Monday, October 30, 2006

Husband & Wife

Tadi pagi banget sebelum kerja, aku terima 1 SMS:
Telah dilangsungkan pernikahan scr muslim pd tgl 28 Oktober 2006 di Christchurch, New Zealand Mohon do'a restu. Dietce & Shane Davey.
Hikhik.. alhamdulillah.
Selamat ya tce!
Walau masa SMA telah kita lalui 11 tahun yang lalu, tapi kok rasanya baru kemarin ya ngeliat kamu duduk sama Irma di bangku belakang aku sama Darajat di kelas 3 Fisika 1, SMA 2 tercinta. Nyanyi2 Michael Bolton "How Am I Supposed To Live Without You", cerita2 kalo sepatu Doc Mart kamu ada yang maling. Berangan2 diterima di UI, sampe bilang I Am The Yellow Jacket tapi sama2 bingung kalo disuruh ngerjain soal Kimia Bu Ida. HAHAHA that was a gorgeous old moment.
Selamat sekali lagi ya tce!
Semoga berbahagia selamanya (klise memang, tapi I really do hope so!)

Saturday, October 28, 2006

Cranky Movie

Oh, iya sebelum memulai:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427H
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Bathin

Lebaran kemarin aku libur tiga hari. Pinginnya sih ke Ciamis berkumpul bersama sanak saudara. Tapi kemacetan yang menakutkan mengurungkan niatku. Nanti aja deh bulan depan. Lebaran kemarin aku pergi jalan2 melulu sama keponakan2ku tercinta. Ke Dunia Salju BSM --brr, dingin-- cekakak cekikik di Starbuck, ngepel di rumah (ini mah bukan jalan2). nyuci mobil, terus nonton ke blitz lagi, filmnya Ant Bully, lumayan, mengingatkan aku akan A Bug's Life dan Antz, bertahun2 yang lalu. Pulangnya, Alhamdulillah hujan gede banget! Udah lama Bandung panas gak hujan.

Mulai kemarin, aku udah masuk kerja lagi. Banyak kerjaan bo! Syukur, bisa aku selesaikan. Pulangnya, nonton lagi hehehe. Kali ini yang aku mau tonton adalah film Crank. Film terbarunya Jason Statham. Sumpah film yang aneh. Bercerita tentang Chev Chelios, seorang pembunuh bayaran yang disuntik cairan mematikan oleh mafia lawannya. Untuk bertahan hidup, dia harus memacu degup jantungnya terus menerus, dipaksa menjadi adrenaline junkie. Lucu sekaligus aneh tapi menyenangkan. Gak usah bersusah-susah memakai nalar untuk menikmati film ini. Just Enjoy (tapi jangan bawa anak2 ya! Highly R-Rated)


Sunday, October 22, 2006

Devil di Bioskop Baru


Sabtu kemarin kebetulan aku libur. Setelah kelalang keliling Bandung yang Alhamdulillah mulai sepi, aku memutuskan untuk nonton film di bioskop terakhir sebelum lebaran (2 hari lagi, bow!). Liat di koran ada bioskop baru nih, di Parijs Van Java Sukajadi Bandung yang deket banget dari rumahku, tepat di depan rumah almarhum kakekku. Namanya blitz movieplex. First impression: WOW!!! Keren, segar, dan bukan jaringan bioskop 21. Bukan berarti aku sebel sama jaringan 21 itu, tapi kalo banyak pilihan kan persaingan jadi sehat. Pelanggan seperti aku punya kebebasan memilih.

Film yang aku tonton kali ini adalah "Devil Wears Prada". Film yang sudah cukup lama diputar disana, tapi entah kenapa kok lama banget maen disini. Aku nunggu banget film Devil... karena film ini jadi kuda hitam summer kemarin dan yang terpenting film ini aku harapkan memuaskan hasrat aku akan nice fashion. Saking ga tahannya, aku beli DVD bajakannya yang langsung aku buang, soalnya jelek banget kualitasnya.

