Tuesday, March 03, 2009
Joko oh Joko
Tapi sayang, jalan itu agak jauh dari tempat kerjaku di Jl. Diponegoro, yang artinya jauh juga dari tempat kostan aku (sekarang) di Jl. Cik Ditiro atau kampung keling. Di deket kost aku sebetulnya banyak orang jualan makanan sih. Ada Lontong Kak Lin dan ada juga penjual roti cane “Sabbas”.
Lontong Kak Lin sudah membuat aku bosan, karena memang sangat dekat dengan kostan aku, tinggal jalan. Jadi hampir tiap weekend aku makan disana, sayangnya lama2 terasa membosankan dan mahal, apalagi jika dibandingkan dengan jualan serupa di sekitarnya. Roti cane “Sabbas” juga sudah mulai aku tinggalkan, karena kari-nya seringkali dingin dan mengental. Padahal roti canenya enak banget, hanya beda sedikit dengan roti cane di Madinah dulu. Menjelang malam, mulailah bermunculan orang-orang jualan, terutama di dekat Jl. Zainul Arifin. Too bad, aku agak segan makan di pinggir jalan di kota Medan ini. Gosh, banyak pedagang yang terkesan jorok. Sampah dibuang seenaknya. Jalanan becek, satu lagi yang bikin ilfeel adalah gotnya yang selalu tergenang air, padahal di Medan sekarang ini jarang hujan.
Alternatifnya makan di mall, yang selain mahal juga kayaknya gak bagus buat badan deh. Kadang2 memang aku naik bentor (becak motor) ke Merdeka Walk, tapi disana pun sama saja, harga mall, bow. Kayaknya aku harus lebih giat explore lagi nih.
Disaat hari dimana aku puasa, aku suka menyengaja kembali ke si Joko Solo di Jl. Dr. Mansyur itu. Aku suka teringat ayam penyetnya yang lembut dan pedas, ditambah sate kerangnya yang garing. Sialnya aku gak tau jalan. Jadi harapan satu2nya ya si bentor itu. Kamis minggu lalu aku berniat kesana sepulang kantor. Aku bertemu dengan tukang bentor yang malah bertanya, Jl. Dr Mansyur itu dimana, yey meneketehe. Aku cuma tau bentuk jalannya, tapi kalo dari kantor ke sana agak2 lost gitu. Syukurlah aku akhirnya sampai juga disana, tanpa basa-basi langsung aku habiskan seporsi ayam penyet, 3 tusuk sate kerang dan tiga botol frestea green. Ya, tiga botol!
Hari ini aku kembali ingin ke Joko Solo. Cuma kalo bisa pingin yang lebih deket. Akhirnya aku tanya ke temen. Mereka bilang ada di Jl. Gajah Mada. Hmm..jalan itu kayaknya gak terlalu jauh dari kantor deh. Berangkatlah aku dengan mencegat sebuah bentor. Si bapak dengan pede tahu tempatnya, aku memperingatkan kalo aku gak tau jalan dan sangat mempercayai si bapak. Setelah melalui jalan macet sampailah aku di perempatan Iskandar Muda-Gajah Mada, dan jreenggg..si bapak menunjukan sebuah tempat makan bertuliskan Ayam Bakar Surabaya!! Jelas bukan lah!
Aku pun turun, memutuskan mencari tahu ke orang di daerah sana. Berhubung macet, aku kemudian jalan lumayan agak jauh, mudah2an ketemu plang si Joko Solo itu. Nihil. Aku pun memutuskan bertanya sama seorang satpam. Oh, Joko Solo! Terus aja, setelah gallon (pom bensin) sebelah kanan, naek bentor aja lagi. Akhirnya aku pun menurut. Si sopir kali ini bilang kalo disini gak ada yg namanya Joko Solo, yang ada juga Wong Solo. Damn! And he’s right. Dia bilang kalo Joko Solo yang deket itu ada di daerah x (aku lupa), ya udah deh aku nurut. Dia bilang kalo aku penasaran, dia mau nganterin ke ujung Gajah Mada yg sebaliknya. Aku yg memang penasaran juga, mengikuti sarannya. Dan hasilnya memang gak ada, yang ada Papa Rons Pizza, KFC dan Gramedia. Huh! Yah, sudahlah aku pasrah mengikuti si tukang bentor ini. Mana sudah adzan lagi!
