Tuesday, November 20, 2007

Baby Girl

Selamat buat pebe yang sudah di USG (Yani dong tentunya) dan Insya Allah mendapatkan bayi perempuan. Jangan diberi nama Angelica ya, karena mengingatkan aku akan Angelica Pickles, wanita dominan di Rugrats. Jangan juga diberi nama Helga, karena mengingatkan aku akan Helga Pataki, si gadis agak-agak psycho di Hey, Arnold! Hehehe (maaf buat yang namanya sama).

Sekali lagi selamat!!

Monday, November 19, 2007

To Ciamis and Back

Setelah berkali-kali selama dua tahun terakhir merencanakan perjalanan ke Ciamis, akhirnya baru Sabtu kemarin kunjungan ke rumah nenek itu berhasil dilaksanakan. Pergi jam 3 sore ke terminal Cicaheum bareng Megan, sepupu aku. Aku memilih naik bis biar bisa istirahat.
Ternyata aku sangat excited. Badanku sepertinya bosan dengan pemandangan perkotaan terus menerus. Mataku tak henti-hentinya melihat gambar di jendela yang berubah dari detik ke detik. Menyenangkan. Apalagi sesekali kami mengobrol kesana kemari, dari mulai komik sampai irigasi. Sampai di rumah Ma Anah a.k.a my grandmother, disambut teh hangat. Sumpah sangat sedap.
Intinya perjalanan aku kesana adalah nengok nenekku yang kemarin sakit, walau sekarang sudah sehat walafiat. Seterusnya adalah silaturahmi dan mengupdate kabar terbaru disana. Yah, secara sudah dua tahun aku gak kesana. Padahal jaraknya gak jauh-jauh amat. Nenekku agak rabun kalau sudah malam, dan sedikit agak pikun. Tapi beliau masih mengingat aku dengan jelas walau sudah lama gak berkunjung. Lain halnya dengan Megan, walau sering kesana, nenekku sukses terlambat mengenalinya. Pertama disangka tukang kredit, kedua disangka panyawah (tukang yang ngurusin sawah) dan kemarin disangka temennya aku, padahal sudah ngobrol agak lama. Hahaha.
Sayangnya aku hanya sebentar disana, besoknya, Minggu pagi jam 9 aku pulang. Kalau kesorean takutnya macet, dan takut kecapean Senin ke kantor. Kembali naik bis dan kembali mataku menikmati pemandangan indah sepanjang jalan. Kali ini lebih maksimal soalnya cuaca cerah.
Mudah-mudahan masih diberi umur untuk kembali berkunjung kesana. Amin.

Friday, November 09, 2007

The Unplanned Game

Pulang setelah shalat maghrib di kantor. Memantapkan hati untuk menepati janji tidak akan melewati Jl. Terusan Pasteur dan Jl. Surya Sumantri tempat Sekolahan Maranatha yang selalu menguras habis persediaan kesabaranku. Akhirnya memilih Cipaganti yang Alhamdulillah lancar.
Sambil melamun di lampu merah ditemani "Being Boring"nya Pet Shop Boys. Tiba-tiba saja tercetus ide untuk ke Ciwalk menikmati white chocolate dingin Starbuck atau malah sekalian saja nonton. Mmm tampaknya menarik. Akhirnya aku memilih The Game Plan, film keluarga tentang American Football.

Aku salah memilih film ternyata. Menonton film ini sama dengan duduk di setumpukan kerikil, dan beberapa butir masuk ke sela-sela pantat. Menyiksa. Menceritakan seorang quarterback sekaligus bintang Boston Rebels, Joe Kingman (The Rock) yang terkenal dan gemar akan hura-hura. Walau terlihat memiliki segalanya, hidup Joe sebenarnya hampa dan sepi, sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang anak perempuan yang mengaku sebagai anak kandungnya. Selebihnya mudah untuk diduga. Yang menyiksa adalah sepanjang film kita harus melihat usaha The Rock untuk membuat chemistry dengan Madison Pettis (sebagai Peyton Kingman, anaknya) sekaligus menjadi terlihat lucu. Usaha tersebut tak kunjung membuahkan hasil. Ditambah ending yang sangat sinetronish.

