Thursday, May 17, 2007

Consuming Demon

Iri. Dengki. Cemburu. Buruk hati.
Semua hal itu hal yang sangat lumrah ada pada hati manusia.
Itu yang dulu aku sangka...
Itu adalah pemikiran yang sungguh salah. SALAH BESAR, bahkan.
Jangan anggap enteng sifat-sifat syaitan itu. Hal yang terbenar adalah: Jangan sampai kita berpikir semua itu adalah hal yang lumrah. Jangan Pernah.
You know what? There's so consuming! Sekali kita mentolerir hal tersebut ada pada diri kita, maka pada saat itu pula kita akan berteman dengannya.
Sadar atau tidak sadar. Aku sangat bangga, sangat-sangat bangga kalau aku bisa menaklukan sifat-sifat itu setiap kali mereka datang. Aku sangat bersyukur. Sangat.
Sounds hyperbolic. .......But it's not.
Forgiving, cheering something good, smiling others glory is PRETTY GOOOD!
....and relieving.
Try that buddy. Seriously.

Sunday, May 13, 2007

Blitz Bodoh!

Keponakanku ingin sekali nonton Spider-Man 3. Hal itu pula yang mendorong aku untuk membeli tiket nonton di Blitz jauh-jauh hari. Aku beli tiket di hari Kamis kemarin untuk pertunjukan Sabtu jam 14:00. Sialnya hari itu bukan hari yang tepat untuk datang ke Blitz.
Film nya sering putus tiba-tiba. Blank. Suara tidak stereo. Berkali-kali. Puncaknya adalah ketika 10 menit menjelang film itu berakhir, Film putus kembali. Aku pikir hanya sebentar. Tapi ternyata kali ini lama sekali. Tidak ada pengumuman apa pun, apalagi permintaan maaf. Aku akhirnya keluar, sekalian ke toilet. Ternyata diluar pun gelap. Seluruh studio di lantai atas mati. Aku tanya petugasnya dia pun bingung. AC mati, kekesalan pun tentunya memuncak. Aku masih menahan diri, mengingat aku pergi dengan keponakanku. Tapi orang lain beda cerita. Dari mulai anak-anak menangis sampai sumpah serapah. Hal itu berlangsung lebih dari setengah jam.
Penonton dari studio lain sudah mulai menuntun refund. Kalo buat aku refund gak terlalu penting. FILMNYA TINGGAL 10 MENIT LAGI!! Itu yang bikin aku kesal. Aku sudah nonton, tapi keponakanku pasti sangat penasaran. Akhirnya listrik hidup lagi, film dimulai dengan beberapa adegan terpotong.
Yahhh.... Hari itu Blitz adalah bioskop amatiran yang mengesalkan!!

Tuesday, May 01, 2007

Crap

Sabtu kemarin aku sempet browsing situs belanja, dengan harapan ada situs yang menyediakan leather case buat Nokia E61i yang bisa dikirim ke Indonesia. Aku akhirnya menemukan situs boxwave. Seperti biasa aku langsung pesan, kartu kredit pun telah tercharged.
Hari Senin nya email konfirmasi pemesanan aku terima, tapi status transaksinya masih pending. Yah sudah, tertunda gara-gara weekend mungkin.
Tapi pagi tadi aku terima email ini:

Dear Dodi,
Thank you for your recent order with BoxWave!
I am sorry to inform you that we no longer ship to Indonesia due to the increase in fraudulent orders and shipping issues. Your order has been cancelled, and the amount of $43.95 will be refunded back onto the credit card that we have on file for you.
I apologize for the inconvenience this may have caused you.
Please let me know if you have any other questions or concerns!
Best Regards,
Evan
BoxWave Customer Service
http://www.boxwave.com

Grrrrr. Menyebalkan. Selalu begitu. Indonesia seringkali di blacklist. Itu pula alasan kenapa aku hanya berbelanja di Amazon saja. Soalnya cuma situs itu yang begitu berbaik hati dan tidak berburuk sangka, walau hanya terbatas cuma CD, buku dan DVD aja yang boleh di order.
Sampai kapan, ya?

Thursday, April 26, 2007

Rofiq Komar Effendi

Sepulangnya aku dari training ESQ. Ibuku memberi kabar buruk. Pak Rofiq Komar Effendi meninggal dunia. Aku tercekat. Sedih.
Pak Rofiq adalah tetanggaku. Beliau khotib dan imam di mesjid Al-Hidayah. Mesjid komplek rumahku. Mengisi sebagian besar kehidupan Ramadhan ku. Dari mulai aku SD, zaman masih mencatat ceramah tarawih dan subuh. Suara nya yang berat dan alunan yang khas ketika memimpin sholat tak bisa lepas dari kepalaku. Hal itu berlangsung sampai dengan tarawih tahun kemarin. Ternyata tahun itu adalah Ramadhan ku yang terakhir tanpa beliau. Semoga ditempatkan di sisi terbaik disana.
Innalillahi wa innaillaihi roji'un.

ESQ 165

Training ESQ 165 sudah selesai aku jalankan. Seperti yang aku pernah bilang, aku sangat menantikan training ini. Ada semacam harapan training ini akan mengubah hidup aku. Terdengar sedikit desperate mungkin. Dan Naif. Sengaja aku tak mencari informasi mengenai ESQ ini. Tidak dari internet maupun dari orang-orang yang pernah mengikutinya.
Kesan pertama: training ini sangat percaya diri. Sedikit narsis hehe. No problem with that. Berikutnya: melelahkan! Training ini berlangsung 3 hari, dari jam 7 hingga jam 6 sore setiap harinya. Duduk di kursi dikombinasikan dengan bersila. Aku menyiapkan mentalku untuk training ini, tapi tidak dengan fisik-nya. Walhasil aku sering sekali kelelahan. Alias cangkeul kaki.
Metode training ini sangat berbeda. 3 layar lebar, sound system yang dahsyat, ruangan yang luas dan sangat dingin, peserta yang sangat banyak. Sekitar 500 orang. Semuanya satu perusahaan denganku dari berbagai lokasi. Aku gak akan menceritakan detail training ini. Menurut aku training ini sangat islami, mencoba merefresh keimanan kita dengan petunjuk Al-Qur’an dan Hadits. Tidak cocok untuk non muslim. Menggunakan banyak metode di dalamnya. Training ini juga mensinergikan Al Qur’an dengan dunia profesional.
Untuk mengikuti training ini saran aku: Kembangkan batas toleransi selebar-lebarnya, berpikir positif, ikuti semuanya tanpa berpikir bodoh atau tidak, pantas atau tidak, keren atau tidak. Tidak ada salahnya sama sekali kok! Aku memang tidak selalu setuju dengan cara-cara yang dipakai ditraining ini. Tapi aku tidak keberatan sama sekali menuruti perintah training ini. Sujud, takbir sekeras-kerasnya, ikut senam ala anak TK, mendengar orang menangis gak terlalu masalah. Yang ada dikepalaku adalah: training ini adalah satu bentuk yang dipercayai seseorang (Ari Ginanjar Agustian—sang pelopor) untuk mencapai cita-cita yang besar. Sangat besar dan sangat optimis. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mendukung cita-cita itu.
Tanpa disangka, training yang aku harapkan cepat berakhir ternyata sekaligus juga aku rindukan. Tapi apakah ini merubah hidup aku, seperti yang aku inginkan? Hmm pertanyaan berat yang membutuhkan pembuktian sebagai jawaban.

Sunday, April 22, 2007

Sebelum ESQ

Waduh tiba juga kepergianku ke Jakarta untuk training ESQ. Harusnya bulan kemarin. Cuma dibatalkan gara-gara banjir. Aku sudah lama menantikan training ini. Semoga membawa banyak perubahan (yang baik tentunya!). Amin.
Sebelum pergi nonton dulu Maroon 5. Album barunya keluar nanti 22 Mei. Tapi singlenya sudah ada di ipod ku. Maaf Maroon 5 aku mendownload illegally. Tapi aku janji membelinya di kemudian hari.


Selamat tinggal *untuk 3 hari saja*


Friday, April 20, 2007

3 Days Serenade :)

Mulai hari Rabu kemarin aku cuti. 3 hari sampai Jum’at disambung libur Sabtu Minggu dilanjut training ESQ sampai Rabu lagi. Masuk kerja baru hari Kamis nanti. So, I don’t wanna talk about work in any kind of form. Jadi maaf buat yang telpon ttg urusan kerjaan aku cuekin untuk sementara.
Walau cuti aku gak kemana-mana, alias di Bandung saja.
Hari #1, Bangun super pagi, jam 5 subuh, mandi dan tidak tidur lagi. Kepalaku penuh rencana. Cuci mobil. Ke bengkel betulin klakson. Potong rambut ke mantje. Ke tukang jahit, betulin celana sekaligus bikin celana panjang sama celana pendek. Dan akhirnya kerjaan utama: Beres2 kamar. Untungnya si Fanny libur, jadi ada yang bantuin. Stock opname CD, VCD dan DVD juga –yang paling berat—buku2ku. Ditata ulang berdasarkan genre. Memindahkan lokasi. Komik di deretan paling bawah, soalnya buku itu sasaran utama keponakan2ku di kala libur, dan buku serius di paling atas. Wow, ternyata cukup melelahkan. Sorenya dilanjutkan cari sekring dan peralatan lainnya ke Ace Hardware. Ditutup makan malam di Potluck.

Hari #2, Bangun jam 10 pagi. Yuhuu!! Akhirnya aku bangun siang. Sudah sejak lama aku menderita penyakit susah bangun siang. Sumpah, bukannya sombong, tapi aku memang tak pernah bisa. Di hari libur rekor tersiang aku hanyalah jam 7:30, padahal malamnya aku tidur jam dua malam. Menyebalkan. Dilanjut sarapan dan maen game Civilization III sepuasnya. Selepas maghrib aku nonton ke Ciwalk. Kali ini aku menepati janjiku untuk lebih membuka diri dan memberi kesempatan kepada film Indonesia, tak peduli apapun genrenya. Film yang aku tonton, sebuah film horror “Kala”. Film bervisualisasi indah bersetting di “Alternate world” dengan nuansa Indonesia tempo doeloe. Jadi inget film V for Vendetta. Cukup menakutkan di awal film, tapi dengan perlahan dan pasti cerita film ini menjadi semakin ngarang dan mudah untuk dilupakan.

