unusual, keren. Tapi, ah aku pikir dia paling cuma bisa lagu slow aja. Eh, tapi ternyata, setelah nyanyi lagu "Sinaran-Sheila Majid" dia ternyata keren banget! Setelah itu baru aku ngejagoin dia.
Dan kemarin, semingguan lebih, Mike ngerealease album baru, album yang aku tunggu-tunggu, judulnya Mike, juga. Tapi baru kasetnya, CDnya belum ada, nah baru tadi banget aku beli dan selesai ngedenger albumnya. Terus terang awalnya aku khawatir, well sangat khawatir tepatnya, dia akan ditangani orang yang salah, mengingat track di album Indonesia Idol, Album Cinta, semuanya, kecuali Mike, "rusak".
Aku gak keberatan dengan tampilan kemasan CD, yah terkesan terburu-buru, tulisan liriknya dipaksakan biar pas dua lembar bolak-balik. Gara-gara BBM naik kali ya. Well--gapapa fair enough untuk harga 45 ribu saja, yang penting kan isinya.
Pas aku denger track pertama "Semua Untuk Cinta", ah..aku lega suaranya masih bagus, lagunya juga enak. Lagu ini dinyanyikan pas lagi final di TV dulu, juga dinyanyikan Judika, sang runner-up. Track-track berikutnya perlahan tapi pasti menjadi rusak. Bukan, bukan suaranya yang rusak, tapi lagunya, ya ampun basi banget, terutama "Terbaik" dan "Yang Hitam" baik lirik maupun melodinya aneh, gak cocok banget buat Mike. Sebal banget rasanya! Untungnya track 6, cukup memberi angin segar "Cinta 'Kan Membawamu Kembali" (lagu yang juga ada di kompilasi Indonesian Idol), bahkan lagu selanjutnya "Sempurnalah Mimpiku" sangat keren banget, perfect!
Tapi kemudian track berikutnya kembali datar, bahkan lagu ciptaannya Glenn Fredly, "Cinta Tak Bertuan" terdengar sangat biasa. Lagu berikutnya yang terdengar agak lumayan cuman lagunya Yovie Widianto, "Arti Kesetiaan". Sayangnya lagunya Indra Lesmana yang jadi soundtracknya acara reality show gak ada di album ini.
Grrr...Mike, for next Album, GET ANOTHER PRODUCER!!!


So Amazing, An All Star Tribute To Luther Vandross-Various Artist. Album ini sekalian aku beli bareng album Mike di Aquarius Dago. Nyaris saja, dulu, aku mau beli di Amazon, untunglah akal sehat menyuruh aku untuk bersabar menunggunya beredar disini. Aku memang fansnya Luther sejak SMA dulu. Jadi pas denger berita dia meninggal beberapa bulan lalu, agak-agak sedih, sih.
Kayaknya ini album tribute pertama yang aku miliki. Ternyata lucu juga denger lagu idola dinyanyiin sama penyanyi lain yang juga terkenal..Deretan penyanyinya gak main-main, Mary J Blige, Usher, Fantasia (juara American Idol season 3), Beyonce & Stevie Wonder, Aretha Franklin, Donna Summer. Alicia Keys, Elton John, Celine Dion, Wyclef Jean, Babyface, Patti Labelle, John Legend--my favorite, the next Luther--, Angie Stone, dan Jamie Foxx--ya, si peraih Oscar, itu.
Gosh, album ini menakjubkan. Semua lagu-lagu Luther dinyanyikan dengan luar biasa, dengan gaya dan ciri masing-masing, tapi tidak berlebihan --well, kecuali Aretha Franklin :) sorry ya nek--jadi esensi lagu masih terasa. Dan, yang aneh, aku merasa semua penyanyi, yang notabene sahabat dan fansnya Luther , seperti meratap dan berdialog dengan Luther. Bener deh, apalagi Celine Dion yang menyanyikan "Dance With My Father".
Miss you, Luther...