Tapi aku tidak menyesali keputusan untuk perjalanan tak direncanakan itu. Cukup untuk membuat riak di Bandung yang dingin. Hehehe

Monday, November 05, 2007

Mual

Kemarin pagi sampai tengah hari diadakan praktek manasik haji se kotamadya Bandung. Err.. sekarang baru terasa bahwa nanti disana akan sangat banyak sekali orang. Sudah mulai deg-degan. Dan semakin bertambah bingung. Idealnya segala macam izin sudah harus selesai diurus, tapi nyatanya pengumuman kloter dan tanggal keberangkatan baru diumumkan nanti selasa. Sudah banyak yang bertanya pergi tanggal berapa, kloter berapa dan sebagainya. Semuanya menunggu jawaban sampai nanti tanggal 7 besok.
Pulangnya masuk angin parah menimpa. Ini yang aku takutkan. Setiap kepalaku kepanasan dan kemudian kedinginan (tadi agak panas berganti hujan dan harus memakai baju ihram), seringkali berujung sakit kepala, mata berkunang-kunang dan mual ingin muntah. Sialnya, Bandung tadi macet sekali. Menyetir pulang butuh perjuangan dahsyat. Sampai di rumah, minum paramex, ganti baju dan tidur.
Alhamdulillah dua jam kemudian bangun dan seperti tidak terjadi apa-apa. Semoga Allah selalu memberi kesehatan. Amin.

Friday, November 02, 2007

Grey Weather Seeker

Sudah lama rasanya gak ke bioskop. Bukan hanya terpotong bulan Ramadhan dan Lebaran (sebenarnya setelah sholat tarawih aku pernah memaksakan diri nonton The Brave One-nya Jodie Foster), tapi juga dikarenakan tidak ada film yang membuat aku tertarik untuk menontonnya.

Bandung, sudah beberapa hari ini menampakan sisi terbaiknya. Langit berwarna abu-abu nyaris sepanjang hari, angin dan hujan seperti tak henti. Cuaca terbaik versi aku. Tiba-tiba saja di tengah perjalanan pulang kantor aku ingin lagi ke bioskop. Dan film yang aku pilih adalah The Seeker: The Dark Is Rising. Mengisahkan seorang anak berusia empat belas tahun yang ditakdirkan menjadi The Seeker, pejuang pencari enam jimat yang tersembunyi untuk melawan kegelapan yang jahat.

Jangan terlalu berharap akan film ini. Film ini buruk, tapi tidak terlalu buruk. Naskah dan plot nya sangat lemah, bahkan untuk sebuah film anak-anak pun. Untung saja spesial efek dan unsur sinematografinya cukup menghibur. Banyak lubang di film ini, aku gak percaya aktor sekelas Ian McShane (si penjahat bengis di serial 'Deadwood') memilih peran disini.

Tapi overall, film ini cukup untuk mengisi kekosongan dan cuaca mendung yang damai ini. Ahh, semoga cuaca indah ini tidak membawa bencana. Karena sekali lagi I really love this weather.


Monday, October 29, 2007

Reuni Akbar!

