Friday, December 09, 2005

The Chronicles of Narnia: the Lion, the Witch, the Wardrobe and An A**hole

Setelah sepagian tadi penuh ketegangan di kantor, aku sudah membulatkan tekad untuk HARUS nonton "The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe". Sebetulnya pinginnya sih kemarin, pas premiere, tapi keadaan tak memungkinkan. So, setelah sholat Jum'at pas istirahat aku menyempatkan diri ke Ciwalk. Thanks to sistem ticketing baru yang memungkinkan aku memesan tiket buat entar malem.
Aku beli tiket dua buah, satu lagi pesenannya
pebe, tapi setelah aku beli dia membatalkannya, dasar plinplan jaya! Daripada aku balikin mendingan cari sukarelawan buat nemenin aku. Satu per satu aku telepon, "aku shift dua", yang lain lagi di luar kota, yang satu lagi malah nginterogasi macem2, aneh. Akhirnya aku putuskan mengajak Hadi, officer di kantor yang akrab menjadi korban "kegiatan ekstrakurikuler" aku --apalagi kalo bukan ngisengin orang-- soalnya aku punya janji dulu sama dia.
Pas aku liat wuihh sudah banyak banget orang, tapi dengan tiket di tangan aku sudah gak pake khawatir2an lagi. Ternyata acara nonton ini kemudian berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan, sangat menyebalkan malah. Orang dibelakangku, cewek, pas film baru dimulai aja sudah mencurigakan. Dia ngobrol, cekikikan, heboh sendirian gak karu2an. Aku sampai berpikir --seriously-- dia cacat mental yang diajak saudaranya ke bioskop. Ternyata orang lain pun keganggu sama dia. Awalnya aku marah, beberapa kali aku ssstt sama dia, tapi tampaknya gak mengerti akhirnya aku capek sendiri dan tenggelam dalam kefrustasian.
Kalo aku gambarkan kejadiannya seperti ini:
wuihh hebat-wow-ya...-YEAHHH-oh my god-plok,plok,plok-ya..-cekakak cekikik-waswiswusweswos-keren banget!-horeee!-ya.. lagi-eh lu liat ga bukannya tadi dia ngambil pedang-tuh kan apa yang gua bilang-gila!-yes!-weisss-ckckck-dst-dst...
Dan kejadian ini berlangsung selama dua setengah jam perjalanan film ini! Gosh!
Filmnya sendiri agak dibawah harapanku. Dengan setting dunia imajinasi, aku secara gak sadar membandingkannya dengan Lord of The Rings. Tapi aku sadar dan tak pernah berharap film ini akan menyamainya. Sebenernya secara setting dan special effect Narnia sangatlah tidak mengecewakan. Gambaran musim dinginnya sejenak berhasil membuat aku menggigil. Tapi sayangnya cerita film ini nyaris seperti tanpa plot, datar dan biasa saja. Aku setuju dengan pendapat
Premiere.com yang berpendapat bahwa sang sutradara bukanlah storyteller yang baik. Jangan harap ada adegan tusukan yang diperlihatkan secara jelas di film ini, sepertinya film ini memang ditujukan buat anak-anak. Yah, sudahlah...
Oh, tapi kenapa ya aku gak bisa menghilangkan kesal sama si cewek tadi. Aku akan sangat bersukur bila dia dianugerahi sebuah home theater mewah di rumahnya, hanya, PLEASE! pastikan disekelilingnya terpasang jeruji baja agar dia tak pernah lagi keluar mendekati bioskop umum manapun di dunia ini!Tambahkan segerombolan anjing Doberman sebagai perangkat tambahan!