Film ini asli keren banget, penantian aku ga percuma. Apakah film ini memang tentang fashion? Mmm jawabannya ya dan tidak. Film ini, seperti ditunjukan judulnya memang benar-benar bertaburkan great taste of style. Mataku terpuaskan gambaran fashion yang dikenakan karakter2nya. Tapi inti dari film ini adalah "apakah kita rela kehilangan segalanya untuk pekerjaan yang katanya paling diinginkan oleh semua orang?" apakah "pekerjaan yang diinginkan semua orang itu memang yang kita inginkan". Plot kisah ini dimulai dengan Andy (Anne Hathaway), seorang fresh graduate yang memulai kerja di majalah fashion terkemuka, Runway. Andy yang jelas2 tak faham tentang fashion harus belajar banyak tentang gaya disini, dan usahanya itu jelas tak mudah karena dia harus berhadapan dengan "boss from hell", Miranda Priestly, yang diperankan dengan sempurna oleh Meryl Streep. Asli, walaupun film ini bukan jenis thriller atau action, tapi gosh sungguh menegangkan. Meryl Streep benar-benar seorang setan!

Walau jelas di industri yang berbeda dengan pekerjaanku, tapi aku sangat mengerti perasaan Andy yang pontang panting dan mengorbankan segalanya demi memenuhi segala keinginan Miranda, dari yang normal sampai yang paling aneh. Gotta watch. Seriously.

Sunday, October 08, 2006

The Departed: Hail Leo!


Setelah melalui puasa yang puannass di rumah, aku putuskan nanti malam pergi keluar. Sebetulnya pagi tadi juga keluar, cuman tujuannya lain, servis motor dan cuci mobil. Malam minggu di bulan Ramadhan, aku pikir Ciwalk bakalan gak penuh2 amat. Anjrit, ternyata salah besar. Aku sampai gak kebagian parkir, padahal pake motor. Akhirnya dengan terpaksa aku parkir di basement Premier.
Film yang aku incer kali ini adalah The Departed. Film terbaru Scorsese yang bertaburan banyak bintang. Jack Nicholson, Matt Damon, Leonardo DiCaprio, Martin Sheen, Alec Baldwin dan Mark Wahlberg. Aku pikir pasti jalan ceritanya bakalan njlimet. Tapi ternyata enggak! Sepanjang nyaris dua jam nonstop aku nyaris lengket di kursiku. Tegang banget.
Ceritanya tentang perburuan kepolisian Boston untuk menjebak dan menangkap pimpinan mafia Irlandia yang kejam, licik sekaligus jenius, Frank Costello (Nicholson). Costello memiliki banyak kaki tangan, bahkan di kepolisian sekalipun (Damon). Untuk dapat menggerebek Costello, kepolisian menempatkan agen rahasia di tubuh mafia Costello yang diperankan dengan sangat keren oleh DiCaprio. Nah, mengikuti sepak terjang kedua agen rahasia berbeda sisi ini, sumpah, sangat tidak membosankan!
Walau pulang kemaleman dan langsung sahur, aku gak keberatan sama sekali.
Dan aku baru tahu kalo film ini produsernya Brad Pitt. Hehe..