Aku baru saja pulang dari “Reuni Akbar Semua Angkatan SMA 2 Bandung”, sekolah aku tercinta. Sebetulnya acara itu berlangsung dua hari, 27 & 28 Oktober 2007. Tapi aku agak ragu datang di hari Sabtu kemarin, selain mulainya malam, dicurigai acara itu cuma buat om2 dan tante2 angkatan jadul banget (dan kemudian keputusan ini aku sesali, walapun benar acara itu didominasi angkatan lama, tapi aku yakin asik abis. Acaranya ternyata sampai jam 2 malam ajah, tua gak ada hubungannya dengan hambatan untuk gila hehe).
Aku nyaris gak jadi ikutan acara reuni ini. Semua teman yang aku telepon tak ada respon sama sekali. Ahmad gak ngangkat, walaupun dia sudah bilang gak bisa ikut. Rivani pun demikian. Sari, aku yakin dia ada di Jakarta. Andi sakit di rumah mertua. Oh, derita menjadi single! Syukurlah teh Dhyah ngajak bareng. Cihuy, walaupun kita berbeda 8 angkatan hahaha.
Parkiran sudah penuh sesak. Aku kebagian di kantor kesehatan di jalan Bapa Husen. Oh, My God euforia sudah mulai terasa di gerbang SMA 2. Orang-orang berbagai umur mulai memadati halaman sekolah. Disambut panitya yang menangani urusan registrasi berdasarkan tahun lulus. Dan aku dapat PIN berwarna merah lengkap dengan nama dan angka 95. Terus terang aku kaget, berbagai baju warna-warni mewarnai sesaknya SMA 2 siang itu. Banyak sekali angkatan yang kompakan pake baju samaan. Aku pun tak terkecuali, setelah aku tiba di stand angkatan 95 aku bisa beli baju berwarna cokelat berlabel tahun lulus. Terimakasih Windy, Nanda, Lintang, Romi, Pimpim dan yang lainnya yang sudah berrepot ria mengurus stand 95. Eh, ada yang pake kaos lucu, Eduners ’71 dan Anjrit, Pemuda Asoy ’81.
SMA 2 memang sangat luas, hari itu penuh tapi masih cukup ruang tersisa untuk bergerak. Di dekat pohon karet --ikon SMA 2-- ada panggung dan banyak kursi sesak beratapkan tenda. Di dekat lapangan basket (lapangan basketnya sendiri dipake tempat parkir) berkumpul tenda-tenda angkatan. Dimulai angkatan 50something sampai angkatan fresh 2000an. Berbeda dengan bazaar reguler From 2 with Love, tenda-tenda itu lebih mirip garden party dengan koridor penuh meja kursi ala cafe. Tenda itu sendiri mayoritas berjualan (ada juga yang gratis lho) makanan, tapi ada juga yang jualan motor dan stand lukis sketsa wajah.



  • Spirit. Ajang reuni ini berisikan berbagai kalangan usia, sangat terlihat dari wajah dan fisik tentunya. Tapi satu hal yang sama, semua tampak muda, dan aku sama sekali tidak berlebihan. Seriously, semua tampak bahagia, ceria dan penuh gelak tawa. Semua tampak gaya. Bahkan ada yang nyanyi lucu dan nari lincah. Padahal mereka angkatan 70. Menakjubkan.


  • Egalite. Acara dibuka oleh oleh Bpk. Agum Gumelar, salah satu pejabat Republik Indonesia. Pidatonya sama saja dengan yang biasa kita lihat di televisi. Tapi yang berbeda adalah di sela-sela pidato selalu ada celetukan “Betul, Gum, Heueuh, Gum”. Tidak ada pejabat atau apapun disini, semua adalah alumni SMA 2.
  • Multi Generation. Berhubung acara ini untuk semua angkatan, tentunya bukan hal yang aneh kalau banya keluarga yang mengajak seluruh anggotanya. Seperti klan Panigoro, keluarga Amilius (Ada temen aku, Arra didalamnya), bahkan ada yang sampai kakek neneknya alumni SMA 2. Menakjubkan!

  • Bimbo. Aku yakin semua orang Indonesia pasti tahu Bimbo. Group musik sekeluarga spesialis lagu rohani. Walaupun banyak juga lagu-lagu non rohani seperti Adinda, dan sebagianya. Hari ini salah satu personilnya Jaka Bimbo alumni 60an menyanyikan 2 lagu. Satu hal yang berbeda, Om Jaka tidak memakai baju taqwa, batik, ataupun kemeja resmi, tapi jaket adidas classic, t-shirt putih dan jeans lusuh. Cool!