Sambil jalan si bapak menceritakan tentang si Joko Solo ini, katanya dulu tokonya kecil di tempat ini (sambil menunjuk sebuah warung di pinggir jalan). Dan kemudian dia parkir di sebuah tempat makan bertuliskan “Ayam Penyet Surabaya”. OH TIDAKKKKK!!! Bapak ini mengerti gak sih kalo Solo dan Surabaya itu jauh!!! Dan kenapa sore itu aku selalu bertemu dengan tempat makan bernama “Surabaya”. Ahh..grrrr..daripada lapar aku memutuskan untuk makan di tempat itu. Walhasil memang jauh rasanya dengan si Joko ituh!!!!
Cepat habiskan, dan pulang ke kostan!!
Saturday, February 14, 2009
Ceracau
Mereka ramai merayuku untuk ikut menuruti keinginan masing-masing, menyuruh naik bentor (beca motor) daripada jalan kaki, ke Sun Plaza dulu sebelum pulang, mampir beli roti cane di kampung keling langganan dan banyak hal lagi.
Setiap hari aku kadang ikuti permintaan mereka, tapi tak jarang pula aku tak gubris. Sesampainya di kostan, gak mandi (kan udah di ruang ganti kolam renang tadi), hanya memakai baju dalam dan menyalakan kipas angin. Pasang ipod di mode shuffle, buka facebook di handphone, kadang menelepon seseorang, baca buku Lima Sekawan atau Anatomy of Fear, tapi tak kunjung habis. Ingin nonton Criminal Minds season dua, tapi gak punya DVD nya. Akhirnya seringkali lelah dengan sendirinya. Tidur. Dan bangun kembali di waktu yang sama keesokan harinya.
Sabtu dan Minggu beda lagi ceritanya. Dimulai dari malam hari sebelumnya. Berencana bangun siang, tapi rupanya otakku seringkali bangun sendiri di pagi buta. Aku terpaksa kembali menuruti kehendaknya. Sayangnya, di waktu libur, otak dan kota ini tak lagi sejalan. Otakku mengajak dirikku untuk bangun dan menikmati pagi hari, berjalan keluar rumah untuk mencari serabi oncom kesukaanku, atau sekedar antri menunggu gorengan si Tini. Atau memanaskan mobil dan pergi ke gasibu, atau Kartika Sari atau Saparua, atau bahkan ke belakang gedung sate. Otakku lupa, badan ini tak lagi di Bandung. Gairah paginya tak lagi terlalu berguna di kota ini. Di kota ini segalanya bergerak di sekitaran jam delapan.
Akhirnya tak ada pilihan lain, otakku dengan lemah kembali ke kamar kost. Bingung akan melakukan apa. Tidur? Kantukku sudah kehilangan selera. Termenung di pagi hari bukan hal yang menarik ternyata. Kembali mencoba menikmati si Lima Sekawan dan Anatomy of Fear yang perlahan mengundang kembali si kantuk untuk menenangkan badanku.
Ditengah ketermenungan, aku googling kata “cape anjir” (hehehe), menemukan satu blog lucu. Salut dengan situs yang terlihat ringan, http://gielanks.blogspot.com aku tau dia hanya mencoba menuangkan pikiran dan ceracau yang mungkin tidak penting. Situs ini bahkan tidak aktif sejak 2005, postingannya pun hanya beberapa artikel.
Tapi, bro, wherever you are (tapi kayaknya Bandung), celoteh kamu sangat menghibur aku yg terpuruk dengan kesepian. Membuat aku tersenyum sekaligus kagum. Walau kehilangan orangtua, kamu masih tetap ceria dan sederhana. Terimakasih!!
Friday, January 23, 2009
Guru-Guruku Tercinta.
Tapi semua itu tak masalah, bertemu pun sudah merupakan sebuah anugerah. Hiburan tak terkira untuk aku khususnya yang kini jauh dari Bandung.
Dua temanku, kemarin mengunjungi SMP tercinta yang tentunya sudah berubah. Tapi yang mengagetkan aku, adalah kondisi guru yang mengajar kami dahulu. Aku terkaget dengan kenyataan bahwa mereka secara fisik dan kondisi berubah. Dalam ingatan kami mereka tetap abadi, tetap muda, tetap seperti dahulu. Padahal mereka pun manusia yang tentunya akan menua dan berubah. Apalagi rentang waktu sudah menunjukkan lebih dari 16 tahun.