Hari #3, Bangun setengah jam lebih siang dari sebelumnya. Aku mulai khawatir, hehehe. Tetap maen game lagi. Habisnya kagok kalo mau kemana2, sebentar lagi Jum’atan. Baru, deh jam satu-an aku kembali berkelana. Aku mau nengok Inge, temen SMAku yang baru melahirkan. Sambil beli kado aku sekalian daftar fitness. Hehehe, iya nih, mulai ngerasa kegendutan (seolah2 langsing). Better than never!

Masih ada dua hari lagi. Kemana lagi ya?

Saturday, April 14, 2007

Horny.............NOT!

Perjalanan belum berakhir sampai disini. Setelah sampai di kantor, checkpoint kita, semua pulang ke rumah masing-masing termasuk aku. Aku memutuskan untuk ke Parijs van Java terlebih dahulu. Sebuah keputusan yang aku sesali.
Mall itu seperti biasa sangat penuh. Aku tak menemukan barang yang aku maksud. Dan yang lebih parah ketika pulang keluar dari tempat parkir sebuah Land Cruiser super besar mundur dengan kecepatan tinggi seakan hendak menggilas Hyundai Atoz-ku yang mungil. Aku klakson, dia tak berhenti. Secara reflek aku menekan klakson kembali dengan sangat keras. Si mobil besar berhenti, tapi klakson jadi ngadat, sepertinya ada yang lepas. Akibatnya ketika maju klaksonnya seringkali berbunyi dengan keras dan tak bisa berhenti. Aku nyaris panik. Orang-orang pasti menganggapku asshole urakan. Pemilik mobil didepanku bahkan berhenti dan datang ke mobilku. Dengan tatapan pasrah aku mohon maaf dan menjelaskan kondisi klaksonku. Untungnya dia mengerti. Tapi orang lain mungkin tidak. Aku memahaminya. Kadang kudengar teriakan memaki.
Akhirnya aku tak tahan. Aku parkir di bahu jalan. Si klakson kadang masih berbunyi. Sial!
Aku menelpon temen2ku. Sayangnya mereka tak bisa membantu. Desperately, aku tanya 108 dan minta nomor bengkel Hyundai. Setengah sedih aku menelpon bengkel. Aku tahu hari sudah malam, bengkel itu pasti sudah tutup. Tapi untung saja staff bengkelnya ada yang belum pulang. Namanya Mas Teddy. Dia menuntunku untuk mematikan sekring klakson dengan sabar. Setelah berburu dengan waktu, khawatir batterai handphoneku habis, akhirnya klakson sialan itu berhenti berbunyi. Alhamdulillah. Terimakasih banyak, mas...
Hari itu aku sangat sangat bersyukur. Sisa kemacetan aku hadapi dengan tanpa keluhan.

Trip to Bandung Selatan

Sabtu ini aku bangun pagi-pagi. Dan jam 7 teng sudah tiba di kantor. Oh, no kali ini aku tidak bermaksud untuk bekerja. Hari ini kita –aku, ii, herri dan poni—akan kembali bersenang-senang ke Bandung bagian selatan. Perjalanan ini sudah direncanakan sejak sebulan yang lalu. Tentunya we’re all so excited!
Kita pergi tepat setengah jam kemudian naik mobilnya Herri, selain mobilnya besar, sekalian nyobain mobil baru :) Satu mobil aja, biar seru dan gak cape. Perjalanan yang menyenangkan. Jarak yang jauh gak kerasa, soalnya sepanjang jalan penuh obrolan dan ketawa ketiwi. Soreang terlewati. Tapi menjelang kota Ci
widey kita mulai khawatir. Kia Carens punya Herri transmisinya otomatis, jadi setiap tanjakan yang jumlahnya sangat banyak disana, kita semua menahan napas takut mobilnya gak kuat dan meluncur mundur.
Syukurlah hal itu tidak pernah terjadi. Akhirnya kita tiba di perkebunan teh sebelum Situ Patengan dan sarapan dengan sangattt nikmat!! Cuaca hari itu berkabut dan mendung, membuat danau kecil itu terlihat sangat misterius. Kita berpuas diri memfoto diri kita masing-masing. Dan diakhiri dengan naik perahu mengitari situ. Mendayung bergantian diselimuti kabut dan hujan yang akhirnya turun dengan cukup deras ternyata sangat menyenangkan.
Too bad, dalam perjalanan menuju Kebun Teh Walini kita menyaksikan kecelakaan. Motor jatuh tersenggol truk b
esar. Aku melihat bagaimana si pengendara motor tak berdaya di pinggir jalan dengan kepala berlumuran darah. Aku berusaha membantu walau tak bisa berbuat banyak. Aku hanya bisa terbengong. Deja vu dengan kejadian 5 tahun lalu. Korban dibawa truk ke rumah sakit entah di Ciwidey atau Soreang.
Kita berenang, well, tepatnya berendam di Walini, kolam renang air panas ditengah kebun teh yang hari itu kebetulan cukup sepi. Karena takut hujan makin besar, kita langsung ke Kawah Putih. Perjalanan kesan
a kembali menguji Kia Carens Herri. Kali ini ujiannya lebih terjal dan sempit. Melewati perjalanan panjang dan melelahkan akhirnya kita sampai ditujuan disambut angin besar, hujan lebat dan cuaca yang sangat dingin. Indomie rebus kami lahap dalam waktu sekejap. Kawahnya sangat mempesona walau tertutup kabut yang sangat lebat. Benar-benar seperti Lembah Mordor hehehe.
Akhirnya kita memutuskan pulang. Hari pun sudah sore dan bertambah gelap. Sialnya Jl. Kopo hari itu sangat sangat macet. Perjalanan pulang sungguh sebuah perjuangan.

Tuesday, April 10, 2007

Ketika

Efek buruk film dengan sangat menyesal harus aku akui masih aku rasakan sampai detik ini. Aku gak mengerti telah berhari-hari sejak film sequel Nagabonar itu kutonton, masih saja tak bisa lepas dari kepalaku. It really consuming. Banyak hal aku pikirkan, aku renungkan. Lebih gilanya hal itu cukup kuat untuk menghilangkan niat buruk yang melintas tanpa henti di benakku.
It sounds bullshit! But I can’t deny it either. Daripada menghilangkan feeling itu, akhirnya aku mengambil keputusan untuk menarik hikmah dan meluruskan segalanya. Hal itu pula yang membuat aku haus untuk mencari media sejenis. Karena aku pikir nyawanya Nagabonar itu Deddy Mizwar, aku mulai mencari film beliau lainnya.
Film yang aku maksud adalah “Ketika” (2005). Film yang tak pernah aku lirik. Tapi berkat dorongan situs Sinema Indonesia, akhirnya aku membulatkan tekad untuk mencarinya. Hari Minggu kemarin aku keliling Bandung mencari VCD itu. Sayangnya film tersebut bak sudah ditelan bumi. Di tempat rental saja, film itu tak ada. Tapi syukurlah, setelah menguras ingatan, aku memutuskan browsing di disctarra.com, tempat belanja lokal yang dulu banget pernah aku singgahi. Dan di tempat itu aku mendapatkannya.
Baru saja film itu aku selesaikan. Dibintangi Deddy Mizwar, tentunya, Lydia Kandau, Lucky Hakim dan Senandung Nacita, sang putri aktor utama in real life. Dari konteks visual, film ini lebih tepat disebut sinetron berdurasi panjang. Tidak ada yang istimewa. Ceritanya mengisahkan konglomerat korup, Tajir Saldono yang hidup di Indonesia yang adil dan beradab, sebuah kondisi imaginer yang bertolak belakang dengan Indonesia saat ini. Dia dan keluarganya harus menghadapi kenyataan pahit menghadapi kebangkrutan dan kemiskinan.
Muatan nasihat tidak terlalu kental di film ini. Aspek religius bahkan nyaris tak ada. Film ini penuh sindiran untuk pemerintah. Walau tak sekental Nagabonar, pesan di film ini tetap terasa. Akting Pak Deddy tetap menarik walau tidak dalam porsi besar, mungkin memberi kesempatan kepada sang anak.
Buat aku film ini tetap menarik, tetap berguna dan menyisakan keheranan akan kemiripan thema cinta dengan Nagabonar. Is this what he really believe? Tak masalah, sih.

Friday, April 06, 2007

Nagabonar2, Another story.

Kemarin malam ketika aku sedang di Blitz, menonton “Nagabonar Jadi 2” temanku kirim SMS: Kalau mau ikut acara nonton bareng Nagabonar besok jam 12, tiket bisa diambil di aku. Ihh…aku kan lagi nonton film itu! Lagian besok Jum’at dan harus jum’atan.
Hari ini aku libur, bangun siang maen game selepas bangun tidur nonstop sampai sholat Jum’at. Hari itu aku gak liat handphone yang entah dimana. Selepas Jum’atan aku berniat akan melanjutkan game komputerku. Sebelum itu aku cari dulu handphone, setelah ketemu dibawah bantal ternyata ada missed call. Bu Riri, managerku dulu. Aduh ada apa? Aku telpon terputus dan gak jelas. Low batt kayaknya. Tapi aku tau beliau ada di Blitz. Ah sudahlah, pikirku.
Tapi sambil ganti baju, tiba2 aku tersentak!! Anjrit! Kalo ada acara nonton bareng biasanya kan disambung jumpa fans!! Tanpa pikir panjang aku langsung naik mobil, ambil kamera langsung tancap gas. Jarak dari Blitz ke rumah aku memang dekat. Tapi menempuhnya dalam 5 menit saja sungguh sangat superb. Syukurlah aku menemukan stand Telkomsel disana. Acara itu gratisan dan cuma bisa ditonton pelanggan Telkomsel. Untung aku pengguna setianya. Hehehe. Aku mendapat tiket dengan sangat mudah, mengingat panitya teman-temanku.
Akhirnya aku kembali menonton film itu untuk yang kedua kalinya. Kali ini aku cukup bisa menahan tangisku. Ternyata bila menonton tanpa air mata, jalan cerita utamanya tidak samar kok! Hehe.. Menjelang akhir film aku tahu dari temenku kalau barisan Cast “Nagabonar Jadi 2” sudah datang. Setelah selesai film aku langsung setengah berlari menuju cafe outdoor Blitz. Sulit juga,
mengingat bioskop hari itu sangatlah penuh.
Disana sudah banyak yang sedang foto bersama Tora Sudiro, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Mike Mulyadro, si pemeran Jaki, temen arab Bonaga. Aku hanya melihat-lihat dan tetap mencari aktor pujaanku, Deddy Mizwar. Dan Oh My God, dia ternyata tak jauh di depanku! Aku gemetar, dan mengajak salaman dan juga tentunya foto bersama. Dia bilang terimakasih sudah menonton filmnya. Lidahku mendadak kelu tak bisa menjawabnya. Hanya senyum. Orang hebat itu ternyata begitu humble.
Hahaha sore itu aku tak berbeda dengan para ABG yang berteriak memanggil Tora Sudiro.
Alhamdulillah, cita-citaku kemarin tak disangka menjadi kenyataan.