  • Memory. Anak 3fis1 yang dateng kali ini cuma aku dan Evi. Too bad! Tapi gak apa mengingat aku gak ketemu Evi nyaris 10 tahun. Langsung saja kita menuju kelas tercinta diujung lantai dua. Sayangnya terkunci. Tapi ada hal yang tidak berubah, papan tulisnya masih dua papan vertikal berkatrol, tapi tidak lagi menggunakan kapur seperti dulu, sudah menggunakan spidol. Satu yang berbeda, di meja guru sekarang sudah terpasang telepon dan di setiap kelas terpasang speaker untuk mendengarkan radio sekolah dikala istirahat. Bisa request dan titip salam lho!

  • Seleb. Banyak alumni SMA 2 menjadi seleb. Sejujurnya aku pingin ketemu Candil, vokalis Seurieus angkatan ’93. Sayangnya gak datang. Tapi ada juga yang sempet dateng, selain Jaka Bimbo dan Iin Parlina, ada juga Dewi Lestari, gerombolan Java Jive dan yang paling banyak ngajak foto bareng, Mario Kahitna angkatan 2000. Masih fresh mungkin ya :)

  • The Gurus. Wah, di ajang ini tentunya banyak sekali guru! Selain yang masih aktif seperti Pak Toto dan Bu Dinar, misalnya, aku melihat Bu Rocky a.k.a Bu Rokamah dan duo kimia, Bu Ida dan Bu Dewi, sayangnya aku gak sempet salaman. Oh iya, 3fis1 guys, ada salam dari Pak Adit Suganda, wali kelas kita tercinta!

Walau begitu banyak angkatan, tidak ada yang tersisihkan di acara ini. Semua tampak menikmatinya. Bahkan di kala diam duduk sendiri aku tetap merasa nyaman, mendengar dan melihat segala hiruk pikuk, dan kegaduhan. Benar-benar seperti berada di tengah keluarga! For sure!

Friday, October 12, 2007

Lebaran

Hari ini atau besok lebarannya...
Selamat Lebaran!
Mohon Maaf Lahir Bathin!
Sekali lagi mohon maaf...

Thursday, October 04, 2007

The Return of Boy (Man) Band

Aku suka sekali musik pop. Tapi sayang sekali, pop seringkali diartikan pop tarts (Britney Spears, Christina Aguilera and the gang) atau boyband (Nsync, Backstreet boyz dan banyak gerombolan cowok Inggris). Seringkali pop ini jadi sasaran empuk para kritisi dan tentu saja eksploitasi bisnis. Bahkan kita kadang malu dan sembunyi hanya untuk mendengarkan "It's Gonna Be Me"-nya Nsync.
Sempat dulu zaman SMP, ketika New Kids On The Block sangat booming, seolah sudah ditasbihkan boy band itu hanya untuk perempuan dan --well-- banci. Dan lelaki seharusnya memilih Guns N Roses atau Anthrax atau Sepultura dan sejenisnya.
Coba kita dengarkan musiknya, hilangkan semua teriakan perempuan di sekitarnya, sekalian juga hilangkan dance routine mereka. It's all about musik yang menyenangkan. Dan segalanya telah berevolusi. Coba dengarkan lagu Unskinny Bop dari group rock Poison, walau berbalut lengkingan gitar, it sounds like pop to me.
Secara tak sengaja, kemarin aku nyari video klip Color Me Badd, judulnya Choose, sialnya gak ketemu malah ada orang aneh yang narsis (tapi sekaligus menggelikan) menyanyikan lagu itu. Semakin aku mencari ternyata aku menemukan hal lain. Acara Mission: Man Band di VH1, sebuah reality show yang mencoba menggabungkan alumni boy band tahun 90an menjadi sebuah band baru. Bryan Abrams (Color Me Badd), Rich Cronin (LFO), Jeff Timmons (98°) dan Chris Kirkpatrick (Nsync) bergabung di acara ini. Sangat mengejutkan, dalam pikiran aku semua dulu terkenal dan tentunya banyak uang, jadi seharusnya mereka menikmati masa pensiun mereka. Ternyata semua salah. Mereka masih harus berjuang menghadapi setannya masing-masing. Bryan menjadi gemuk, "miskin", dan harus berjuang mengatasi kecanduan alkohol, Rich bergelut dengan Leukimia akut, Jeff tetap mencoba struggle menjadi orang dibelakang layar dunia musik dan Chris yang kesepian.
Semua harus berjuang dari awal lagi. Menghadapi kerasnya dunia musik. Acara ini menarik, terlebih ketika mereka bernostalgia menceritakan kejayaan band mereka dulu. Tapi satu hal yang tidak berubah, mereka masih memiliki bakat yang hebat. Bahkan Chris yang pernah dengan satir bilang bahwa dia hanya backup singer, ternyata memiliki karakter vokal yang unik dan cukup kuat. Favorit aku tentu saja Bryan yang bertindak sebagai lead vocalist di group yang akhirnya diberi nama Sureshot ini. Coba berkunjung ke situs mereka, dan dengarkan lagu-lagu mereka. Cool!