Sunday, October 01, 2006

Puasa Anak-Anak


Sabtu akhir bulan kemarin aku libur. Rencananya aku mau di rumah aja, hari2 sebelumnya sudah siap2 beli buku dan vcd. Tapi ternyata rencana itu akhirnya harus terpaksa diubah.
Siang2 sekitar jam 11an, rumahku diserbu keponakan2. Syaiq (2th), Rara (4th), Tamam (5th) dan Azka (kelas 2 SD). Semuanya pada puasa, kecuali Syaiq. Rara puasa setengah hari, sedangkan Tamam sama Azka full day. Sialnya semua anak yang puasa ngeliat Syaiq lagi disuapin ibunya, semua jadi merengek minta batal. Segala cara aku lakukan untuk menghibur mereka biar gak batal, dari mulai muter film, baca buku, foto2an, tetep ga berhasil. Akhirnya aku putuskan ngajak mereka jalan2 ke luar.
Habis dzuhur aku pergi sekalian ngisi bensin. Aduh pergi kemana, ya, panas2 begini. Kalo aku ajak ke mall pasti mereka liat orang2 pada makan. Ngajak mancing ke Lembang takut kebosenan. Akhirnya aku putusin ke Taman Lalu Lintas aja. Hahaha, udah lama banget ya, ga kesana. Seingatku terakhir tahun 2000, ya, enam tahun yang lalu. Ternyata gak banyak berubah, masih surga anak2. Rimbun. Sepi. Mungkin gara2 bulan puasa. Ongkos masuknya Rp 3.300,- (sudah plus sumbangan PMI). Tamam, Aka sama Rara otomatis berlarian nyobain perosotan, ayunan, jungkat jungkit dan banyak lainnya.
Dasar anak2 sumpah gak ada capenya. Sejam lebih aku habiskan disana, diakhiri dengan Tamam dan Aka yang nyewa sepeda. Aku udah bilang jangan terlalu cape, nanti batal. Eh, mereka malah minta minum. Sialan.
Aku rayu lagi trus pulang dengan harapan mereka ketiduran di mobil dan melupakan hausnya. Aku sampai muter2 ke Curug Cimahi segala! Untunglah mereka ketiduran dan masih puasa.
Sampai di rumah aku tidur, dan dapet kabar, kalo mereka akhirnya batal gara2 merengek minta ikut ibu bapaknya yang mau pergi nengok yang sakit. Dan mereka MINUM!
Hehehe, jalan2 yang percuma :)

Saturday, September 23, 2006

John Legend - Save Room

Aduh..aduh baru sekali denger di radio, aku sudah sangat yakin ini lagunya John Legend, dan setelah liat di Amazon, cihuy.. album barunya akan keluar 24 Oktober nanti, pas lebaran. Lagu ini aku putar berulang2 dan tak pernah bosan. So cool!!

Denger deh..

Say that you stay a little
Don't say bye bye tonight
Say you'll be mine
just a little of bit of love Is worth a moment of your time

knocking on your door just a little
so cold outside tonight
let's get the fire burning
I know, I keep it burining right
If you stay, won't you stay - stay

save room for my love
save room for a moment to be with me
save room for my love save a little
save a little for me
won't you save a little
save a little for me - ohh

This just might hurt a little
love hurts sometimes when you do it right
Don't be affraid of a little bit of pain
pleasure is just on the other side

Let down your guard just a little
I keep you safe in these arms of mine
Hold on to me - pretty baby
You will see I can be all you need

If you stay, won't you stay - stay

save room for my love
save room for a moment to be with me
save room for my love save a little
save a little for mewon't you save a little
save a little for me - ohh

[pa-ya-pa-pa] - [pa-ya-pa-pa] - [pa-ya-pa-pa] - [da-da-da]

Ohhh come on

Make time to live a little
don't let this moment slip by tonight
you never know what you are missing untill you try
I keep you satisfied
if you stay, won't you stay - stay

save room for my love
save room for a moment to be with me
save room for my love save a little save a little for me
won't you save a littlesave a little for me - ohh
save room for love
save room for a moment to be with me
save a little, save a little for me
won't you save a little
save a little for me

**Oh iya, besok sudah mulai puasa, nanti malam taraweh pertama. Selamat beribadah Ramadhan Semuanya, Maaf lahir bathin!

Tuesday, September 19, 2006

Handphone Time 2 Time

Aku ceritain ya perjalanan handphone ku, mulai dari zaman dying to have one, self expression sampai I wish I never have One -- saking bencinya sama dering handphone