Thursday, October 27, 2005

Flashback--SD Edition Part 2

Sekarang aku mau cerita "kehidupan sehari-hari" di SD aku. Secara garis besar gak jauh beda sih sama SD-SD inpres (istilah ini sekarang masih ada gak sih? he..) lainnya. Tapi jauh banget beda sama SD sekarang.
Pulang sekolah biasanya kita suka dikasih PR banyak. Nah dalam rangka ngerjain PR tersebut, kita suka "kerja kelompok". Sekelas dibagi ke sekitar 6 kelompok, jadi masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 5 orang. Kerja kelompok ini dilakukan di rumah salah satu anggotanya, paling sering sih rumah aku. Kalo kita udah selesai ngerjain PR nya, biasanya kita main-main atau makan makanan yang dibawa masing-masing anggota kelompok. Pernah suatu hari kita kerja kelompok, cuman aku pas sakit gigi, jadi maunya aku kalo udah selesai PRnya, temenku pada pulang, tapi malah main boneka kertas. huh! Yang paling rame itu kalo kerja kelompok kita gabungin sama kelompok-kelompok lain. Wah, dijamin berisik. Yang suka dipake rumahnya Yayuk, soalnya Ibunya baek banget dan banyak makanan. Pernah lho dalam kurang dari satu jam, pohon jambu aer di rumahnya ludes kita makanin, padahal saat itu buahnya banyak banget.

***
Hal yang seneng lagi kalo gak ada guru, kita gak pernah seliweran keluar kelas. Kita suka bikin permainan atau belajar, yah memang sedikit lebih ribut sih kalo dibandingkan dengan gurunya ada. Pernah suatu kali kita ngadain cerdas cermat di kelas, kita buat tim pembuat soalnya, biasanya aku, Yayuk sama Endah. Kita bikin beneran ada hadiahnya, yang nyediain hadiahnya, ya, biasanya Yayuk lagi he..he.. Guru-guru kalo ngeliat kita lagi cerdas cermat suka ngediemin. Itulah yang bikin aku ngerti sekarang. Mereka ngajarin aku untuk mandiri dan kreatif.
Guru-guru juga suka ngajar kita pake praktek. Dari mulai hal-hal sederhana seperti cara bertamu, cara menjadi tuan rumah (sederhana ya, tapi penting banget untuk anak SD) sampai disuruh "wawancara" ke tukang jualan di pasar, kantor pos, atau warung. Wah hal ini yang paling aku inget sampai sekarang. Masih kebayang betapa gemetarannya aku pas nanya-nanya ke Tukang jualan boneka di pasar. Dan mereka asli ramah-ramah banget. Pas udah selesai kita sekelompok girang banget!! (Thanks a bunch bu Mia!)

***
Sekolah aku punya banyak taman berpetak-petak. Masing-masing petak tanggung jawab anak kelas 6. Jadi pas aku kelas enam punya taman yang aku rawat banget. Taman itu bebas kita kreasikan mau kita tanam pohon apa aja, asal disetujui Pak Guru. Aku jadi inget taman itu suka kita bersihin sekaligus jadi tempat bermain, Aku dan Sidik suka banget sama Goggle Five, jadi taman itu kita jadikan markas, dan kita bikin patung goggle five disana. Seneng banget!

***
Belum lagi perayaan-perayaan sekolah seperti kelulusan, hari Kartini atau buka puasa bareng. Gosh Sometimes I miss that olddays!!