Monday, September 17, 2007

Hongkong

Inilah tempat favoritku! Dimulai dari batas di terminal Lowu aku sudah mulai menyukainya. MTR (bukan MRT seperti Singapura) sangat bersih, bahkan semua kota sangat bersih. Tidak ada dahak di kota ini..Syukurlah. Sayang perjalanan disini hanya sebentar. Belanja di Kowloon yang sukses membuat kakiku mati rasa, menikmati pemandangan di Victoria Peak, sekaligus satu hal yang sangat sangat aku sukai: Patung Lilin Madame Tussaud. Aku berlari-lari kegirangan berfoto bersama hampir semua patung disana. Sangat menyenangkan.
Lain kali sebaiknya langsung Indonesia-Hongkong saja

Sunday, September 16, 2007

Juhai - Shenzen

Kedua kota ini sangat mirip. Penuh apartemen kotor sekaligus gedung-gedung pencakar langit modern yang terlihat baru. Dari mulai imigrasi semua orang terlihat berjalan terburu-buru. Kita hanya sebentar saja di Juhai, sekedar transit. Paling lama di Shenzen, bahkan kita sempat touring dan memang menginap di Shenzen. Shenzen lebih modern. Sarana publik seperti jalan dibangun dengan sangat baik. Gedung perkantoran, pabrik dan hotel bertebaran dengan megah. Sarana pariwisata pun tidak ketinggalan. Shenzen membangun miniatur keajaiban dunia dan teater folklore. Oh,ya disana ada sebuah kawasan perbelanjaan yang digemari ibu-ibu, namanya Luohu atau Lowu. Mall itu sangat sesak dengan barang-barang palsu. Oh iya, jangan harap bahasa Inggris berguna di kedua kota ini. Lebih baik bahasa Tarzan saja daripada kita berlelah-lelah menjelaskan dengan bahasa verbal. Di Lowu ini aku merasa sangat tidak berdaya. Barang-barang palsu ini ditawarkan dengan harga selangit, tapi sangat terbuka untuk penawaran ekstrim. Harga 500 Yuan sah-sah saja kalau ditawar 50. Aku tak bisa mengerti.
Sepanjang los-los itu pasti akan banyak yang bilang: lole lole hai kaliti cip prais (rolex, Rolex, high quality, cheap price). Bahkan aku pernah nawar tas, dan aku tanya is it really leather? Dia menjawab yes. Aku pegang dan bilang: Are you sure? it feels cheap dia kembali menjawab: yes, cheap. Huh!
Tapi ada satu hal yang aku suka dari Shenzen. Yaitu panti pijatnya. Sekembalinya dari Hongkong, aku nyaris tak bisa berdiri, telapak kaki terutama bagian tumit sudah tak bisa menahan bobotku. Untung guide-ku mengajak ke panti pijat. Aku gak tau namanya. Aku buta huruf disana. Tampilan luar tidak meyakinkan bahkan nyaris seperti tempat mesum. Tapi kesan itu berubah setelah masuk, sofa nyaman tersebar masal. Dilengkapi headphone dan tv kecil walau merk china. Tapi yang paling penting adalah OMG pijatannya sungguh-sungguh enak. Kakiku kembali fit seperti sedia kala.
Tapi kalau memilih, aku gak mau lagi ke kota ini. Walau bangunannya modern tapi semua serba jorok, aku nyaris tak berani ke WC umum. Sumpah, pernah dua kali aku gak nahan pingin ke WC, aduh pengalamannya seperti nonton film horror. Dan satu hal yang sangat mengganggu adalah, kenapa setiap orang sepertinya senang membuang dahak di tempat umum? Hiiii..seram!