Guruku kini tlah tua, dan yang lebih menyesakkan ada diantara mereka yang sakit parah dan (terlihat) menderita. Tapi apapun..ingatanku padamu tak akan pernah padam, walau nyalanya seringkali mengecil.
Maafkan kami.
Monday, January 05, 2009
Bismillah
Akan dan harus kulewati fase ini, tak peduli betapa besarnya aku merindukan Bandung dan banyak orang.
Aku hanya ingin suatu hari nanti aku bisa membaca tulisan ini kembali dengan senyum.
Amin.
Tuesday, December 30, 2008
New Start
Banyak hal yang aku persiapkan untuk itu. Tapi yang paling menyita waktu, adalah persiapan mental. Ternyata kepindahan ini berbeda sama sekali dengan kepindahan aku ke Semarang di tahun 2002. Syukur Alhamdulillah, teman-temanku tercinta disini sangat membantu, sampai repot-repot ngasih hadiah dan bikin surprise party segala.
Tapi ternyata ada hal yang kemudian mengganjal. Perasaan sedih. Perasaan sedih orang lain. Perasaan orang yang aku sayangi. Aku hanya bisa meringankan saja, belum bisa menyembuhkan. Somehow, aku merasa tak bisa pergi jika perasaan sedih itu belum mereda. Maha Besar Alloh yang mengabulkan semua permintaan dan menghilangkan semua kesedihan.
Untunglah blog ini sedikit mengobati.
(terimakasih Dinar)
Monday, December 01, 2008
Nonton Twilight
Memang sih gak semua film berniat aku tonton, tapi tetap menjengkelkan. Pilihan jadi sempit, apalagi opsi penggantinya adalah film-film Indonesia kampring dengan judul tak berotak, seperti Merem Melek, Mas Suka Mas Ukin Aja. Gosh, seharusnya yang punya ide bikin judul kaya gitu masukin penjara saja.
Dengan diputernya Twilight dan Bolt minggu kemarin mudah2an menandakan paceklik film Hollywood di Bandung sudah berakhir. Semoga!
Sudah lama juga gak nonton midnite. Agak ngantuk. Twilight adalah satu film kuda hitam tahun ini. Pas trailernya baru keluar saja, film ini sudah mengakibatkan pembicaraan hangat. Rob Pattison --si pemeran utama, juga main sebagai Cedric Diggory di Harry Potter-- tiba-tiba saja menjadi hottest actor.
Film ini dibuat berdasarkan novel berjudul sama karya Stephanie Myers. Dan belum aku baca. Terus terang setelah melihat trailernya di Youtube, aku mengharapkan banyak action di film ini. Harapan yang salah. Biasanya kita melihat film-film action atau film-film vampire berbumbukan romance, nah yang ini dibalik, Twilight adalah pure romance yang ditambahkan sedikit vampir didalamnya.
Menceritakan vampir uber cool keluarga Cullen yang bersekolah di Fork, Washington. Salah satu anggotanya, Edward tidak tahan untuk tidak tertarik pada sang murid baru, Bella Swan (diperankan Kristen Stewart, anaknya Jodie Foster di Panic Room dulu). Sialnya kota kecil itu diganggu oleh tiga vampire yang sering memakan manusia.
Chick flick memang. Tapi lumayan lah buat hiburan.
Monday, November 24, 2008
Look who's on Java Jazz!
Thursday, November 20, 2008
Bruce Parry's Tribe
Sejak pertamakali menonton Tribe di Discovery Channel tak terelakkan lagi, aku tak bisa lagi lepas dari serial itu. TRIBE sebetulnya adalah produksi BBC yang menceritakan perjalanan sang host, Bruce Parry mengunjungi dan hidup bersama suku-suku terasing di seluruh dunia. Yang menarik dari serial ini adalah sosok Bruce yang dapat membaur dengan suku asing tersebut. Dia benar-benar melihat suku tersebut sebagai komunitas yang memiliki kebudayaan yang unik –bukan aneh. Walaupun pernah sekali waktu dia tidak tahan untuk membandingkan dengan kebudayaannya sendiri, ketika dia merasa heran melihat wanita suku Hamar di Etiophia yang tidak takut, bahkan ingin sekali dipecut dengan sejenis rotan sampai luka. Tapi hanya sekali itu saja.