Friday, October 21, 2005

Flashback--SD Edition Part 1

Tanpa alasan yang jelas tiba-tiba kilatan kenangan masa-masa SD kembali terbersit di jidatku. Aku juga heran padahal gak ada kejadian yang nyambung seharian ini. Ingatan itu makin jelas pas tadi aku sholat taraweh (itu artinya aku sholat gak khusu ya? ampun!) Terus terang aja aku malah menikmatinya, malah aku menantang memory aku apakah aku masih inget nama temen2 aku dulu. Well let see, kalo nama lengkap aku jujur banyak yang lupa, tapi kita coba dulu deh. Dedy, Bayu Sulistyo Hadi (nah yang ini ternyata masih hapal), Unang, Rosita --tapi dia pindah sekolah sekitar kelas 3 apa kelas 4 gitu--, Suminar, Yuliawati, Suryana, Deni Permana, Asep Rahmat Solihin, Ana, Indra, Yuliani, Dadan, Cucu Sumarni (dia juga pindah gara-gara berantem sama Yeni, padahal rumahnya deket banget sama sekolah), Uyu (lucu-lucu ya nama temenku), Yoseph, terus tiga bersaudara--Taufik, Sidik dan Sarmilah--, Nova, Joni Suwardi (aku inget soalnya dia sekarang Manager McD Setiabudhi langgananku, suka ngasih tambah he..), Pepen Effendi, Rohmah, Endah Mustikasari, Yayuk Yustikasari, Yeni Widiastuti. Yah segitu yang aku inget, tapi kalo gak salah udah semuanya.
Sekolah aku muridnya emang gak banyak, kurang dari 30. Tapi dulu emang lazimnya ya segitu, cukuplah menurut aku jadi keperhatiin. Guru SDN Sarijadi V, tempat aku sekolah juga gak banyak, wah aku tes juga deh masih apal ga ya. Hmm.... Pak Memed Wijaya (Kepsek), Sirodjudin (yang ini tetangga aku, guru Matematika), Ahmad Zakaria--dipanggil Pak Jaka, guru macem2 Bahasa Indonesia, Matematika, IPS, dsb--, Ibu Mia Kusmiati (OMG I really miss her, ini guru favorite aku, dia ngajar IPA, IPS, dia yang membuat aku cinta sama peta dunia), Pak Asep Sukaeman, guru agama, Ibu Cucu Nurmala, guru kelas 3, Ibu Heni guru kelas 1, Ibu Siti guru kelas 2 --Ibu ini yang "ngasih" aku ranking 1 untuk pertama kali, dan Pak Alan, guru Olahraga yang suka ikutan ngajar IPA (dan ancurr! he..).


***
Sekolah aku sederhana, adanya di komplek perumnas deket rumah aku, gak deket2 banget sih, aku blok 1 dan sekolahku blok 4. Aku selalu masuk pagi, jam 7 sampai jam 12, dari Senin sampai Sabtu. Setiap Senin pagi ada upacara, Setiap Rabu pagi ada senam pagi dan Sabtu pelajaran terakhir adalah acara kesukaanku, namanya supervisi, ada 2 jam pelajaran. Aku sendiri gak tahu kenapa namanya supervisi, padahal kita gak belajar, malah disuruh beres2 kelas. Ada yang bagian nyapu, ngepel, bersihin papan tulis dan bersihin kaca. Wow menyenangkan! Sambil main2 kita bersih2. Sampai pernah kita dihukum sekelas gara2 bukannya bersih2 tapi malah ngotorin tembok he..


***
Acara pulang sekolah kita isi main bersama. Itulah untungnya punya temen2 rumahnya deketan, apa-apa gak susah ngumpulnya. Kita biasanya maen dirumah salah seorang temen, seharian bo! nyaris sampe maghrib, jadi makan siang dan sore juga ditanggung temen itu. Semua temen biasanya kebagian, tapi rumahku yang paling jarang, soalnya suka gak ada makanan, maklum ibu bapakku kerja dua2nya dan ga punya pembantu, jadi ya gak ada apa2, mau beli uang jajan mana cukup. Dipikir2 tega juga ya orangtua aku dulu hi..hi. "Mainan" favorite aku dulu adalah main ke sawah, sekarang udah ga ada, jadi perumahan elite. Di sawah aku nyari ikan di irigasi, nyari belut, ngambil buah2an liar, atau cuman diem aja di saung, bisa sampai maghrib bo! Kok ga dicari ortu sih. Ye..pan udah aku bilang dua2nya kerja, aku juga gak ngerti kenapa temen2ku gak dicari ya? Sumpah gak kepikiran sampai sekarang he..he..

Monday, October 17, 2005

Learn something from Sinetron, C'mon!