(foto diambil oleh mas Iwan)

Macao

Minggu lalu, aku dan rombongan kantor, bertujuh puluh orang aja, piknik ke China, tepatnya ke Macao, Shenzen dan Hongkong. Walau secara teori kota-kota itu satu negara, tetapi saja sangat berbeda. Ditambah kita harus melewati imigrasi setiap melewati masing-masing kota. Bayangkan, dari Indonesia ke Macao melewati satu pos imigrasi, dari Macao ke Juhai (kota sebelum Shenzen) melewati dua pos imigrasi, lanjut ke Hongkong dua pos imigrasi. Semuanya dikalikan dua untuk perjalanan bolak balik. Semua pos imigrasi dipenuhi sangat banyak orang. Sungguh perjalanan yang melelahkan.

Aku ceritakan perjalananku tentang masing-masing kota. Dimulai dari Macao. Seperti kata teh Mira, aku bingung, yang benar entah Macao entah Macau, habisnya dua-duanya sama-sama digunakan. Kesan pertama tentang Macao adalah kota yang modern, bersih dan bertaburkan kasino-kasino megah. Ya, kasino itu seringkali disatukan dengan hotel, restoran bahkan pusat perbelanjaan. Bahkan pernah suatu kali di tempat kita makan, rombongan minta disediakan satu ruangan untuk sholat. Setelah kita berjamaah sholat semenit kemudian dirubah menjadi tempat ibu-ibu bermain Mahjong hihihi.

(foto diambil oleh Mas Rafli)

Reunion

Rabu kemarin, Tari, teman SMAku yang sudah sangat lama berkelana di Jepang pulang ke Indonesia. Singkat kata kita ketemuan, pulang kantor kita berdua ditambah Ahmad Arifin (a.k.a Arif a.k.a Ahmad) merealisasikan rencana mengunjungi pa Toto –our high school math teacher-- di rumahnya. Kita ngobrol kesana kemari, saling menceritakan kehidupan masing-masing, mengenang dan mengingat-ngingat memori masa lalu, bahkan saling berdebat. Malam itu aku merasa kembali muda, semuda masa SMA dua belas tahun lalu. Err..tapi dengan berat badan yang tentunya jauh berbeda hehehe.
Tari, Ahmad, terimakasih banyak.
Ternyata jarak dan waktu tak berarti apa-apa.

Friday, August 31, 2007

The Invasion. Suck.

Kemarin nonton The Invasion di Ciwalk. Oh benar-benar film yang pantas untuk dilewatkan. Tak peduli dengan tiga bintang yang didapat dari boxoffice.com

Thursday, August 30, 2007

Mengalah Itu Penting

Pekerjaan customer service itu jauh dari sederhana. Harus memanage perasaan dan emosi dengan sangat seksama. Caci maki, memperbaiki kesalahan orang lain, meminta maaf untuk unit lain. Semua harus dilakukan dengan perkataan dan intonasi yang terjaga.
Dan masih juga menerima fitnah. Astaghfirullah. Aku harus mawas diri, mungkin saja dibalik semuanya aku berbuat dzhalim. Semoga semuanya berakhir dengan baik. Sabar itu seharusnya tidak ditambahkan kata "sampai kapan". Sabar memang harus selamanya.