Thursday, April 05, 2007

Deddy Mizwar, The Great


Pulang kerja kembali pikiran aku kosong. Pikiran melayang kemana-mana. Dan tiba-tiba saja pikiranku membujuk aku untuk membeli topi baru di Parijs Van Java. Aku menurutinya. Gerbang masuk terlihat padat. Aku lupa, besok adalah weekend paskah tiga hari yang artinya hari ini sama dengan malam minggu di waktu biasa. Aku berinisiatif parkir di atas dan mendapat tempat sangat strategis, di depan pintu masuk Blitz Megaplex. Tanpa aku sadari aku mendapatkan diriku sudah di depan loket pembelian tiket nonton. Dan aku pun cukup heran ketika telah mendapatkan satu buah tiket di theatre 5 untuk menonton “Nagabonar Jadi 2”. Gosh, I must be drinking.
Seperti sudah aku bilang aku suka Deddy Mizwar di masa tua dan berpikir di masa mudanya biasa saja. Aku telah menonton The Original Nagabonar puluhan tahun lalu dan aku tidak menyukainya. Jadi alasan aku menonton film ini jelas hanya untuk The Legend tadi.
Diceritakan Nagabonar harus pergi ke Jakarta untuk mengikuti peresmian pabrik anaknya –Bonaga (Tora Sudiro), seorang pengusaha lulusan luar negeri. Selebihnya tidak sulit ditebak, pergulatan dua zaman yang berbeda akan menjadi thema dominan di film bersponsor banyak ini.
Tidak sulit untuk beradaptasi dengan film Nagabonar 2. Dalam 5 menit pertama aku sudah sangat nyaman. Walau deretan belakang ku penuh dengan gadis yang sepertinya lulusan “Anjing university”, soalnya dia memakai kata anjing di setiap obrolannya. Baik kagum maupun lucu. Film ini tak diragukan lagi memang lucu. Naskahnya cerdas. Semua pemerannya bermain sangat bagus dan lepas. Tapi yang membuat aku sangat kagum sampai akhir film tak lain adalah the Great Deddy Mizwar.
Sumpah disaat penonton lain tertawa, aku tak bisa berhenti menangis, kagum akan beliau. Bahkan sampai perjalanan pulang rasa kagum itu tak bias hilang. Ya, selain sebagai aktor utama, beliau juga sebagai penyusun naskah dan sutradara.
Film ini tak hanya menjual komersialisme, tapi tak juga menghindarinya. Aku sangat takjub akan keberaniannya menyelipkan nasionalisme dan aspek religius di film ini. Banyak pesan, bahkan terlalu banyak. Tapi aku mengerti, sepertinya beliau sangat ingin film ini gak hanya menghasilkan uang dan hiburan belaka. Aku seperti mendengarkan nasihat orang tua di film ini. Nasihat yang memang ingin aku dengarkan. Kekaguman ini bahkan menjadikan alur cerita utama yang menjadi samar seakan tak penting lagi.
Aku percaya beliau adalah seorang yang besar. Aku sangat ingin bertemu beliau.

Wednesday, April 04, 2007

Music Review: Elliot Yamin


Akhirnya tiba juga pesanan aku! Setelah pre-order dari tanggal 2 Maret lalu, tiba juga CD Elliot Yamin ini. Sebetulnya sebelum tanggal release, album ini sudah bocor beberapa single-nya dan bisa dengan mudah di download di multiply. Gratis pula. Tapi aku gak tega.

Album ini baru release tanggal 20 Maret. Single pertama, "Movin' On" adalah hal yang membuat aku sangat yakin untuk membeli CD ini. Walau banyak album alumni American Idol yang mengecewakan (Ruben album kedua, Taylor Hicks, Bo Bice, Katherine McPhee), aku sangat berharap Elliot tidak begitu.

Setelah menyimak semua track di album ini, Aku berkesimpulan suka Movin' On (tentunya), Wait For You, One Word dan pastinya A Song For You, single yang kembali menjadi terkenal setelah ada di album kompilasi American Idol season 5. Tapi jangan salah, Elliot menyanyikan lagu tersebut di album ini dengan agak berbeda. Sadly, secara album aku harus bilang album ini biasa. Not superb, tapi juga tidak mengecewakan. Aku masih berharap album kedua...

Monday, April 02, 2007

Put Your Head On!

One thing you should keep in your head is: Don't go near a mall without your head. Karena akibatnya akan buruk. Hari Minggu kemarin aku masuk kantor. Awal bulan artinya banyak report. Siang hari katanya badai menerjang Bandung, walau aku gak merasakan apa-apa. Tenggelam di depan komputer.
Pulang sekitar jam 5 sore. Cuaca kelabu masih menyelimuti. Actually, that's my kind of weather! Aku berencana ke Parijs Van Java sekalian pulang mau beli roti di BreadTalk. Di tengah jalan kakakku telepon nitip beliin buku Matematika Penekanan Pada Berhitung (iihhh!) kelas 5 karangan M. Khafid, penerbit Erlangga. Jadi sekalian aja. Sialnya buku itu gak ada, ditambah BreadTalk yang penuh. Aku hanya beli satu cheese muffin saja. Tiba-tiba aku jadi kehilangan selera.
Seringkali aku keliling mall tanpa konsentrasi penuh, yang biasanya berujung membeli barang-barang yang tak perlu. Hari itu pun tak terkecuali. Sambil pulang menuju parkiran aku beli Green Tea w/ Ice Blended. Di tengah jalan aku berpikir, sekalian aja ke Flamboyant, disana juga ada toko buku.
Ternyata di toko buku itu juga gak ada. Aku malah beli novel 4 buah. Sekalian ah ke Hero (masih di mall itu), aku titipin novel tadi di penitipan barang. Aku membeli sosis dan 2 botol green tea. Buat di jalan ah, pikirku.
Setelah sampai di mobil aku merasa tolol, bagaimana mungkin aku membeli 2 botol green tea buat di jalan. Green Tea hasil beli di Parijs Van Java tadi aja belum habis. Bodoh! Aku langsung pulang dengan sedikit dongkol.
Setelah sampai di rumah aku teringat: NOVEL TADI BELUM DI AMBIL DI PENITIPAN!! Gosh.. sore yang menyebalkan! Pulang nanti aku terpaksa harus kesana lagi!!!!

Friday, March 30, 2007

Meet The Robinsons

Setelah kesibukan demi kesibukan di kantor menyita kebanyakan waktuku. Kemarin malam sepulang kantor aku memutuskan untuk kembali ke bioskop. Minggu ini lumayan banyak film baru yang mulai premiere. Mr. Bean's Holiday, Naga Bonar Jadi 2, dan Meet The Robinson. Bukan keputusan yang terlalu sulit. Walau aku lumayan kangen juga dengan my favourite Indonesian actor, Deddy Mizwar, aku akhirnya memilih film-nya disney.

Aku nonton di Ciwalk XXI. Syukurlah gak terlalu penuh. Sebelum filmnya mulai, diputer dulu film pendek disney classic, Mickey, Donald dan Goofy. Gosh..sudah lama banget aku gak nonton karakter2 itu!

Filmnya bercerita tentang seorang anak bernama Lewis yang sejak bayi ditinggalkan ibunya di sebuah Panti Asuhan. Lewis kesulitan mendapatkan orang tua angkat yang berminat mengadopsinya. Hal ini dikarenakan dia adalah anak yang unik, jenius dan selalu berkutat dengan penemuan-penemuan anehnya. Semua itu akhirnya berakhir ketika tiba-tiba datang seorang anak sebayanya --Wilbur-- yang datang dari masa depan dan meminta bantuan Lewis. Perjalanan ke masa depan sangat mempesona, terlebih ketika tanpa sengaja Lewis berkenalan dengan keluarga Robinson, keluarganya Wilbur.

Secara visual film ini sangat menyenangkan. Memang kita akan bertanya-tanya sepanjang film kenapa keluarga Robinson begitu aneh. Tapi semua itu akan terjawab di akhir film. Themanya ringan, walau ternyata pesan moralnya cukup berat. Jangan terlalu memperhatikan bad thing, selalu positif and move forward...

Sunday, March 25, 2007

Heroes. Save The Cheerleader Save The World!


Serial pendatang baru tahun 2006 adalah Prison Break. And it was HOT! Tapi tahun ini adalah tahunnya Heroes! Serial yang kebetulan diputar di TV kabel, padahal di negara asalnya serial ini juga sedang berlangsung season 1. Jadi gak ketinggalan amat.
Serial hebat ini mengisahkan perjalanan manusia yang kebetulan memiliki kekuatan super. Terdengar seperti X-Men bukan. Sedikit mirip, tapi serial ini jauh lebih membumi, tidak ada kekuatan yang terlalu berlebihan dan jangan berharap mereka akan memakai baju ketat. Karakter yang ada adalah Claire Bennet, si cheerleader yang bisa menyembuhkan diri sendiri. Nathan dan Peter Petrelli yang memiliki kekuatan yang sama (atau tidak?) yaitu terbang. Hiro, si orang Jepang favorit aku yang bisa menembus dimensi ruang dan waktu.
Semua karakter bergelut dengan keraguan, hubungan dengan manusia "biasa", sampai ketegangan menghadapi si penjahat berantai yang juga berkekuatan super menakutkan "Sylar".
Aku sangat tak sabar menanti episode demi episode. Akhirnya aku membeli bajakannya (yang anehnya sudah tersebar walaupun season ini masih cukup jauh dari usai). Rencananya season ini terdiri atas 23 episode, dan aku sendiri baru nonton sampai dengan episode ke 15.
Sangat-sangat menggemaskan. Sampai-sampai aku browsing youtube hehehe.