Aku barusan selesai nonton sinetron "Kiamat Sudah Dekat" di televisi. SINETRON? ga salah? Ya aku sekarang kalo gak lupa suka nonton sinetron itu. Pertama aku nonton alasannya adalah Dedi Mizwar, entah kenapa di usia tua perannya menarik perhatian aku. Padahal zaman dulu boro2 aku suka, what the hell dengan piala Citra yang diraihnya lewat Naga Bonar, malah kalo inget film itu sekarang tetep aja aku gak suka. Dulu sinetron is a BIG NO NO, tapi yang satu ini cukup menggelitik dan beda. Aku nonton sinetron itu juga bukan karena pesan atau kelucuannya. Aku nonton karena sinetron itu ternyata cukup menghibur. Bersimbiosis mutualisme dengan kebosananku akhir-akhir ini.Apapun terasa membosankan, home, office, the street, the city, the people entah kenapa membuat aku bosan. Hanya kenyataan bahwa sekarang ini bulan Ramadhan saja yang sedikit membuat aku ceria. Apalagi bulan November dan Desember sebentar lagi datang. Ada apa sih dengan bulan2 itu? Bukannya harusnya seneng, ada Lebaran. Iya lebarannya sih bikin seneng. But even in this notes I can't tell the problem. Damn. That's so frustrating.
Tapi barusan tadi itu, disela-sela sepotong daging ayam McDonalds dan sekotak Happy Jus itu, aku sebetulnya melamun, about all THOSE things. Tapi kemudian mataku tertuju pada adegan di sinetron itu. Di dalamnya ada dialog "Kan babe pernah bilang Kesulitan orang itu sebenarnya cobaan untuk KITA". Kata-kata itu seolah-olah menampar aku dengan keras. Membuat hentakan di sekitar ulu hati. Gosh, how can I be so selfish. Bahkan setiap jamur di tubuh kita pun sebenarnya bukan punya kita, kebetulan aja kita memilikinya, dan harus rela kalo orang lain suatu saat memerlukannya.
Terus terang aja sudah lama banget aku GAK PERNAH, ya, GAK PERNAH ngasih uang ke pengemis. Hampir semua jenis pengemis. Di pinggir jalan, di lampu merah, ibu menyusui, orang bungkuk, kakek-kakek apalagi anak-anak, GAK PERNAH. Alasan yang kata aku logis membenarkan tindakan itu. Ya, aku yakin benar alasan aku itu tepat. Tapi sekali lagi omongan di sinetron itu sebenernya bilang kalo memberi sedekah kepada orang lain itu bukan (hanya) buat mereka, tapi buat aku, buat kita. Shut up with all the logic things. Tinggal mau apa engga ngasihnya, ikhlas apa engga...and Stop right there!! Dan about THOSE thing, sekedar ujian buat aku, mau apa engga, maksudnya mau ngurusin apa engga. Yes, you know it's not about you, in fact it's all about YOU!

Hi There, Be Serious! :)

Semua bermula dari sebuah, well, banyak premis yang mengindikasian "seseorang" connected with "seseorang" yang lain. Ya, aku menemukannya, gara-gara jari-jari usil yang kumiliki dan sebuah "atmosfer" beda yang aku rasakan. Kebetulan "seseorang" itu aku anggap teman. Dan "seseorang" yang lain juga aku anggap teman.
Suatu saat kebetulan, --ya kebetulan lagi-- aku mendapatkan momen dimana kita bisa ngomong tentang hubungan mereka berdua. Jangan anggap hal itu mudah, walaupun cuman berdua, sumpah sangat susah ngobrol tentang hal ini dengan temanku itu. Sampai akhirnya dia menyerah. He..he..
You know what, Entah kenapa aku berharap (sangat berharap malah) mereka jadi suami isteri.

Hei, "seseorang" disana, kamu harusnya sadar kamu terlalu baik untuk semua perempuan. Dan aku yakin si perempuan akan sangat senang memiliki kamu. Kamu harusnya tahu, aku hanya akan mengatakannya sekali saja! Be serious , diniatkan!

(Urang nyaho pasti maneh ngambek maca ieu. Tapi urang siap dicarekan ha..ha..)

Friday, July 08, 2005

Movie Marathon










Batman Begins, Ciwalk, Midnite, 18 Juni 2005, Aku tau pasti film ini bakalan ngantri berat, setengah delapan aku udah ngantri, padahal diputer di dua studio. Hari itu Ciwalk asli rame, barengan sama pameran. Aku nonton bareng sama Inge dan pacar --iya, iya nge calon suami--nya yang mungil (sorry he..). Film ini menceritakan asal muasal Batman, nuansa gelapnya ga hilang, ceritanya cool, actionnya asik! Christian Bale bermain lepas, bandingkan sosoknya di film "Machinist" yang kurus kering dengan sosok Bruce Wayne yang bulky di film ini. Karakter Alfred diperankan dengan menawan oleh Michael Caine. Aku pilih Bale, sebagai Batman favorite diatas Michael Keaton dikit!