Karena sulit aku untuk menemukan tontonan sejenis yang memenuhi hasrat aku akan antropologi, aku mencari DVD serial ini. Aku menemukannya di Amazon.co.uk. Untungnya dibundling tiga season/series sekaligus. Walau valuta asing sedang menyebalkan, aku memaksakan untuk membelinya.
Keputusan yang tidak aku sesali.
DVD ini mengulang kembali perjalanan Bruce Parry ke suku Adi di Himalaya, suku Suri di Ethiopia, Suku Kombai di Indonesia (Papua), Babongo di di Gabon, Darhad di Mongolia dan Sanema di Venezuela. Semua tergabung di Series I. Series II hanya memuat perjalanan Parry di tahun berikutnya ke tiga suku di Ethiopia, Nyangatom, Hamar dan Dassanech. Suku yang walau berdekatan memiliki karakteristik dan kebiasaan yang sangat berbeda.
Seri terakhir berisikan perjalanan ke suku Matis di Amazon (Brazil), Nenets di Siberia, Anuta, pulau mungil di Samudera Pasifik, suku Akie di Tanzania, Layap di Bhutan dan suku Penan di pulau Kalimantan (Malaysia). DVD ini dilengkapi bonus film amatir pertama Bruce Parry dan Mark (terkenal kemudian bersama Olly dengan “Living with the Kombai Tribe” dan “Living with the Mek Tribe”) mendaki gunung Mandala di Irian sekalian meneliti suku kanibal disana. Di film ini aku juga tahu ternyata Bruce cukup fasih berbahasa Indonesia.
Dari semua kisah Bruce Parry, yang paling menakjubkan adalah perjalanannya bersama suku Dassanech di Mongolia. Suku nomaden yang mengurusi ratusan ternak di padang stepa Mongolia. Sepasang suami isteri yang sederajat mengurus pekerjaan dan keluarga di medan alam yang sangat berat. Membuat aku semakin ingin berkunjung ke Mongolia (dan Maroko tentunya!)
Friday, November 14, 2008
Back to The Party
Tahu kah anda grup yang pernah ngetopdi tahun 1990-1993, bahkan mereka pernah ke Indonesia bernama "The Party". Thursday, October 23, 2008
Three Music Review
John Legend, Evolver. Seharusnya album ini release tanggal 28 Oktober, tapi entah kenapa sudah bocor di internet. Jadi karena sudah pre-order aku bisa download dengan tanpa bersalah. Curiosity ini kadang-kadang susah diatur, memang. Setelah mendengar single "Green Light" yang direlease jauh hari. John Legend sepertinya mau bilang kalau album barunya akan menjadi sesuatu yang berbeda. Judul albumnya pun menyebutkan begitu.Setelah mendengarkan seluruh lagunya, album ini memang beda. Sayangnya bukan ini yang aku inginkan. Album ini seperti proyek John Legend untuk artis lain yang digabungkan dalam satu CD. Ada banyak artis pendukung, dari mulai Andre 3000, Kanye, Brandy dan artis besutannya: Estelle. Di album ini aku tidak merasakan single yang catchy dan mudah diingat. Aku gak yakin apa yang aku rasakan di album ini. Sedikit mengecewakan, tapi mungkin aku harus memberi kesempatan untuk mendengarkannya lagi dengan seksama.
Wayne Brady, A Long Time Coming. Pertama kali mendengar single "Ordinary" di radio, langsung tertarik mendengar albumnya. Dan aku gak nyangka yang nyanyi adalah Wayne Brady yang ada di "Who's Line Is It Anyway". Pertama kali mendengar album ini, satu saja pendapatku: Wow!!! Album ini pengobat kekecewaanku akan album baru John Legend. Suaranya empuk but poweful. Selain itu aku suka album ini karena album ini gak aneh-aneh, R&B/Pop in old fashioned way. Favorit aku adalah Ordinary, F.W.B, Make Heaven Wait, Back In A Day, You And Me dan tentunya I Ain't Moving.Benar-benar Recommended!