Friday, March 16, 2007

300

Aku baru pulang dari Ciwalk XXI. Nonton 300. Salah satu film yang aku tunggu di tahun ini. Asalnya mau nonton sama Pebe. Sayangnya dia dapet kerjaan mendadak. Sorry ya, be kali ini aku nonton sendirian.
Film ini hebat. Visualisasinya sangat menakjubkan. Seperti melihat story board yang bergerak lebih indah. Well hal ini memang tak aneh, mengingat film ini memang diadaptasi dari komik karya Frank Miller (ingat Sin City?) Film ini menceritakan perlawanan bangsa Sparta melawan Persia yang berniat menguasai seluruh Yunani. Persia yang dipimpin Xerxes memiliki jutaan bala tentara yang terkenal sangat kuat, terutama barisan elit penjaga raja yang disebut Immortals. Raja Leonidas memimpin barisan tentara gagah berani dan nyaris telanjang (hehe) di pihak Sparta. Walau hanya berjumlah 300, tentara Sparta tidak mudah dikalahkan.
Sekali lagi film ini sangat sangat indah. Walau adegan pertempuran sangat sadis, akan tetapi setiap gerak dikombinasikan dengan teknik kamera dan effect yang superb.
Highly recommended.

Another Farewell

Sore tadi adalah sore yang melelahkan. Segenap pekerjaan akhirnya tuntas walau menyisakan PR. Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. Sore tadi pula, temanku datang menghampiri meja. Dia adalah Mas Sacky. Membawa berita buruk (untukku). Pamit. Pindah ke Jakarta, tidak lagi di lantai 10. Tidak lagi akan menebar kegilaan di mejaku.
Usia kami terbeda jauh. Kami kenal belum lama. Tapi dia adalah teman terbaik untuk bercerita mengenai musik, hiruk pikuk kegilaan masa muda(nya).
Semoga betah disana ya, mas! Til we meet again!

Tuesday, March 13, 2007

The Turqoise Movie

Sudah lama juga ga nonton film di bioskop. Akhirnya aku memutuskan untuk memaksakan diri nonton Pathfinder. Film yang sudah lebih dari seminggu main di Bandung. Padahal di Amerika saja filmnya baru premiere 13 April nanti. Aku nonton di Ciwalk lama, bukan yang XXI. Dan aku baru tahu kalo Senin Selasa bayarnya cuma 10.000. Hebat!!
Filmnya tidak mengecewakan. Bersetting di beratus tahun sebelum Columbus menemukan Amerika --correction, tepatnya Santo Domingo. Ketika itu bangsa viking yang sadis menjelajah daratan Amerika yang dihuni bangsa Indian. Diawali dengan seorang ibu Indian yang menemukan anak kecil bangsa Viking di reruntuhan kapal laut bangsa Viking. Si anak kemudian tinggal bersama bangsa itu. 15 tahun kemudian ia menjelma menjadi satu-satunya pemuda yang menguasai pedang, senjata bangsa Viking. Pemuda itu, Ghost (diperankan Karl Urban, si pimpinan Rohirrim, ksatria berkuda bangsa Rohan di The Lord of The Rings) akhirnya harus berjuang membela kaum Indian dari keganasan bangsanya sendiri.
Secara cerita, sebetulnya film ini tidak terlalu istimewa. Tapi gambar yang disuguhkan sangatlah menakjubkan. Scene demi scene bertaburkan warna turqoise dan salju. Pertarungan digambarkan sangat sadis dan penuh darah. Untungnya aku gak nonton sama anak-anak. Sungguh menghibur untuk malam yang melelahkan!

Monday, March 12, 2007

Theme Hospital

Setelah sudah sekian lama zoo tycoon membuat aku bosan. Aku tak lagi main game yang serius. Paling main game-game cemen seperti Zuma, Madcaps dan sejenisnya. Sampai kemarin malam. Aku coba main game yang sudah sekian lama ada di komputerku. Bahkan dulu banget jaman kuliah game ini sempet aku mainkan. Tapi tak pernah sampai tamat. Game itu adalah "Theme Hospital".
Niatnya hanya iseng mengusir kebosanan. Tapi ternyata game itu berhasil menyihirku sampai jam satu malam. Game ini menyuruh kita untuk mendesain dan mengelola sebuah rumah sakit, lengkap dengan pemilihan dokter, perawat, resepsionis sampai office boy. Tiap level targetnya berbeda pula. Penyakitnya aneh-aneh. Dari mulai Golfstone, hairytis (sekujur tubuh berbulu), bloaty head (kepala mengembung) dan banyak lagi. Ditambah ada gempa segala. Saat ini levelku sudah cukup tinggi.
Dan aku gak sabar untuk kembali ke komputerku di rumah...

Sunday, March 11, 2007

Weekend Asik

Sabtu Minggu libur artinya bersenang-senang. Setelah gak kemana-mana weekend kemarin dikarenakan laporan bulanan dan masa penyembuhan. Sabtu kemarin aku berkeliling Bandung sama si Fanny, keponakanku. Mengurus segala macam yang berhubungan dengan bank dan investasi (kebetulan bank nya buka di hari Sabtu), foto-foto di Jonas (asli tidak direncanakan!) dan karaoke di Inul Vizta. Malemnya gak kemana2, ketemuan sama Horatio Caine di CSI:Miami Season 4. Dan tadi pagi waktunya untuk bergerak. Setelah cuci mobil, aku berenang. Ngajak Azhar sama Fikri. And thanks to my brand new camera! Maen air jadi makin asik!! Yuhu…

Thursday, March 08, 2007

Bowlers' Night

Setelah sudah sangat lama tidak bowling. Kami --aku, Kang Anc (sang guru), Herri dan Iiy-- memutuskan untuk kembali bowling di Guba, Bandung SuperMal. Kegemaranku akan bowling sebenarnya belum terlalu lama. Sekitar 2 tahun yang lalu. Dilatih Kang Anc.
Walau satu guru, gaya kita berbeda-beda. Sang guru tentu saja gayanya paling sempurna. Gayanya sungguh bowler sejati. Aku dan iiy nyaris sama. Gaya tidak Indah. Sedangkan Herri yang paling unik. Gaya maling ayam. Soalnya sebelum menggelindingkan bola, langkahnya mengendap-endap. Walau aneh, Herri seringkali mengalahkan kita semua. Huh!
Tapi kemarin hasilnya sangat berbeda. Babak 1 dimenangkan Iiy dengan skor 116, aku sendiri hanya 88. Di babak kedua...jreng..jreng..pemenangnya Aku!! dengan skor 126. Cihuyy!! Ini adalah kemenangan pertama aku. Hehehe. Tapi yang paling penting, We all have the good times!
Sampai ketemu di game berikutnya guys!!

Friday, March 02, 2007

American Idol Fever

American Idol sudah menginjak 20 besar. Aku masih belum bisa melupakan Elliot Yamin.
Kali ini yang menarik perhatian aku adalah Blake Lewis. Suaranya tidak sehebat Elliot memang, tapi dia sejauh ini modern dan edgy. Dan dia bisa beat boxing! Wow.
Tetap saja, aku masih menunggu album Elliot.
Sekedar pengobat kangen aku browsing You Tube dan nemu Elliot duet dengan Mary J Blige

Kerren!

Wednesday, February 28, 2007

My Lovely Mantjeu(s)

Kalau aku disuruh memilih sesuatu yang ada di Bandung yang tak bisa aku tergantikan di tempat lain. First thing, pasti aku akan memilih Mantjeu. Hahaha, sebetulnya Mantjeu hanyalah sebutan yang aku karang untuk my fabulous hairdressers.
Tempat cukur rambut langganan aku sejak SMA adalah Saluyu Barber Shop di Jl. Gegerkalong. Tukung cukurnya ada 3 orang, terlihat serupa dan seperti bersaudara. Berkumis, berbadan tinggi besar dan berambut klimis. Aku gak tahu satu pun nama-namanya. Dari dulu sampai sekarang. Jadi biasanya aku hanya bilang Kang, untuk sebutannya. Mereka berasal dari Garut, Cibatu tepatnya.
Aku sangat memuja mereka. Tiga-tiganya langganan aku. Mereka sangat hapal dan mengerti potongan rambut yang aku inginkan. Biasanya memang pendek mendekati botak. Tapi aku pernah mencoba potongan rambut panjang pun mereka tetap ahli. Tempat potong rambutnya sangat sederhana. Lebih tepat berupa koridor yang dipenuhi cermin dan kursi cukur rambut. Disini hanya menerima potong rambut. Tak ada yang namanya keramas. Jadi kalo habis dicukur suka gatal2. Hehehe, keramasnya di rumah aja. Potong rambut di Mantjeu sangat nyaman, diterpa angin sepoi-sepoi ditemani radio Sinta Buana atau Lita sari yang mengumandangkan lagu-lagu sunda atau pop Indonesia. Tak pernah dangdut apalagi lagu barat.
Sangat berat bagiku berada di kota lain untuk waktu yang lama. Pernah aku tinggal di Semarang selama lebih dari 6 bulan. Sangat sulit mencari salon ataupun barber shop yang bisa menandingi Mantjeu. Setelah mengalami kegagalan demi kegagalan dari salon mahal maupun murah di sana. Akhirnya dengan terpaksa aku kembali ke Bandung.
Sebenarnya kenapa aku menyebutnya Mantjeu? Hehehe. Akan jauh lebih Ok kalo temen-temenku tanya potong rambut dimana? Mantjeu lebih keren dibanding Saluyu kan?
Kemarin, sehabis dirawat di Rumah Sakit mereka menghadiahkan haircut baru buat aku. A Very edgy haircut. Temanku kaget. Aku gak keberatan sedikitpun.