Ericsson A2618s. Warna kuning. Aku beli di tahun 2001 berkat subsidi kakakku yang baru pulang dari luar negeri. Masih inget banget dia ngasih duit US$70, sekitar tujuh ratus ribuan. Aku beli di Ericsson Jl. Naripan. Sekalian aku beli bersama simPATI yang kala itu seharga 500ribu-an lebih aja. Yang aku punya warnanya kuning, covernya bisa ganti2, tapi boro2 beli covernya. Deringnya bisa kita bikin sendiri, dan aku pake lagunya Dido – Thank You

Siemens M30. Handphone unik yang sampai sekarang aku nyesel sudah menjualnya. Body dan keypad berbahan karet, dengan warna layar merah menyolok. Deringnya khas. Kata temenku modelnya mirip dildo hehe. Aku beli di EPM seharga 900rb-an.


Sagem MC936. Handphone berikutnya yang cukup lama aku pegang. Aku beli di Planet Dago. Merknya terdengar aneh, memang. Kurang lazim mungkin, ya. Aku cinta banget sama handphone ini, sampai berikrar tidak akan menjualnya. Punyaku berbeda dengan yang di gambar, warnanya hitam. Si Sagem ini telah melewatkan banyak hal bersamaku, diantaranya mengalami dua kecelakaan motor. Setelah kecelakaan itu bodynya agak koclak, tapi aku masih tetep sayang. Akhirnya dia harus wafat di tangan Candra temenku.


Nokia 5510. Dulu aku sempat berikrar tidak akan pernah memakai handphone Nokia yang pasaran. Tapi ternyata aku harus menelan kata2ku itu. Handphone ini aku beli pake kartu kredit sewaktu aku masih di Addytel. Bisa MP3 dan radio. Aku sangat menikmatinya. Handphone ini pula yang aku pake sewaktu di Semarang dan masa2 awal di kerjaanku sekarang. Dering yang aku pake lagunya Christina Aguilera – Dirrty.

Nokia 3650. Hape yang ini subsidi dari kantorku. Gak sepenuhnya gratis, dari harga 3 juta something, aku cuma bayar kurang dari setengahnya, itu pun dicicil pula. Keypad nya melingkar, bikin susah kalo sms pada awalnya, lama2 sih biasa. Fitur andalannya GPRS dan tentu saja kamera. Akhirnya aku jual sama isterinya bumon.

Nokia 6230. Nah, hape ini juara banget. Fast connection, fiturnya lengkap termasuk MP3 maupun radio. Sangat reliable, banyak hal2 penting aku simpen di hape ini. Sayangnya, dengan bodohnya aku dateng ke service center Nokia cuma buat ngebetulin caller groups (fitur yang sebetulnya gak penting2 amat), tapi berakibat fatal, dataku hilang semua. Sekarang hape ini dipegang kakakku.

Nokia N-Gage. Secara fitur handphone ini full hiburan. Bentuk revolusioner, asik buat game, tapi kalo mau telepon harus miring. Kata temenku terlihat tolol, hahaha. MP3, radio sekaligus game, itu yang bikin aku tertarik. Asik, sih Cuma batterainya boros banget. Aku beli yang BM, soalnya ada gossip resminya gak bakalan keluar, tapi ternyata bohong, huh!


Nokia 6600. Awalnya aku pake cuma buat sekedar serep, tapi berhubung si NGage sudah aku jual, terpaksa jadi andalan. Aku beli yang black edition. Performanya mengecewakan, menu lelet dan yang paling menyebalkan urutan SMS atau call record suka gak berurutan. Gak bertahan 3 bulan langsung aku jual.


Nokia 9300. Ini yang sekarang aku pake. Fiturnya lengkap banget, bisa buat fax segala. Highly useful! Walau sudah baret gara2 jatoh di parkiran Aquarius Dago, gak pernah jadi masalah buat aku. Walau gak berkamera, gak pernah terbersit sedikit pun untuk menjualnya. Mudah2an gak ngadat dan gak terpaksa menjualnya.