Friday, August 17, 2007

17an

Hari ini adalah tanggal 17 Agustus. Ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia tercinta. Aku termasuk yang bersuka cita menyambut hari itu. Soalnya dengan serta merta di semua daerah mendadak jadi meriah. Meriah dengan hiasan dan kegiatan. Terutama di komplek rumahku.
Aku termasuk yang jarang keluar rumah kecuali ke warung. Tapi jangan salah, aku pastinya kenal dengan orang-orang di sekitar aku. Minimal satu RW aku tahu. Nah, tanggal 17 itu biasanya aku manfaatin dengan bersosialisasi dan sekedar mencari hiburan. Sudah sebulan ini tiap Sabtu Minggu sore aku sempatkan nonton pertandingan futsal antar RT. Selain meriah dan jadi ajang ketemu orang yang sudah lama gak aku sapa, di lomba ini juga biasanya banyak orang jualan. Walhasil di lapangan itu kalian akan melihat sosok bertubuh besar dengan kaos dan celana selutut yang tidak berhenti jajan. Hehehe.
Kemarin malam juga ada lomba lain. Yaitu lomba masak nasi goreng khusus bapak-bapak. Secara rasa aku gak tau, secara hiasan juga gak jelek-jelek amat. Tapi kehigienisannya diragukan. Soalnya buru-buru dan bercampur keringat. Yiy! Hahaha.

Friday, August 10, 2007

Cuti Nonton

Masa cuti adalah waktu yang sangat tepat untuk menonton. Tanpa buru-buru, tanpa antrian, tanpa macet, tanpa susah dapet parkiran. Ahhh, dunia serasa surga!! Hari Kamis dan Jum'at tadi aku nonton jam 12.45 di Blitz dengan penuh kedamaian.
Film pertama yang aku tonton adalah Surf's Up. Film animasi dari Sony tentang Surfing. Dikisahkan seekor penguin, Cody, yang berusaha keras menggapai impiannya menjadi seorang peselancar terbaik mengikuti idolanya Big Z. Film ini agak lain daripada film animasi lainnya yang pernah aku tonton. Shoot yang digunakan seperti sedang membuat film dokumenter, lengkap dengan komentar-komentar dan wawancara orang--err, binatang disekitarnya. Walau terlihat tak laku film ini sangat menghibur. Lucu. Asli. Ditambah hari Kamis itu aku nonton sendirian aja. Tidak ada penonton lain di bioskop itu. Jadi aku seperti raja. hehehe.

Film yang aku tonton siang tadi adalah film yang aku nantikan. Bourne Ultimatum. Seri penutup dari film-film sebelumnya, Bourne Identity dan Bourne Supremacy. Gosh, film ini dua jam lebih dan penuh ketegangan sejak awal. Tidak ada basa-basi tak perlu dan cerita yang sengaja dipanjang-panjangkan. Matt Damon sangat keren di film ini. Tanpa senyum dan bertempur dengan sangat efektif. Tapi aku jamin, Anda akan tersenyum di akhir film. This is This year's Movie!

Andaikan aku punya 1 juta dollar. Aku tak akan bekerja lagi dan menikmati setiap jengkal waktu seperti hari ini!! Hehehe.