Robin Thicke, Something Else. Sebetulnya aku lebih suka jaman ketika dia masih mengenalkan dirinya dengan Thicke saja. Ketika dia menyanyikan lagu yang di"populerkan" oleh si American Idol, "Whe I Get You Alone". Tapi di album sebelum ini, "Evolution of Robin Thicke" walau berbeda tetap saja masih cukup menyenangkan. Begitu pula halnya dengan album ini. Tidak jauh berbeda. Album ini teman yang menyenangkan di kala larut malam.Doh, auditnya belum selesai nih. Agak nganggur jadinya :)
Friday, October 17, 2008
Never too late
Bedanya kalau hari Biasa, aku langsung ke kantor. Pergi sekitar jam 6.30 sampai kantor jam 7. Aku Browsing, chatting atau langsung bekerja. Aku benci terlambat, tapi sepertinya satu jam lebih cepat berada di kantor sepertinya berlebihan.
Tapi semuanya itu lebih baik (buat aku) daripada terlambat.
Saturday, October 04, 2008
Lebaran hari ke
Tidak kemana-mana, di rumah saja. Saudara pun cuma sedikit yang datang, berhubung hampir semua pergi ke Ciamis. Aku pun asalnya akan ikut serta dalam euphoria mudik itu. Tapi kemacetan parah Nagreg membuat aku memundurkan rencana itu ke minggu depan.
Orang tua pada nyekar ke makam nenek dan uyut di Banjaran. Tapi di sore hari kakakku datang bersama rombongan anak-anaknya dari Cirebon. Lengkaplah sudah 12 keponakanku hari itu berada di rumahku semua. Artinya aku kehilangan hak atas kamarku dan artinya pula aku harus mencari tempat tidur dadakan di malam hari. Karena aku tidak suka tidur di ruang keluarga yang masih berbau gule dan ketupat, juga tidak suka tidur di dapur dan kamar mandi (memang tidak wajar, sih), akhirnya aku memutuskan tidur di teras lantai atas. Dingin tapi lumayan asik ternyata.
Selepas Maghrib, badanku meronta ingin diajak pergi. Ok, akhirnya aku memutuskan jalan-jalan ngawur. Tapi sial, Setiabudhi dan Cihampelas macet berat. Orang-orang Jakarta itu ternyata tidak memberi kesempatan untuk orang Bandung untuk menikmati kotanya sendiri di liburan panjang ini :(
Lebaran Hari Ketiga
Entah kenapa kok jadi sering pusing. Kebanyakan tidur atau mungkin kebanyakan makan ketupat. Sudah 4 hari berturut-turut menuku tak berubah. Gule sapi, ase cabe, bawang goreng kadang pake ketupat, kadang nasi. Lebih sering ketupat, sih. Tapi don't get me wrong, aku samasekali tidak bosan. Yummm!
Keponakanku untungnya pada gak minta jalan-jalan, mereka cukup puas dengan game komputer Medieval II: Total War yang aku belikan. Tapi ritual berenang yang rencana akan dilakukan hari ini harus dibatalkan karena hari mendung dan akhirnya turun hujan, Alhamdulillah.
Malamnya kembali sendiri saja luntang-lantung. Kali ini aku cukup pintar untuk tidak memilih Jl Setiabudhi dan Cihampelas yang --menurut Radio-- masih saja macet berat. Untungnya daerah IBCC dan Supratman lancar-lancar saja.
Lebaran Hari Keempat
Oke, aku kebingungan. Harus berenang dimana. Setelah baca koran, nyaris semua kolam renang penuh. Selain karena liburan, akhir-akhir ini Bandung memang panas. Plan A dan Plan B aku susun. Pilihan akhirnya jatuh di Hotel Kedaton, yang Alhamdulillah kosong siang tadi.
Ada yang berbeda di acara renang kali ini. Biasanya yang ikut berenang cuma yang sudah besar (umur SD ke atas), soalnya aku agak kerepotan mengawasinya. Kali ini total keponakan yang berenang adalah 11 orang (yang satu tinggal di rumah memilih meneruskan main game komputer) dengan range umur 2 tahun - kelas 3 SMA). Cukup menyenangkan ternyata. Selama kolamnya gak terlalu besar, pengawasan bukan menjadi soal.
Malamnya kembali jalan-jalan sendirian. Sialnya kali ini ke kantor saja. Cuh! Aku memilih mengerjakan laporan daripada besok Minggu harus merusak agenda yang telah disusun.
Pulang dulu ah. Bye!!
Wednesday, October 01, 2008
Selamat Lebaran!
Walau di kantor tetap keceriaan serasa melimpah.
Maaf Lahir Bathin!
Friday, September 26, 2008
Desperate for Next Week
Duh..sumpah deh pingin banget cepet2 minggu depan.