Sony Ericsson K610i. Yang ini umurnya belum seminggu. Aku beli gara2 demam video call yang menyergap aku. Murah tapi resolusinya ok. Aku tidak menemukan sesuatu untuk dikeluhkan so far! Semoga tidak seterusnya!

Monday, September 18, 2006

Call Revolution!


Minggu kemarin, tepatnya hari Rabu/Kamis, aku agak lupa. Something revolutionary has begun. Video Call. Ya! aku pake kartu telkomsel, dan kata temen2ku fasilitas 3G, walow belom resmi diluncurkan di Bandung, tercinta ini, tapi sudah bisa dipake. Aku langsung mencobanya --pake hape temen aku :). Dan, Oh my God, sangat sangat breathtaking! Aku memang udah pernah liat di tv, kalo video call udah lama di Jepang, tapi tetep aja terasa beda kalo kita langsung mencobanya. It feels so good living in this modern life!

Sunday, September 17, 2006

Books Review: Kids/Teen Books!

The Unvisibles. Ian Whybrow. Gramedia. Buku ini asli gak aku rencanakan. Aku cuma kangen baca buku yang ringan, fun, tapi tidak bodoh. Susah ternyata nyari2 novel terjemahan yang sekiranya enak dibaca. Kalau hanya berbekal panduan ringkasan cerita di cover belakang seringkali menyesatkan. Akhirnya aku putuskan buku The Unvisibles ini. Aku harap buku kategori pre-teen ini bagus. Buku ini mengisahkan tentang dua orang teman sekelas yang awalnya tidak saling mengenal harus terpaksa saling mengandalkan. Nicky Chew, si kalem yang berusaha keras untuk tidak terlihat menonjol di kelas, walau sebenarnya di pintar bertemu Oliver Gasper, si periang, biang onar kelas yang dikarenakan membaca mantra kuno jadi menghilang dalam arti sebenarnya. Oliver harus meminta bantuan Nicky untuk mengembalikan kondisinya sekaligus menyelamatkan kehormatan keluarganya. Buku yang menarik, tapi too bad terjemahannya buruk. Harus agak membayangkan bahasa Inggrisnya untuk bisa memahami apa yang dimaksud. Tapi selain itu tidak ada yang mengganggu. Mendapatkan sahabat baru memang selalu menyenangkan. Cukup menghibur!
(ngupload gambarnya kok susah, ya, liat disini aja ya)

Hoot.Carl Hiaasen. Gramedia. Sebenarnya buku ini aku beli dikarenakan ingin menonton filmnya. Ya, beberapa waktu yang lalu sudah dirilis dalam bentuk film. Reviewnya bagus. Gak ada film, bukunya pun jadi, deh. Satu kata komentarku untuk buku ini. Hebat! Ya, benar komentar ini sangat tidak berlebihan. Aku agak kaget karena buku ini, walau bersetting di dunia masa kini, ternyata jauh dari gambaran budaya Amerika yang ada di bayanganku selama ini. Highly recommended untuk anak SD - SMP, bahkan untuk semua orang. Buku ini mengisahkan kehidupan Roy Eberhardt sebagai murid baru di kelas enam sekolah di Florida, harus beradaptasi dengan teman2nya yang beragam, dari mulai si tukang gencet sampai tukang buat lelucon. Tapi semua itu biasa menurut Roy, sampai dia melihat seorang anak di pinggir jalan yang berlari-lari bertelanjang kaki dan tak bersekolah. Apa yang dilakukannya? Kenapa tak bersekolah? Apa hubungannya dengan berita yang menggemparkan kota kecil itu tentang sabotase pembangunan restoran pancake Mother Paula baru? Semua itu terpaparkan dengan sangat menarik. Mengingatkan aku akan petualangan Tom Sawyer - Huck Finn. Baca!