Thursday, August 09, 2007

Akses Internet Megavision

Sudah sejak dua bulan yang lalu provider TV kabel yang aku pakai, Megavision, merayu aku untuk mencoba layanan baru mereka, akses internet dengan kecepatan up to 384 Kbps dan download rate 40Kb/detik. Tapi entah kenapa aku tidak terlalu tertarik. Mungkin karena aku sudah cukup berakses internet di kantor dan sesekali saja di rumah menggunakan dial up Telkomnet (jika sangat terpaksa dan tak ada pilihan lain) atau Telkomsel Flash. Jadi berkali-kali tawaran itu aku tolak.
Tapi akhirnya aku menyerah juga. Sebelum kepergian aku ke Surabaya, mereka kembali menelpon dan menghiba aku untuk mencoba layanan mereka free of charge selama dua hari. Well, bolehlah, kebetulan minggu ini aku cuti. Tepat setengah jam setelah aku sampai di Bandung, layanan internet via kabel sudah terpasang di kamarku.
Dan segala promosi yang mereka gembar gemborkan selama ini ternyata bukan isapan jempol. Yap, selama 24 jam layanan internet mereka tanpa cela. Sejak kemarin begitu banyak hal yang aku download. Musik, film dan software mengisi laptopku dengan cepat. Buat orang yang membutuhkan internet non stop, aku sangat merekomendasikan Megavision.
Tapi mohon maaf, buat aku biaya 480ribu rupiah (sebelum pajak) per bulan terlalu mahal untuk kebutuhan sekunder macam ini. Tapi aku sudah janji sama mereka, aku akan mempromosikannya.
Jadi, teman-teman dan handai tolan, jika Anda berada di kawasan Bandung Utara dan membutuhkan internet super cepat, hubungi 022-2042624.

Tuesday, August 07, 2007

Un-boring Surabaya

Akhirnya selesai juga pekerjaan auditor di Surabaya ini. Sungguh sangat sangat melegakan. Dua hari ini benar-benar menguras fisik dan konsentrasiku. Makanya setelah closing meeting sore tadi berakhir, aku tak bisa menahan diri untuk cepat-cepat merebahkan badan di kamar hotel.
Tanggal 6 kemarin membuatku sangat bersyukur. SMS dan telpon do'a dan selamat berdatangan dari mulai tengah malam sampai menjelang tidur. Terimakasih semuanya! Aku sangat terharu, ternyata begitu banyak orang-orang yang peduli dan sayang padaku.
Diskon Inul Vizta, kado dari PCMD Surabaya (? wow.), dan kue tar pisang super enak persembahan Hotel Santika tak lupa menambah keceriaan hari itu. Sepanjang hari seperti tersenyum padaku. Allah benar-benar sayang.
Perjalanan di Surabaya pun ternyata sangat menyenangkan. Di depan hotel ternyata kalau malam berubah menjadi pasar yang ramai. Dimeriahkan musik dangdut super keras dan hidangan di warung Babi Bumbu Kecap, hehehe. Mencari alamat di Gubeng Kertajaya dan bertemu teman SMA kelas 1, Anugerah Pratama a.k.a Gaga yang menginap di hotel yang sama selama 20 hari (yay!).
Tapi lebih menyenangkan lagi membayangkan perjalanan pulang ke Bandung tercinta besok.
Can't hardy wait!

(terimakasih juga pada wifi di hotel yang bisa aku akses gratisan berkat user Indosat M2 punya kakakku)

Monday, August 06, 2007

30

30. Dan masih tetap merasa bodoh.
Allah masih sangat sayang padaku, tapi tetap saja aku mengkufuri nikmatNya.
Berjalan di tempat penuh kemunkaran.

Semoga semuanya berubah menjadi lebih baik.
An-Naml memang surat buatku.
Terimakasih Allah.

Alhamdulillah.

Sunday, August 05, 2007

To Surabaya

Aku seringkali berada dalam kondisi sedih. Tidak aneh memang. Biasa aja. Bahkan kalau tidak pernah sedih mungkin lebih aneh. Tapi berbeda bila hal ini terjadi dengan orang lain. Orang lain yang sangat dekat dan kita kenal sebegitu stabil. Ternyata anehnya hal itu tidak saja membuat orang itu sedih, hal itu juga berimbas padaku.
Sekuat tenaga aku berusaha menghapus kesedihan itu. Tapi aku tahu tidak akan semudah itu.
Mungkin segalanya membutuhkan waktu.
Selama apapun waktu itu. Aku akan menemaninya.
Seperti yang selalu orang itu lakukan kepadaku.

(Syukurlah wifi di Bandara Husein Sastranegara ini bisa diandalkan. Menuju Surabaya. Yang sebetulnya agak malas aku tempuh)