Book Review: The Last Juror


Aku sangat kangen dengan John Grisham. Dan sudah sangat lama aku tidak membaca novelnya. Aku rindu dengan ketegangan berbalut drama hukum ala The Client atau A Time To Kill. Dan untung saja minggu kemarin aku menemukan novel "The Last Juror" yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia di Gramedia. Buku ini sudah aku tunggu sejak lama.
Buku ini mengisi hari-hari aku ketika di Rumah Sakit. Sayangnya buku ini buku yang tidak tepat untuk menghibur hari-hari yang sakit. Preview buku ini sangat menjanjikan. Bersetting tahun 1970an di Clanton, Mississippi yang tentunya mengingatkan aku akan buku A Time To Kill dan isu rasialismenya. Bercerita tentang kedatangan seorang mahasiswa dari Syracuse yang terpelajar, Willie Traynor, ke kota Clanton yang sangat bersahaja dan jauh dari hingar bingar. Willie akhirnya membeli satu-satunya koran mingguan yang ada disana, dan memberikan nuansa baru pada kota itu. Nuansa kota itu berubah setelah terjadi pembunuhan keji yang dilakukan oleh bajingan kelas kakap, Danny Padgitt, yang ditengah-tengah sidang melontarkan ancaman akan membunuh semua jajaran juri bila memvonis dia bersalah.
Sampai disini Anda pasti mengira, novel ini akan berisi kengerian penduduk kota akan kebengisan Danny Padgitt kan? Sama seperti saya, Anda semua akan tertipu. Novel ini hanya akan memaparkan perjalanan Willie Traynor yang menjalin persahabatan dengan seisi kota, terutama dengan Sang Juri Terakhir, Miss Callie, si kulit hitam yang sangat terpelajar. Di tengah-tengah buku, novel ini terasa melelahkan dan tua.
Sebetulnya tidak ada yang terlalu salah dengan novel ini. Akan tetapi promo buku ini yang seakan-akan The Last Juror bergenre thriller sungguh sangat mengesalkan.

Tuesday, February 27, 2007

Alhamdulillah.

3 hari 4 malam di Advent sudah lebih dari cukup bagiku. Aku sengaja tak mau menceritakan dengan detail. Ya, aku mencoba melupakannya. Dan tak akan sudi untuk kembali kesana.
Aku sangat berusaha untuk sembuh. Sangat ingin meninggalkan ruang 412 so bad!
Alhamdulillah aku disini sekarang. Di tempat selain ruang Rumah Sakit.

Wednesday, February 21, 2007

Bad news

Bad news.
trombosit ku menurun jauh ke angka 158000.
Setelah Senin sebelumnya ada di kisaran 232000.
sigh.

Tuesday, February 20, 2007

Blog baru

Kemarin malam aku tak bisa tidur.
Otakku menerawang.
dan hari ini akhirnya aku putuskan untuk membuka situs baru...
Ladies & Gentleman...
silahkan klik: Bintang Temanku

Monday, February 19, 2007

DBD sialan!

Here I am. Duduk lemah di kamar ditemani my dear MacKenzie. Aku disarankan beristirahat, banyak minum, dan mengkonsumsi multivitamin. Ya, setelah diperiksa aku dicurigai memiliki gejala Demam Berdarah Dengue. Si penyakit sialan itu memang sedang trend di Indonesia, including my neighbourhood. Jadi Tar, dan Mas Us, sukurlah lemah lesu ini bukan dikarenakan renang kemarin. Jadi Insya Allah aku tak akan berhenti olahraga jika sudah lebih fit nanti.
Dokter yang memeriksa aku adalah dr Charles. Dia seperti menahan ketawa saat aku menyebutkan kalau obat yang aku minum untuk meredakan demam adalah OBH. Seharusnya dia tau kalo OBH mengandung paracetamol dan epedhrin yang cukup mengatasi demam. Aku gak tau kenapa dia ketawa, padahal dia sendiri menyarankan panadol. Huh!
Yah, sudahlah. Tampaknya aku memang harus istirahat.

Weekend di Tempat Tidur

Kemarin aku libur dua hari. Banyak rencana sudah aku siapkan. Tapi apa daya semua itu harus musnah dan aku relakan berlalu. Ya, dua hari itu aku tepar. Panas dingin tiada akhir, seperti flu, tapi tidak terasa radang, ataupun pilek dan batuk, kecuali demam dan sakit badan. Mau ke dokter, kebetulan hari Minggu kemarin bertepatan dengan hari Imlek. Jadi pada tutup.
Mau bergerak sedikit aja susahnya minta ampun, obat yang aku minum adalah my lovely OBH. Setelah minum obat ini demam ku menurun, keringatan malah, tapi akibatnya adalah ngantuk. Jadi aku tidur nyaris sepanjang hari. Satu hal yang paling mengganggu kalau kita demam adalah mimpi. Ya, mimpi nya suka aneh-aneh, dari mulai tampilan mikroskop serat kain, sampai potongan pidato Martin Luther King. Sangat sangat aneh.
Sekarang demamnya sudah jauh berkurang, cuman lemah lesunya masih ada. Rencananya jam 9an nanti aku ke Advent mau periksa.
Do'akan ya, teman-teman...

Friday, February 16, 2007

Semoga

Yuhuu...
20 laps swimming kemarin.
Segar dan pegal!
Semoga gak bosan. Penyakit burukku.
Amin.

Thursday, February 15, 2007

Ghost Rider, From hell

Kemarin aku menonton film yang baru premir. Ghost Rider. Satu lagi komik Marvel yang difilmkan. Kali ini di Ciwalk XXI. Habisnya di Blitz jam tayang nya gak cocok. Dan sumpahhhh ini adalah film yang sangat datar dan buruukkkkk sekali. Gosh, aku sangat tersiksa selama hampir dua jam.
Tidak ada yang istimewa dari film ini. Alur cerita sungguh datar, tanpa emosi. Nic Cage jelas ketuaan. Akting semua pendukungnya sangattt biasa, Cage, Eva Mendes, Peter Fonda semuanya deh. Asli, special effect yang lumayan menjadi such a waste of money.
Setelah aku keluar dari bioskop. Aku totally merasa terrampok!

Monday, February 12, 2007

This Early Morning

Aduh kepagian, nih. Jam 7 kurang udah nyampe kantor. Habisnya tadi harus nganterin si Azhar sama Fikri, keponakan2ku ke sekolah dulu. Bapaknya gak bisa nganterin, lagi sakit. Jadi aja browsing dengan leluasa dulu.
  • World Press Photo, Liat pemenang2 nya tahun ini. Fotonya keren-keren. Favorit aku adalah Pemenang ketiga kategori Arts & Entertainment berjudul "Traveling Cinema". Cool
  • People.com, sekedar memuaskan mata. Dan membuatku ingat kalo pagi ini acara Grammy Awards. Semoga tv kabel di kantorku pagi ini gak ngadat.
  • Download "Who Are You" dari The Who yang jadi soundtracknya CSI:Crime Scene Investigation. Mumpung lagi cepet internetnya.

Let's pray this whole day will be great as this morning!

Thursday, February 08, 2007

Olahraga, yuk!

Dengan sangat berat hati tadi pagi aku memutuskan pulang dari kantor. Tiba-tiba aku merasa sangat-sangat lelah. Badanku melunglai setiap aku mulai bekerja. Sejujurnya aku ketakutan. Aku takut berpenyakit diabetes. Aku suka yang manis-manis, memang. Teh botol dan teh kotak adalah teman baikku. Penyakit gula itu sangat-sangat aku takuti, apalagi setelah mendengar cerita Mas Djoni --my Semarang's brother-- yang bergelut dengan penyakit itu.
Aku harus ke dokter. Aku akhirnya berkonsultasi dengan dr. Denese -- my 3fis1 classmate-- via SMS. Dia bilang: maaf, kalo gemuk sebaiknya cek EKG, profil lemak darah dan profil gula darah ke lab. Hehehe, kamu masih aja ramah. Gak usah pake maaf, aku memang gemuk :) Thanks a lot ya nese! Tanpa pikir panjang, walaupun aku tak berpuasa sebelumnya, aku langsung ke lab. Hasilnya baru bisa diambil sore.
Aku pulang. tidur. masih saja lemas. Oh, aku merasa tak berdaya. Ingin melakukan banyak hal, tapi sepertinya badanku hanya ingin tinggal di suatu tempat dan diam saja. Ba'da maghrib aku ke Dr Darmariah, dokter deket rumah yang sudah menangani aku dari jaman SMP. Guess what: Gula, urine, kolesterol Alhamdulillah baik-baik saja. Yang jelas aku kegemukan dan harus memulai olahraga.
Sungguh memalukan. Memang aku akui, olahraga adalah resolusi yang selalu aku tetapkan dan selalu aku abaikan. Saatnya aku meneguhkan hati. It's now or never. Aku harus mulai hidup teratur dan berolahraga.
It's time to say hello to my dusty running shoes.

Tuesday, February 06, 2007

Strange World. Strange Man.

You know what sadar atau tidak sadar, sebagai orang yang tinggal di Indonesia dan tidak pernah tinggal lama di luar negeri, kita --well, tepatnya aku-- pasti ngerasa orang bule sebagai orang yang lebih superior. Lebih pintar dan lebih rasional. Tapi itu dulu. Sekarang aku gak begitu lagi. Belum 100% sih, tapi jauh lebih berkurang.
Pada dasarnya, akhirnya aku menyadari "orang" pada dasarnya sama, ada yang pintar, ada yg menyebalkan, ada yang mistis dan lain sebagainya di semua kalangan tanpa batas ras ataupun negara. Dan aku lebih yakin lagi setelah kejadian yang terjadi barusan. Ya. tadi banget.
Pekerjaan ku adalah customer service. Tepatnya call center. Tempat yang sering dijadikan apapun oleh banyak orang. Karena gratis orang-orang suka komplen, meminta, menangis --seriously--, sekedar bilang hai, ngomong jorok, atau apapun ke call center. Hal itu pula yang dilakukan seorang pelanggan, Mr. X. Dia komplen yang berujung marah-marah dan menuduh agent yg menanganinya tidak sopan dan menutup telepon. Si Mr X itu sampai datang pagi ini, dan menuntut pertanggungjawaban. Servis yang tidak bertanggungjawab, katanya. Dia menunggu selama 40 menit dan ditutup!
Yay.. here we go, pikirku, saatnya bekerja. Akhirnya si Mr. X itu yang ternyata bule mirip Sean Connery ditangani oleh dua temenku. Kita menganalisa, cek dan ricek masalahnya seperti apa, mendengarkan rekaman si agent. Yang ternyata berdurasi 8 menit (kok dia bisa sampai nunggu 40 menit, ya?). Si agent sudah ikut aturan. Akhirnya kita memberikan jawaban dan menguraikan rincian penyelesaian permasalahan. Berdebat. Mendengarkan masukannya. Hal ini berlangsung lebih dari satu jam. Melelahkan. Tapi apa yang terjadi?? ternyata si Mister itu tujuan akhirnya adalah memasukan lamaran untuk keponakannya!! Gosh! Lamaran telah disiapkan. Dengan rapi. What the...
Cara yang aneh. He definitely chose the wrong door. Door for Moron.