Wednesday, September 13, 2006

Extremely Tired


Setelah audit, kesibukanku tak ada tanda2 berkurang. Laporan bulanan, kerjaan rutin yang menumpuk setelah ditinggal audit sialan itu, dan meeting demi meeting persiapan family gathering. Nah, untuk event terakhir itu --setelah melalui perdebatan panjang-- akhirnya kita semua memutuskan memutuskan hari Minggu dan Senin kemarin (Sabtunya pada penuh, lagian aku kerja di Call Center yang 24 jam, so, it ain't matters!) bersenang-senang di San Gria Resort & Spa di Lembang.
Si San Gria ini sunggu menawan, lagian deket banget, sebelum kota Lembang, tepatnya di Jl. Hortikultura --deket rumah Eva, temen smp aku. Hotel dan villa letaknya diatas, deket tempat parkir, dengan view lembah. Nah, tempat beraktivitas, seperti spa, kolam renang, jacuzzi, lapangan games adanya dibawah lembah yang artinya harus naik turun jurang. Tangganya nyaris 100an, Ampun deh!
Selama dua hari disana kita bersenang-senang, makan, bermain main bersama banyak orang, sesama orang kantor ataupun anggota keluarga, dan satu hal yang penting, disana aku dipaksa berolahraga!
Selain naik turun tangga yang menyesakkan itu, juga ada lari2an gak jelas, berenang -my favorite!-, dan polo air! Sehat dan sekaligus Fun! Ditambah aku ditempatkan di villa berisi 11 orang, jadi pas malam2 bukannya tidur, tapi ngobrol sambil becanda2 sampai larut malam, dan ternyata akibatnya sangat fatal, sakit badan sampai di rumah!
Baru kemarin aku tergoda untuk beli massager otomatis. iPamper. God, it really feels so good! Ibu bapakku juga ketagihan.

Tuesday, September 05, 2006

Malam Mingguan

Malam minggu kemarin dengan mengarungi lautan kemacetan weekend di kota Bandung, aku memutuskan nonton acara pagelaran kebudayaan Sunda. Hah, ga salah?
Sebetulnya, aku nonton gara-gara de Annur membujuk aku untuk nonton dia maen gamelan bareng Pa To dan teh Dhyah. Tempatnya di ITB, kampusnya de Annur. Wah, dah lama banget aku ga ke lingkungan ABG, hehe..
Ternyata menyenangkan! Melihat kacapi suling, rampak kendang dan tari-tarian Sunda merupakan acara weekend yang totally different dan sekaligus pretty fun!!

Monday, September 04, 2006

Really hurt.

When you have to take care other people feeling all the time, it means you have to neglect your own.
And it's hurt.
Really.

Thursday, August 31, 2006

Terbius Monk


Sudah dua hari ini aku terpaku Monk. Seorang detektif (Tony Shalhoub) yang menderita kelainan compulsif obsesif --seseorang yang harus teratur, simetris, dan bersih-- persis seperti tokoh Jack Nicholson di As Good As It Gets.
Sebetulnya sudah sejak lama, tepatnya ketika Monk dinominasikan Emmy untuk pertama kali, aku sudah tertarik untuk menontonnya. Sayangnya di Indonesia gak ada tanda-tanda film itu akan diputar, apalagi ada VCD/DVD resminya. Aku menemukan edisi boxed set season kedua di Vertex, too bad season pertama udah gak ada.
Chemistry antara Adrian Monk, Sharona Flemming, Leland Stottlemayer dan staf polisi awkward satu lagi yang aku lupa namanya sangat menakjubkan. Aneh, lucu, menarik sekaligus mengharukan. Tak tahan aku untuk menghabiskan keping demi keping. Sayangnya satu season ini cuma ada 16 episode, berbeda jauh dengan CSI yang 23 episode.
Pingin cepat pulang, empat episode lagi!

Wednesday, August 30, 2006

Suck

Things get ugly these days. When I just can't understand anything in front of my face. Don't know precious thing 'til you lose it. Sometimes it push me to compromise with my own principal. I hate it. Heartache became such a bullshit.
People we loved pass away.
Once again, we're not always get what we want.

Tuesday, August 29, 2006

Selamat Datang Kesenangan!