War of The Worlds, BIP, 18:15, 30 Juni 2005. Udah lama banget ga nonton di BIP nih, sesak gara2 renovasi sialan. Aneh juga, aku terbiasa ngantri dari awal, tapi pas setengah lima kesana, kok kosong. He..aneh. Akhirnya jalan2 dulu, kebetulan aku nonton sama ponakanku. Film ini mengecewakan aku. It's so damn boring ngeliat Tom Cruise jadi superhero melulu, dimulai dari Mission Impossible 1 dan 2, Minority Report, Last Samurai, dan lainnya. Film ini dimulai dengan narasi --aku yakin itu suaranya Morgan Freeman--dan tanpa basa-basi langsung dimulai dengan terror mahluk luar angkasa yang sudah mengincar planet bumi sejak lama. Seperti kebanyakan film Spielberg, special effectnya sangat menawan. Tom Cruise jadi tokoh ayah yang tidak bertanggungjawab, punya dua orang anak. Salah satunya diperankan Dakota Fanning--ya, aktingya juga membosankan--yang autis, kadang2 dewasa kadang2 tak berhenti berteriak, uh!. Aku ga mau mengungkapkan endingnya, kasian buat yang mau nonton. Tapi yang mau aku bilang, semua diselesaikan dengan sebuah narasi pula. Geuleuh!

The Interpreter, BIP, 19:45, 6 Juli 2005, Film ini sudah main di Jakarta pas aku cuti dulu, dan baru datang di Bandung dua hari lalu, menyebalkan. Tapi berhubung film ini sudah menarik perhatian, aku maksa mau nonton. Aku liat koran, yah ga ada di Ciwalk. Yang maen jam 18:15 cuman di Nusantara dan BSM. Aku pilih Nusantara, wow ternyata lama banget aku ga kesana, yang aku ingat film terakhir yg aku tonton adalah Matrix Reloaded. Dengan tergopoh2 setelah sholat aku kesana, untungnya deket kantor. Pas sampai di depan loket, sial, film gak jadi diputer soalnya ga ada peminat. Dasar nasib! Yah udah kagok, akhirnya aku ke BIP lagi, untungnya kosong. Dibelakang aku sederetan ABG yang tak berhenti ribut, bahkan setelah film dimulai. Secara reflek aku langsung bilang SHUT UP!
Aku sendiri reuwas, sumpah! Film ini sendiri menyenangkan dan menegangkan, alur ceritanya pintar dan tidak mudah ditebak. Tentang seorang penerjemah di PBB yang tidak sengaja mendengar rencana pembunuhan. Saking menegangkannya aku sampai ditegur bapak2 di depan karena ternyata tanpa sadar kaki aku ke punggung kursi. Alah, karma kali ya!

Fantastic Four, Ciwalk, 19:45, 7 Juli 2005. Dulu aku ga niat nonton film ini, tapi gara2 trailernya pas nonton Batman dulu akhirnya aku tertarik. Karakter Marvel Comics ini terdiri atas, Mr Fantastic, Human Torch, Invisible Girl, dan The Thing. Cukup seru juga menikmati perjalanan mereka menjadi superhero. Keempat pilot luar angkasa tersebut berubah diakibatkan badai cosmic yang ternyata juga menciptakan seorang penjahat besar, Dr. Doom. Film ini didominasi oleh penuturan karakter masing2 tokoh, yang kemudian bersatu menjadi Fantastic 4. Jadi gak terlalu fokus ke alur cerita. Tapi it would be fair to give a chance for the sequel. Karakter yang mencuri perhatian aku adalah Johnny Storm
alias Human Torch, cool sekaligus badung, selebriti sekaligus superhero! Kali ini yang duduk dibelakang aku seorang pria yang sangat kegirangan kalo ngeliat Jessica Alba, sampai tepuk tangan segala! Sepertinya dia kabur dari biara untuk melihat film ini. Jessica memang cantik, tapi menurut aku di ga lebih cuma miniatur nya Angelina Jolie he..