Nonton Film Indonesia (lagi)

Aku akhirnya memenuhi janjiku untuk nonton film Indonesia lagi. Walau aku sendiri gak nyangka se-soon ini. Datang jam 6-an, sore, udah nyampe di Ciwalk, gak langsung beli tiket, kelalang keliling dulu. Nggak bakalan ngantri. Santai aja. Dan ternyata itu bodoh. Aku dan pebe terlalu underestimate. Penuh, ternyata. Walhasil aku kebagian duduk paling depan. Njirr..
Film apa sih emangnya? Judulnya d'bijis. Film yang dimeriahkan Tora Sudiro, Gary Iskak, Indra Birowo, Rianti Cartwright dan Darius. Tapi jangan harap Darius bakalan maen lama ya. Pinter juga, kaya Wes Craven di "Scream" yang ngejual Drew Barrymore yang langsung mati di awal film.
Filmnya tentang reuni grup band glam rock yang dulu nyaris rekaman, tapi bubar gara2 vokalisnya pingsan di panggung. Cukup renyah. Penonton di seisi bioskop tampaknya sangat fun. Gary Iskak sebagai scene stealer di film ini, walau dialognya jadi monoton di akhir2 film. Banyak hal yang lucu. Aku agak surprise dengan Indra Birowo di film ini, blending. Sayangnya timeline yang dibangun film ini agak absurd. Di sisi lain digambarkan perjalanan latihan mereka yg lamban, dilain sisi kehamilan istri Indra Birowo yg cepat besar.
Film ini sejujurnya membuat aku terharu. Ternyata film Indonesia bisa membuat bahagia penontonnya. Aku memang terlambat.

Saturday, February 03, 2007

Banjirr Batavia

Jakarta banjir sudah dua hari ini. Semua kalangan mengalami banyak kesulitan. Di kantor pusat perusahaan aku bekerja hari Jum'at kemarin agak lengang. Orang-orang kesulitan pergi ke kantor. Macet dimana-mana. Rumah-rumah tergenang.
Cukup jauh memang dari Bandung, tapi begitu banyak hal yang sangat bergantung pada kota metropolitan itu. Temen2ku yang kebetulan hari itu ada di Jakarta untuk urusan kerjaan, terjebak tak bisa pulang ke Bandung. Pergi jam 5 sore, sampai di Bandung jam 2 malam. Pfiuhh... What a long journey! Aku sendiri dijadwalkan Rabu depan training ESQ di Jakarta selama tiga hari.
Sampai tadi liat di TV banjir belum ada tanda2 mereda. Orang2 sudah mulai kelelahan dan kekurangan.
Semoga bencana ini cepat berakhir. Amin.

Wednesday, January 31, 2007

Ini Tarot Aku


You are The Hierophant


Divine Wisdom. Manifestation. Explanation. Teaching.

All things relating to education, patience, help from superiors.The Hierophant is often considered to be a Guardian Angel.

The Hierophant's purpose is to bring the spiritual down to Earth. Where the High Priestess between her two pillars deals with realms beyond this Earth, the Hierophant (or High Priest) deals with worldly problems. He is well suited to do this because he strives to create harmony and peace in the midst of a crisis. The Hierophant's only problem is that he can be stubborn and hidebound. At his best, he is wise and soothing, at his worst, he is an unbending traditionalist.

What Tarot Card are You?
Take the Test to Find Out.

Ikutan Tari nih, nyobain something supertitious (atau enggak juga, ya?). Lucu juga.

Tuesday, January 30, 2007

Thank God, MacKenzie is back!

Akhirnya my macbook kembali di tangan. Terimakasih banyak i4day. Sekarang aku bisa berinternetan kembali di rumah. Such a relieve! Dan aku rasanya makin cinta sama notebook ini. Mmm, niru Tari ah, macbook nya aku kasih nama. It's official....Introducing: MacKenzie!

Rahmat Azis

Call me a man who trapped by the past. Because maybe I do so. Seringkali aku gak bisa melupakan apalagi menghilangkan kenangan masa lalu. Baik yang buruk, lucu atau kenangan indah. Seminggu ini aku seringkali bermimpi. Pak Rahmat Azis datang ke rumah dan mencukur rambutku. Ada apa?
I'm not supertitious. Not even close. Aku tidak memikirkan mimpi itu artinya apa (walau sempet liat www.primbon.com deh hahaha). Tapi aku memikirkan Pak Azis. Pak Azis itu guru agama aku waktu di SMA. Kelas 1 dan kelas 3 aku diajar sama beliau. Masih ingat dengan jelas sosoknya yang tinggi tegap berkumis tebal dan bersuara lantang. Suaranya lebih dari cukup untuk mengajar di dua kelas sekaligus. Roman mukanya tegas, jangan harap bisa ngobrol di depan beliau. Tapi kadang-kadang Pak Azis juga suka ngelucu.
Kalo ngajar Pak Azis suka bawa-bawa karton berisikan materi. Jadi jarang banget nulis di papan tulis. Dan kalau beliau datang tanpa gulungan karton itu, artinya ulangan. Hiiiii, ya. Ulangannya suka dadakan. Mana susah lagi! Oh iya, Pak Azis punya anak yang kebetulan murid baru di kelas 1D, kelas aku. Rina Ratna Suminar. Jadi kita suka dapet bocoran kalo mau ulangan. Makasih, ya Rin. Hehehe.
Sekarang, kabarnya Pak Azis sudah pensiun. Walau masih suka ngajar sesekali. Guru tamu mungkin, ya. Terus terang aku sangat suka belajar dengan beliau. Segalanya diajarkan dengan gamblang. Walau agak galak tapi gak bikin segan buat kita untuk bertanya.
Aku jadi inget. Ceritanya dulu aku belajar ngaji, sama guru, dan di kantor guru. Artinya di sekeliling tempat aku ngaji adalah guru. Ya iya lah namanya juga ruang guru. Tapi ada satu yang beda, aku diajar ngaji bukan oleh guru Agama. Tapi sama Pa Toto yang guru matematika! Alhamdulillah Pak Azis tak pernah tersinggung. Beliau malah sangat mendukungnya. Terimakasih, pak. Terimakasih banyak.
Semoga selalu berada dalam keberkahan, kesehatan, dan keselamatan.
Amin.
02 Februari 2007; 8:48
tadi sore, dalam perjalanan pulang dari kantor, masih nyetir, handphone berdering dengan nomor yang asing. Surprise, surprise... telpon dari Pak Azis!! Alhamdulillah beliau sehat! Rina juga...

Monday, January 29, 2007

Notebookless

Hari sabtu kemarin aku dateng ke IBCC sambil membawa macbook yang baru berumur genap seminggu itu ke i4day (asalnya mau aku link ke i4day.com--tapi site-nya gak jadi jadi he..he), aku mau install ulang soalnya sering nge-hang. Pointernya sering mandeg. Tapi setelah cek dan recek, ternyata masalahnya bukan itu. There's some hardware problem.
Aduh, gimana, padahal macbook nya kan baru? Tapi syukurlah, Bos Yusuf Budianto Nurhayadi (lol) a.k.a Mas Anto berkeputusan Macbook-nya diganti yang baru. Alhamdulillah. Aku jadi gak khawatir. Mas Ian--staff i4day juga bilang mudah-mudahan sekitar 2 hari sampai kurang dari seminggu, sudah dapet penggantinya. Nggak apa-apa lah. Patience brings virtue.