Akhirnya audit ISO berakhir sudah, mulai lagi setelah lebaran ntar. Aku gak peduli. Walau babak belur, aku lega semua tlah berakhir. I really need a BIG break!! Kemana, ya?
Detik terakhir jam pulang kantor di hari Jum'at itu, aku langsung pergi menuju mall, liat-liat segala hal, tapi gak beli apapun. Pindah mall, dari IP ke BIP, dan nonton Sentinel. Cukup rame, tapi sedikit lebih rendah dari harapan aku. Oh, apalagi ya, stress ku belum hilang.
Aku putuskan hari minggu pagi ke Jakarta aja, deh, kemana lagi kalo bukan ke Dufan, berdua aja sama Fany naik travel Cipaganti dari BTC Pasteur ke Mangga Dua Square, kan deket banget ke Ancol, naek taksi kurang dari 10rebu.
Cihuyyy, aku seneng banget disana, semua permainan aku coba, thrilling, --eh engga semuanya deh-- sampai sekarang aku gak berani naek kicir-kicir. Hiii! Terakhir kali aku ke dufan adalah kelas 6 SD, tahun 1989. Gosh 17 tahun yang lalu!! Dan, tetteup, Istana Boneka masih tempat favorit aku, hahaha.
Oh, iya sekarang aku punya tontonan baru, serial Monk! lucu dan fun!

Thursday, August 24, 2006

Audit (lagi)


Aduh satu jam lagi akan dimulai audit ISO, jadi mules. Padahal kemaren deg2an aja engga. Malah sempet kelalang keliling toko kaset nyari pesenannya Mas Gatot, semua kaset Fourplay, yang total jendral ada 10 album, dimulai dari tahun 1991 sampai yang terakhir 2006. Dan semua harus dalam bentuk kaset. Ajaib aku berhasil nemu delapan album. Album yang lama-lama aku temukan di toko kaset langgananku sejak SMP, Borma setiabudhi.
Hmmph... doain semua cepat berlalu dengan baik ya.....
Amin.

Friday, August 11, 2006

Unplanned Sightseeing

Aku seneng banget merencanakan sesuatu hal dengan sebaik2nya. Bahkan hal sederhana pun. Seperti kalo mau pergi ke warung sebelah, mau beli apa dulu, apa harus mampir ke tukang baso dulu apa engga, atau apakah harus ngelus2 kucing punya tetangga sebelah dulu atau tidak. Kalo udah fixed, baru pergi. Apalagi kalo mau nonton atau keluar bareng temen, harus sebisa mungkin menyiapkan Plan A atau Plan B.
Tapi kegiatan "merencanakan" atau melakukan "kegiatan yang direncanakan" seringkali membuat aku bosan dan bebal. Gak ada unsur surprise atau fun-nya. Makanya kemarin tiba2 di tengah perjalanan pulang aku hanya mengikuti kemana setir membawaku, gak pake mikir2. Ternyata tempat yang dituju adalah Ciwalk, mmm.. udah lama juga aku ga kesana. Ngeliat toko kaset, liat ada yang diskon, akhirnya beli "Motown Meets The Beatles" dan Hanson, album yang ada lagu Mmmbop nya. Trus sholat --di Ciwalk itu tempat sholatnya enak dan beradab, nggak di basement spt mall lain-- aduh lapar nih, makan nasi ah. Akhirnya makan di Texas, sebentar aja, trus kemana lagi ya.
Pokoknya tema hari itu adalah Don't think! Setelah muter2, akhirnya aku putuskan nonton aja, gak peduli filmnya apa, yang penting maen skitar jam 7an, biar ga nunggu lama, dan film yang memenuhi syarat itu adalah "Miami Vice". Sebelum nonton ke toko buku dulu, liat2 buku, baca2, dari mulai buku komik sampai yang agak2 serius, tapi akhirnya yang dibeli cuma pulpen!
Miami Vice ternyata tidak mengasyikkan, low quality, Collin Ferrel dan Jamie Foxx tidak bisa menggantikan kharisma Don Johnson dan Phillip Michael Thomas, Miami Vice asli versi TV di tahun 80an. Ceritanya biasa. Memang ada kejutan2 kecil didalamnya, tapi secara keseluruhan tetap flat.
Pulangnya setel musik keras2 di dalem mobil. Ahh..lega hehe....