Monday, June 13, 2005

Pitt, Jolie, Bruce dan..Cybill!!

Aku barusan pulang dari Ciwalk, ya, pasti nonton. Kali ini yang pingin aku tonton adalah "Mr & Mrs Smith" yang menghebohkan. Ya, lagi2 Bandung kebagian premiere film yang hampir berbarengan dengan jadwal putar perdana di US. Disebut menghebohkan, karena film ini digosipkan sebagai penyebab hancurnya perkawinan Brad Pitt dan Jennifer Aniston. Terus terang aku ga peduli.

Awalnya aku sempat khawatir ga bisa nonton malam ini. Alasannya klise, kerjaan di kantor, Aku nekat, kebagian nonton paling depan juga aku ga keberatan. Jam aku memang kecepetan, tapi tetap saja aku tergopoh2 jalan ke mulut bioskop. "Pintu teater satu telah dibuka..." Sialan!! Tapi anehnya antrian masih cukup panjang, dan jam belum menunjukan 19.45, kok bioskopnya sudah dibuka. Yah, aku kelewat awal2 film dong. Ternyata hal itu cuma isapan jempol. Setelah dapat tiket dan duduk di bioskop ternyata film belum main. Bahkan iklan dan trailer pun belum muncul. Aneh...

Film ini lucu, bahkan sejak opening title nya dimulai. Dan, ya.. dua orang ini, Brad Pitt dan Angelina Jolie adalah physically DROP DEAD GORGEOUS!! Ceritanya pun menarik, dua orang yang menikah, tapi ternyata keduanya memiliki rahasia yang menakutkan, keduanya adalah pembunuh bayaran. Sangat menarik mengikuti alur dimana rahasia tersebut menguji pernikahan mereka. Dialognya cerdas dan lucu, para pemain bermain enjoy. Aksinya pun sangat cool. Adegan favorite aku adalah ketika Angelina Jolie melarikan diri dari gedung bertingkat tinggi dengan hanya menggunakan tas tangan. Walau endingnya terlalu berlebihan, film ini tetap menyenangkan!!


Dan satu hal lagi..Pesenan aku (ya..aku mengingkari janjiku sendiri untuk ngga belanja online dulu) sudah datang. Malah lebih awal dari perkiraan. Aku pesen DVD "Moonlighting" season 1&2. Aku ga tahan untuk membelinya. Inget judulnya aja sudah membuat ku terbang ke ingatan jaman smp kelas 3 dulu. Tiap hari rabu pasti aku pulang cepet2, soalnya di RCTI jam 1an diputer film ini.

Memang aku belum selesai menonton semua episodenya. Tapi aku sangat enjoy menontonnya. Ceritanya tentang model --Maddy Hayes-- yang pensiun dan hartanya dikuras habis akuntannya. Hartanya yang tertinggal adalah biro detektif yang nyaris bangkrut, dipimpin oleh David Addison yang seenaknya. Cerita dan kasusnya ngga susah, sederhana malah. Yang sangat menarik adalah chemistry keduanya. Di film ini Bruce Willis nampak masih muda, sekilas mirip Rob Lowe. Dan Cybill Shepherd...Gosh sumpah cantik banget dan sangat adorable. Elegant, cerewet, tapi ngga sombong. Benar2 cocok dengan karakter Bruce Willis yang slengean. Adakah another Cybill di dunia nyata ini. ...And I don't mean physically!!

Sunday, June 05, 2005

Lost

Ketika aku memutuskan untuk mengambil cuti, aku tahu sebabnya. Aku stress, ya terdengar aneh memang. Tapi semakin aku coba cari padanan kata lain, selalu mentok ke kata itu. Stress, kayak boss2 di sinetron aja. Aku tahu untuk menghilangkan beban berat di pikiranku, aku harus tertawa. Dan memang sangat manjur, bener lho, otak dan gerakan bibir yang aneh itu terbukti memang bersimbiosis mutualisme.
Sampai akhirnya hari2 kemarin aku harus jujur sama diriku sendiri. Otakku mulai bebal. Ya, gerakan aneh di bibir itu sudah kehilangan khasiatnya. Hantaman pekerjaan yang terus menerus memaksa tubuh dan pikiranku berteriak minta beristirahat.