Friday, January 26, 2007

Nonton Film Indonesia


Sudah sejak lama aku seringkali ingin nonton film Indonesia di bioskop. Tapi selalu rencana tersebut gagal. Penyebabnya pun bermacam2, dari mulai samasekali tidak berminat, membatalkan niat, sudah merasa cukup dengan membaca review nya saja atau bahkan memang tak ada waktu. Bayangkan, film Indonesia (pasca kekosongan yang lama) terakhir yang aku tonton adalah Petualangan Sherina. Sudah lama sekali bukan?
Hal ini pula yang membuat aku tak pernah berkomentar sedikitpun tentang film Indonesia. Aneh bukan, membicarakan sesuatu yang tak pernah kita saksikan dan rasakan? Well, hari ini aku sudah membulatkan niat untuk memulai (kembali) menonton film Indonesia. Film yang aku rencanakan adalah “Long Road to Heaven”. Film yang iklannya hanya aku liat di detik.com.
Nonton di blitz, dan hanya sedikit kursi yang terisi. Menurut aku film ini sebuah cita-cita yang besar dan membutuhkan nyali yang besar. Ya. Membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan pemerintah, SARA adalah sesuatu yang sangat tabu di Indonesia. Terus terang aku gak bisa mengingat film yang menyinggung pemerintah atau hal SARA yang tidak “pro pemerintah” di sepanjang sejarah perfilman Indonesia. Tidak seperti JFK atau buku Da Vinci Code.
Film ini bercerita tentang Bom Bali in the making dan akibatnya pada orang-orang. Film ini mencoba menyibakkan apa gerangan yang menyebabkan orang-orang gila berlabel muslim memutuskan untuk membom Bali. Suatu hal yang sangat ingin diketahui dan dimengerti semua orang di dunia. Film ini mencoba menerangkan perasaan orang Bali yang tidak terlihat marah, keingintahuan seorang jurnalis, orang barat awam korban Bali, seorang muslim dan tentu saja para bombers itu sendiri.
Tidak seperti kesan yang dibuat filmmaker masa kini yang biasanya secara visual sangat indah, --mengingat banyak yang berawal dari iklan video musik-- film ini sangat biasa. Tidak ada aktor yang terkenal kecuali Surya dan Alex Komang (damn, I miss him so bad!). Dialognya on dan off. Tapi sekaligus film ini lucu dan dengan sangat gamblang menunjukan pendapatnya. Seperti menyatakan kekesalannya kepada Amrozi dan Imam Samudera (well, siapa yang enggak, sih!), Malaysian assholes (Noordin, Azahari. Aku suka line “Don’t shit in our own yard” hehehe). Bahkan teori menentukan lokasi bom berdasarkan tulisan di t-shirt agak2 berbau Shyamalan—in the funny way.
Pemeran teroris2 terlihat aneh, setting terlihat sangat low budget dan turis2 yang jadi figuran terlalu terlihat bersenang2. Hehehe.
Selain itu timeline dan cara editing agak membingungkan dan kasar, jadi kesannya melonjak-lonjak. Tapi aku gak kapok kok nonton film Indonesia lagi. Asal dengan syarat thema nya menantang logika, bukan membodohinya. Aku gak heran kalo nanti banyak golongan yang akan keberatan dengan penggunaan kata suci “Allahu Akbar” dan lainnya di pihak para teroris. Aku faham itu hanya cara untuk menggambarkan segala kesalahkaprahan pola pikir mereka.
Walau film ini masih jauh dari gambaran paparan pengobat kesedihan. Tapi entah kenapa obrolan kesedihan akan bom Bali ini masih menohok ulu hati. Mungkin luka yang dialami semua orang memang belum sepenuhnya tersembuhkan. Walau secara hitungan waktu, sudah terasa lama.

Tuesday, January 23, 2007

Internet Jengkol


Beberapa minggu ini internet di kantor sangatlah menjengkolkan. Lemot dan beberapa situs tidak bisa dibuka. Google misalnya. Harus gonta ganti IP address. Tapi gak jauh beda. Hal ini diperparah oleh kenyataan aku sudah tak punya lagi notebook dirumah. Aku Jual.
Sudah dua hari ini aku menggunakan notebook baru. Macbook. Kali pertama ini pula aku harus menggunakan sistem selain windows. Dan aku sangat lemot dalam mempelajarinya. Pas aku coba di rumah, aku langsung colokin kabel telepon. Tapi, Oh My... Macbook ini gak ada internal modemnya!! Buat pengguna Telkomnet instan seperti aku, artinya harus punya modem eksternal.
Sabar...Sabar...

Sunday, January 14, 2007

Sierra Leone

Dulu sekali, tepatnya masa SMA akhir, sekitar tahun 1995 aku punya sahabat pena, namanya Joseph Saidu Genda, orang Sierra Leone sebuah negara di Afrika yang kaya akan berlian. Masa itu masih belum ada internet, jadi sarana untuk berhubungan dengan dunia luar cuma TV atau korespondensi (buset. 80an banget!). Biar dapet sahabat pena (yup, anak2 sekarang pasti banyak yang aneh denger kata ini) dari luar negeri, sekalian berlatih bahasa Inggris, aku ikutan IYS (International Youth Service), organisasi non profit yang bermarkas di Finlandia yang memiliki database sahabat pena remaja seluruh dunia. Bila kita ingin dapet satu sahabat pena dari negara yang kita inginkan, kita hanya diharuskan membayar 2 IRC. IRC adalah International Reply Coupon, salah satu media pembayaran yang bisa dibeli di kantor pos. 1 IRC harganya US$2, jadi satu sahabat pena cuma seharga 5.000an, dulu dollarnya masih murah.
Aku dapet sahabat pena bernama Mustapha Genda, tinggal di Freetown, ibukota Sierra Leone. Tapi kemudian Mustapha menolak ikutan, soalnya dia sudah punya satu sahabat pena lain, kalo punya banyak katanya takut gak kebales, ongkos perangkonya terlalu mahal katanya. So, ia akhirnya menawarkan untuk surat menyurat bersama kakaknya, Joseph Saidu Genda.
Btw, kenapa aku memilih Sierra Leone? Bukannya Amerika Serikat atau negara2 Eropa yang "lebih menarik?" Jawabannya adalah, aku suka negara yang tidak dikenal dan terdengar aneh, kalo negara terkenal kan suka muncul di berita2 atau film. Dan alasan yang lain adalah perangko-nya. Ya, dulu aku juga punya hobby filateli (Ya, ampun!), menurut aku perangko Sierra Leon adalah yang tercantik. Berbentuk berlian. Mudah2an aja aku bisa dapet :)
Joseph Saidu Genda bekerja membantu PBB yang sedang berada di negaranya. Dia menceritakan konflik parah yang terjadi di tanah kelahirannya. Orang tuanya entah dimana. Ia sangat berharap perang berakhir agar dia bisa sekolah lagi. Sayangnya komunikasi kami terputus, sekitar tahun 1998an, gara2 kantong yang cekak akibat krismon. Ya, ngirim surat ke luar negeri dulu dihitung per km dan ditimbang. Sekali kirim bisa sekitar 20ribu-an. Jumlah yang besar untuk seorang mahasiswa seperti aku. Alasan lainnya perhatian aku tersita hal lain kala itu, reformasi meruntuhkan orde baru. Gaya ya? padahal aku cuma piknik di Gasibu, denger orasi sambil makan cendol. Jauh lebih santai bila dibandingkan dengan tragedi Semanggi.
Aku tak pernah benar2 mengerti apa yang diceritakan Joseph sampai beberapa tahun kemudian, ketika aku liat di National Geographic yang menceritakan tentang bagaimana kisah gemerlapnya berlian di Sierra Leone yang seharusnya membuat negara mereka kaya, malah sebaliknya membuat mereka sangat sengsara, sampai2 mereka berharap mereka tak pernah memilikinya. Keserakahan orang akan berlian membuat penduduknya saling membunuh dan melumatkan banyak generasi penerusnya. Anak2 belia dijadikan tentara, perempuan diperkosa, laki2 dijadikan pekerja paksa.
Hal itu pula yang diceritakan film "Blood Diamond" yang barusan aku tonton di blitz sama Herri yang baru putus (lagi!--hehehe). Film berating "R" ini film yang penuh kekerasan, menceritakan perjalanan Leonardo DiCaprio --seorang penyelundup berlian sekaligus tentara korup-- mendapatkan berlian 100 karat yang didapat Djimon Honsou --korban perbudakan yang kehilangan keluarganya. Asli, dari awal sampai akhir film ini tanpa basa-basi penuh ketegangan dan kekerasan. Tembakan2 dihidangkan in your face. Film ini pula membuat aku sangat mengerti apa yang dirasakan Joseph, dan merasa sangat bersyukur memiliki negara yang walau penuh bencana, tapi tetap bisa memberikan kebebasan dan kesenangan untuk menikmatinya. Sesuatu yang entah kapan akan didapatkan pengungsi2 di Afrika.
Sayangnya aku sekarang tak bisa menemukan Joseph.
Pasti dia sekarang merasa lebih lega, berlian menjadi sesuatu yang dilarang dan coba untuk dilupakan oleh Sierra Leone. Di bisa mencoba meraih apa yang diinginkannya, sambil menutup luka yang masih membekas di ingatan...



Oh, iya, pulang nonton, sekitar jam 1 malam, di tempat parkiran Parijs Van Java yang gelap, seorang tukang parkir sedang menunggu di depan mobilku. Aku sangat kaget ketika dia bilang bahwa jendela kiri depan mobilku terbuka, dan dia sedang menjaganya. Alhamdulillah, tidak ada yang hilang sedikitpun. Terimakasih banyak Mas Rudi, maaf sudah merepotkan Anda. Semoga kebaikan Anda mendapat balasanNYA. Amin!

Saturday, January 06, 2007

Oh.. John

Beberapa hari yang lalu secara gak sengaja aku liat iklan konser John Legend di koran. Tanggal 15 Januari nanti di Esplanade, Singapura. Waw!! Terus terang aku sangat surprised. Aku sangat berharap bisa nonton konsernya.
Rencana disiapkan, mulai telepon sana sini buat ngurus tiket pesawat maupun reservasi hotel. Walau saat ini masih heboh kasus jatuhnya Adam Air tak sedikitpun mengubah niatku. Emergency fund sudah dibobol. Tiket konser mulai dipesan. Hey, ini kan memang darurat!!
Setelah semua Ok, aku sadar ada satu ganjalan besar. Konser akan diadakan tanggal 15 Januari yang jatuh pada hari Senin, hari dimana orang-orang termasuk aku harus bekerja. Aku bisa saja bolos dan bohong dengan alasan sakit atau apalah hari nanti. Tapi aku tak mau melakukannya. Membohongi teman kantor yang sudah aku anggap saudara sangat kejam dan far away from classy.
Izin sudah aku ajukan. Tapi tampaknya aku harus bersiap untuk merelakannya. Gak profesional memang, tapi kalau aku gak bilang, aku akan menyesal di kemudian hari.
Aduh John Legend ini, sih, mau ke Asia gak bilang2. Padahal secara periodik aku pelototin situsnys. Liat jadwal tour Internasionalnya. Gak ada satu pun yang menyebutkan mau ke Asia, cuma sepanjang Januari, dia penuh jadwal di seantero Eropa.
Yah... mudah2an dia datang lagi suatu saat. Di Jakarta mungkin.Sekali lagi mudah2an......

Thursday, January 04, 2007

Ku Cinta 3Fis1!