Tuesday, August 08, 2006

HaHaHa... Serious...Indeed!

Akhirnya artikel ku beberapa bulan yang lalu kejadian.
Hahahaha.....

Selamat ya, Ted, Selamat ya Miss Piggy :)

Wednesday, July 12, 2006

Kaset2ku Tercinta

Setelah cukup lama menimbang, berpikir, membatalkan, kembali menimbang dan terus berpikir, akhirnya aku memutuskan untuk membeli ikey, perangkat untuk transfer kaset ke digital audio, alias mp3 atau bentuk sound lainnya. Aku terlanjur cinta dengan masa lalu dan gombalnya memori silam. Memory itu sialnya ada dalam bentuk kaset, yang sekarang sudah tak praktis lagi, bahkan banyak yang sudah ngageol alias rusak. Seringkali --karena rindu akan lagu masa lalu-- aku terpaksa membeli CD yang sebetulnya kasetnya aku sudah punya, jadi dobel. Aku benci itu, karena selain tak murah, juga sangat melelahkan mencarinya. Beli bajakan, kalau ada, suka merasa bersalah, kalau itu lagu Indonesia, kalo lagu barat mah gak terlalu lah, hehehe. Itu pun jarang kulakukan karena memang susah nyarinya.
Akhirnya seringkali si
Amazon itu kembali menguras kartu kreditku. Mmpphff..bangkrut. Makanya setelah itung2 si ikey ini diharapkan dapat mengurangi pengeluaran aku untuk entertainment, CD khususnya. Setelah menunggu tak lama, soalnya dikirim pake Fedex, --yang sumpah gak murah-- ikey sudah ditanganku. Awalnya aku agak kecewa, karena ternyata makenya gak mudah. Tapi setelah konsentrasi sekuat tenaga dan gak pake buru2 aku berhasil menggunakannya. Tetap saja gak semudah yang dipraktekkan di videonya. Kamu harus punya batterai, atau adaptor (soalnya voltase yang dipake 120V), flash disk, dan software buat ngedit. Untuk yang terakhir ini aku pake Soundforge 8.0 yang huhuy, gampang dan praktis pakenya!
Karena keasyikkan ngutak ngatik aku baru berhasil merecovery dua album, Jordan Knight dan Take 6 yang Join The Band. YYYYEAAHHH! Senang sekali kasetku masih berguna. Tumpukan kaset itu sekarang sengaja aku pilah menunggu giliran pindah ke dunia digital. Yang mau ikutan harap sabar, yah, punyaku aja masih banyak, ditambah koleksi jadul kakakku dan bapakku. Sekali lagu aku sangat excited, gak jadi bilang goodbye sama kaset2ku
!

Sunday, July 02, 2006

Divers go to Hell!


Akhirnya aku harus menerima kenyataan perjalanan Inggris di Piala Dunia kali ini cukup sampai di detik ini saja. Ya, Inggris kalah lewat adu penalti dari Portugal.
Satu hal yang aku benci di Piala Dunia kali ini adalah begitu banyak divers dan bad actors. Sebagai seorang pecinta film, sangatlah menjengkelkan melihat akting buruk pemain sepak bola yang kena sedikit aja bisa berguling2 empat putaran. Tapi setelah peluit wasit, langsung bisa berdiri sehat walafiat. sebal.
Aku akui kecintaanku akan tim Inggris dipengaruhi oleh banyak hal berbau fanatisme semata, tapi setidaknya mereka bukan divers. Walau bukan hari ini, Inggris pasti menang. Ya, suatu saat nanti. Believe.