Pekerjaanku menuntut aku stand by twenty four hours a day, bukan shift2an yang aku maksud. Setelah pulang ke rumah, aku masih harus bersikap seolah2 komputer masih dihadapanku. Menjawab telefon, membaca sms, mengingat2 setiap detail masalah sebulan kemarin, bahkan lebih. Sambil tak lupa tetap terdengar ramah, jgn menunjukan nada kesal. Tak terhitung berapa kali tanganku terangkat ke atas bersiap2 untuk membanting handphone. Tapi pikiran waras masih tetap dominan, untungnya.
Aku benci berkeluh kesah, apalagi setelah membaca "sepatu merah", aku tahu aku agak2 mirip sama dia. And I'll end up like her --penuh kesinisan--kalau tetap berkesal ria. Ok, sebelum cuti, aku coba usaha lain dulu, cari kesibukan yang tak ada hubungannya dengan kantor. Aduh sumpah, sekedar untuk nyari kesempatan ngajak ponakanku renang aja susah banget. Bulan2 kemarin asli aku nyaris muntah, kehabisan waktu. Akhirnya aku cuma bisa baca buku sejarah kesukaanku, dengar radio, nonton film walau agak terkantuk. Semua gak berhasil.
Ok, akhirnya aku cuti, tapi kayanya aku salah pilih tanggal, aku ada kerjaan ke Jakarta, 3 hari, ditambah reorganisasi di kantor. Mendengar kabar itu membuat aku gak bisa tidur lagi, padahal waktu itu jam 10 pagi, dan aku baru tidur jam 8 setelah sebelumnya kerja malam. Mimisan dan diare sepertinya berulang tahun. Tapi setelah temenku bilang, daripada ditolak kayaknya lebih mudah kalau diterima --pikiran positif ku mulai kembali. Selama di Jakarta, aku tetap seperti lap kanebo--siap untuk dipakai tapi lusuh--walau raga ku di kamar hotel, telfon dan sms tetap tak berhenti, aku seperti pindah kantor, konfirmasi ke pelanggan pun tetap aku jalankan dari kamar itu. Tapi sekali lagi entah kenapa aku gak marah, gak kesal, gak senang atau gak sedih. Aku seperti kehabisan energi untuk itu. Bahkan ketika pulang naik kereta paling pagi, dan mogok selama dua jam aku masih tetap hambar. Gak marah walau semua penumpang seperti hendak membakar gerbong tsb.
Untuk yang tahu aku, gak marah dengan kejadian itu sangatlah istimewa buat pribadi seperti aku. Dalam kondisi "normal" aku pasti menggelegak. Setelah sampai di stasiun diiringi dengan permintaan maaf di speaker akan keterlambatan kereta--yang akhirnya mau gak mau membuat aku tersenyum--aku memaksakan diri ke grapari untuk menuntaskan masalah kerjaan, baru ke rumah untuk sholat jum'at.
Besok paginya--hari ini-- aku ke Cirebon, Candra, temenku akhirnya menikah. Aku mencoba selalu sadar untuk menjaga kondisi badanku. Aku tahu aku pergi ke Cirebon di siang hari dengan memakai baju resmi akan membuat aku pingsan, seperti beberapa tahun yang lalu. Panas. Banget. Alhamdulillah aku sehat walafiat sampai pulang, ya, cuma sekali mimisan pas tadi pulang di bis, untung bapakku ikut, jadi bisa pinjem saputangan he..
Sampai pas mau nulis artikel ini, aku merasa bukan aku lagi. Setiap yang aku lakukan wajib aku lakukan, bahkan ke kawinan tadi. Bukan lagi sesuatu yang ingin aku lakukan. Rangkaian hari tadi cuman bisa aku liat dengan tatapan kosong tanpa emosi. Aku gak bisa membedakan lagi apakah ini sabar atau tak peduli. Gosh, sepertinya aku tersesat..

Naima, At Last


Akhirnya ramalan aku di artikel aku sebelumnya menjadi kenyataan. Ya, America's Next Top Model Cycle 4 sudah berakhir. Dan sebagai pemenangnya, jagoan aku..Naima Mora. Aku kasih liat fotonya di posting aku kali ini.