Cuaca Bandung kelabu dan berangin. Akibatnya dingin banget.
Ini memang cuaca favorit aku.
Masalahnya adalah, cuaca ini juga sering banget perasaan kita jadi mengawang2 dan mendadak mellow. Dan ini terjadi padaku detik ini. Entah kenapa pikiran aku melambung ke masa SMA aku.
Aku jadi kangen temen2 3fis1--kelas aku dahulu, jadul amat ya. Secara anak2 masa kini nama kelasnya IPA atau IPS.
Dimulai kelas 2 SMA, (back in 1993/1994) setiap tahun secara reguler selalu ketemuan, biasanya pas buka puasa bareng. Memang setiap tahun "anggota" nya makin berkurang. Tapi gak pernah jadi halangan untuk bernostalgia dan ketawa-ketawa. Sayangnya, tahun kemarin tradisi itu tak dilakukan.
Itu mungkin alasan kenapa aku inget mereka!!
(Ahmad, Agusvian, Ambyo, Ndul, Andri, Aris, Asep, Budhi, Tari, Darajat, Dasep (alm.), Denese, Dhidah, Dian, Dili, Dini, Elsa, Evi, Fanny, Femi, Ferri, Didin, Haridis, Henry, Irma, Dessy, Lindam Meila, Nitnot, Nova, Dietce, Ratih, Aga, Renny, Rheo, Ani, Rony, Riri, Sari, Santi, Holdy, Wenny, Yanti, Yunan, Yusuf, Yusi)
Miss you guys. So bad!!

Tuesday, January 02, 2007

Whisper

Ya, Allah selamatkan negeri ini dari bencana.
Ampuni dosa yang terus kami jalani, walaupun kami tahu murka-Mu.
...

Monday, January 01, 2007

Hello, It's 2007 now!

It's the first day of 2007 right now, and here I am sitting down in front of my computer.
At work!
It's suck!
Biasanya gak peduli hari libur apalagi hari kerja, aku sudah terbiasa masuk kantor. Tapi kok sekarang agak ngantuk, ya! Hmmm mungkin karena seminggu kemarin aku cuti seminggu, hehehe. Recap sebentar ah apa yang aku lakukan seminggu kemarin.

CSI galore. CSI season 6 sudah ditangan. Artinya aku malas kemana-mana. Aku gak setuju dengan majalah M2 yang bilang kalo season ini lebih baik dari season 5. Season 5 buat aku penuh gejolak baik dari sisi institusi maupun personal karakter2nya. Tapi tetap saja, CSI is CSI! Keren, seperti biasanya. Endingnya, CD ke-enam, episode 23, frame terakhir. Sangat mengejutkan!

Dan Brown again.Aku sengaja gak baca dulu Angels & Demons sebelum edisi illustrated yang Bahasa Indonesia nya keluar. Bulan kemarin buku ini sudah aku beli. Refresh kenangan Robert Langdon kembali mengisi jam demi jam cuti aku. Lupa tidur, lupa makan (yang ini hanya hiperbola), lupa dunia sekitar. Aku serasa di Roma. Keren.

Movie, 'nuf said. Keponakanku datang. Nyaris semuanya. Artinya ada tambahan 10kepala yang berisik meluber di rumah aku. Setiap mereka datang, otomatis bakalan nagih diajak ke bioskop. Ada dua film yang jadi target Happy Feet yang aku tonton kemarin atau Night at The Museum yang baru premir. Masalahnya yang Night.. aku belom nonton, aku takut gak cocok untuk anak-anak. Yah dengan terpaksa aku screening dulu, deh. Aku sendiri nonton film itu di Ciwalk XXI, sineplex yang baru yang mewah. Serasa di hotel. Aku yakin bioskop ini dibangun dengan terburu2 untuk menandingi hingar bingar blitz megaplex. Cukup nyaman, cuman tetep.. satu hal yang masih jadi ciri khas 21, pelit tempat duduk buat nunggu.
Film yang jadi pilihan akhirnya Night... lucu sekaligus thrilling :) mengingatkan aku akan Jumanji. Bercerita tentang Ben Stiller yang terpaksa bekerja di Museum of Natural History sebagai satpam shift malam. Tapi ternyata museum itu agak angker, soalnya mulai jam 8 malam, semua "penghuni"nya hidup dan membuat keramaian. Keponakanku puas sekali!

Banyak kesenangan aku habiskan di pekan cuti itu. Sisanya aku habiskan dengan maen game, mulai gameboy, game komputer, dan tentu saja Playstation 2. Rebutan sama keponakanku. Apalagi cuaca di bulan ini seperti memanjakan aku. Hujan, berangin dan kelabu. My kind of weather!!

Sudah..sudah. Back to work!! :)
Happy New Year!!

Monday, December 25, 2006

Happy Feet


Malam minggu kemarin merupakan malam minggu yang melelahkan. Masuk kantor dan ke undangan temen segala. Pulangnya aku memutuskan HARUS nonton film. Aku memutuskan nanti malem nonton "Happy Feet". Di blitz tentunya. Tepat jam 5 sore aku langsung pergi kesana. Sialnya, hujan gede sekali, dan macet, asli setiap jalan penuh dengan mobil. Aku lupa, weekend ini adalah weekend yang panjang berhubung senin bertepatan dengan hari natal.

Sampai di blitz keadaan makin parah. Asli penuh banget. Ternyata ada panggung musik gratisan yang diisi Maliq n' something dan Tompi. Aku ketemu Fanny, keponakanku disana. Dia masih pake seragam sekolah. Ya udah, sekalian aja aku ajak nonton. Walhasil orang-orang pada ngeliatin. Aku disangka om-om yang lagi pacaran sama anak SMA. Sialan!

Film "Happy Feet" ini menceritakan kehidupan koloni penguin yang setiap penghuninya memiliki suara indah dan sangat pandai menyanyi. Sampai datangnya si penguin kecil, Mumble yang sangat parah dalam menyanyi tapi sangat pandai menari, sampai dijuluki "Happy Feet" oleh teman-temannya. Karena tak bisa menyanyi Mumble akhirnya dikucilkan dan dianggap pembawa sial.

Mumble akhirnya berjuang keras untuk membuktikan bahwa kesialan yang diderita kaum penguin (berkurangnya ikan) bukan disebabkan olehnya. Film ini sangat menyenangkan, bertabur banyak lagu yang indah sekaligus lucu dan funky! Tarian mumble pun secara tidak sadar membuat aku ikut bergerak. Harus punya soundtracknya! Harus punya soundtracknya!

Pulangnya kembali aku harus menghadapi kemacetan. Puh....

Tuesday, December 19, 2006

Love you Fini, dan Anggun tentunya!

Hehehe. Ternyata blog ini memang berguna. Thanks berat to Fini sayang yang telah menganugerahkan aku CD si menakjubkan Anggun yang ditandatangani. Asli! Huhuy!
Sekali lagi cup cup mmuah Fin!!

Monday, December 18, 2006

Weekend Aneh

Semua berawal dari kejadian hari Sabtu. Aku sebetulnya pingin di rumah saja, apalagi setelah kelelahan di hari-hari sebelumnya, white costume-thing dan meeting demi meeting di kantor. Tapi apa daya, aku harus menghadiri undangan pernikahan temen kantor. Menyenangkan. Banyak ketemu orang yang sudah lama gak kelihatan. Kesialan menimpa pas pulangnya. Macet. Banget. Kakiku sangat pegal nginjek kopling dan gas sedikit2.
Sampai rumah tak ada sedikit pun rencana pergi kemana2. Umur rupanya mengalahkan euforia malam mingguan. Tidur, dan baru bangun pas maghrib. Nonton TV dan maen game. Tapi tiba2 temen kuliahku nelpon jam 8 ngajak ketemuan rame2 di Hotel Jatinangor. Mmm sounds good. Akhirnya pergilah aku menembus hujan yang sangat lebat menuju Jatinangor.
Kangen juga ketemu temen kuliah. Ngobrol sana-sini sampai jam 3 pagi. Sialan. Aku padahal rencana pulang pagi. Nyampe rumah tanpa basa basi lagi langsung tidur sampe jam 2, diteruskan non stop maen game Civilization sampai jam 12 malam tadi aja.
Benar-benar gak normal.

Thursday, December 14, 2006

Moving Forward w/ Eragon

Stop it. Aku harus menyudahi masa penuh sumpah serapah cukup sampai disini. I have to move on. Itulah yang membuat aku memaksakan ke bioskop kemarin malem. Kebetulan ada film baru yang cukup ditunggu2 di Amerika sana, yaitu Eragon.
Aku mau membuat pengakuan. Aku punya bukunya. sudah lama. Tapi tak pernah tamat. Soalnya buku itu membuat aku bosan. Ya, kala itu secara otomatis pikiranku pasti menghubungkan novel ini dengan the great "Lord of The Ring". Karena memang berbau Tolkien. Hal ini juga yang membuat aku ingin nonton film ini, aku gak berencana menyelesaikan novelnya memang. Hehehe.

Seperti biasa film yang diadaptasi dari novel, pasti jalan ceritanya meloncat-loncat. Aku mengerti, durasi film memang terbatas. Tidak seperti film. Ceritanya tentang perjalanan Eragon, anak petani biasa yang ditakdirkan menjadi dragon-rider dan menumpas raja yang lalim.

Setting dan penuturan film ini mengingatkan aku akan Narnia. Dan tidak seperti LOTR. Mungkin karena film ini memang ditujukan untuk anak-anak.

Cukup untuk hiburan. Semoga film ini masih ada pas liburan keponakan2ku nanti. Can wait to bring them to the cinema!!

Wednesday, December 13, 2006

White Fantasy


Hari ini semua orang di kantor aku sedang sibuk. Bukan sama kerjaan. Tapi sama sesuatu yang berwarna putih. Iya, rencananya Kamis besok kita mau menghadiri farewell party dengan dress code: white fantasy. Artinya kita harus pake kostum peri, atau elvis presley atau atlet badminton atau karateka atau apa lagi ya...

Yang pasti aku gak mau pake baju kuntilanak! hiiiii...

Saturday, December 09, 2006

Bull

Some people DO think nothing but himself.
Some people use other people to help himself.
Some people let others think he might help them in return.
Some people lead others to fairy kind of imaginary kindness.
But I think He's just a BULL.
Oh, Fuck You! (I know it harsh, but that's the perfect one)

Thursday, December 07, 2006

Silenced Scream

Alhamdulillah, audit telah berhasil aku lalui dengan selamat.
But why this soul seems far from heaven? Ignorant. Insensitive. Bullshit. Senseless.
To be honest, I ain't give a damn. Actually, I want to give a damn.
May this night have what its deserved
.