Sudah dua minggu ini pekerjaan demi pekerjaan saling berkejaran deadline. Sudah nyaris lupa ini bulan Ramadhan, kecuali kalau ngerasa lapar atau haus.
Walau nanti Lebaran hari pertama aku harus masuk kantor, aku sama sekali gak berkeberatan.
Sampai bertemu minggu depan, semuanya!!!
Tuesday, September 02, 2008
Bulan Ramadhan (Lagi)
Hahahaha... Ngarang!
Hari ke-2 bulan Ramadhan. Bulan harapan untuk menjadi lebih baik!
Hari-hari Ramadhan juga adalah hari dimana aku bisa (mudah-mudahan) sering ke mesjid Al-Hidayah. Mesjid deket rumah. Sebisa mungkin sholat tarawih disana. Senang bisa melihat tetangga baik dekat maupun jauh.
Di mesjid juga suka banyak jajanan. Tapi aku terlalu gengsi untuk beli. Mending nyuruh si Fikri atau si Azhar aja. Sialnya di mesjid juga suka banyak ABG kecentilan nongkrong. Jadi bukannya sholat, tapi malah cekikikan, jajan atau lebih parah, main petasan. Jadi aku harus ekstra mengawasi dua keponakan ABG ku itu biar gak ikut nongkrong.
Di dalam mesjid, sambil mendengar ceramah, aku bisa sekalian liat muka-muka lama maupun baru di lingkungan kompleks. Sayangnya gak bisa liat yang perempuan, karena pake pembatas, hehehe. Tapi yang seru juga, kalo kita lagi sholat, suka banyak anak-anak kecil yang malah ngobrol, nangis, lari-larian, tapi yang paling aneh adalah menyanyi. Dan anak itu adalah si Syaiq, keponakanku berumur 4 tahun, yang suka menyanyi "Cinta Ini Membunuhku" dari d'Masiv. HAHAHA.
Selamat menikmati bulan bahagia, semuanya!!!
Tuesday, August 19, 2008
Summer Movies Parade
Speed Racer : Hell with the critics! Aku suka film ini. Memang penuh warna warni tak lazim. Tapi siapa bilang film harus selalu lazim!
The Chronicles of Narnia: Prince Caspian : Jauh lebih baik dari seri pertamanya. Kemungkinan rating nya berubah. Gak terlalu anak-anak banget!
Iron Man : Robert Downey Jr. Adalah pilihan tepat. Cerita nya melemah di akhir, dan endingnya membosankan. Dijamin bakal dibuat sequelnya.
Indiana Jones and The Kingdom of The Crystal Skull: Episode ini murni hanya untuk nostalgia, tak lebih. Jangan mengharapkan mendapatkan euphoria yang sama dengan jilid2 sebelumnya.Celana pantalon Harrison Ford pun sudah tidak terlihat penuh lagi. Hahaha.
Sex And The City : Belum nonton. Mungkin memang gak niat datang ke Bandung. Jangan salahin kita ya kalo kita pilih yang bajakan.
The Incredible Hulk: Berhasil menghilangkan memori buruk edisi sebelumnya, The Brokeback Hulk. Mungkin gara-gara aku belum bisa melupakan kekaguman akan Edward Norton di Painted Veil. Tapi enggak juga kok, penggarapannya memang lebih bagus.
Kung Fu Panda: Lucu. Keponakan aku suka banget. Tapi kualitasnya masih dibawah film manapun produksi Pixar. Yang artinya biasa-biasa saja. Pengisi suara nan megah, seperti Jacky Chan, Angelina Jolie dll, tersia-siakan.
Get Smart: Film ini memang untuk Steve Carrell. Cukup menghibur walau jalan ceritanya sangat biasa. Tapi ini memang film humor, untuk apa alur cerita yang smart.
Wanted: Film yang tidak perlu. Jangan merasa bersalah karena melewatkan film ini. Alasan menghamburkan uang untuk membeli tiket film ini adalah hanya untuk sepotong adegan yang mempertontonkan pantat Angelina Jolie.
Hancock: Walau sama-sama memperlihatkan pantat (kali ini pantat hitam milik Will Smith), film ini sedikit lebih mending dibanding Wanted. Banyak bolong di alur cerita Hancock. Overrated. Mengecewakan.
The Dark Knight: Terus terang agak gak siap nonton film ini. Sangat tidak menyangka kalau film ini ternyata berkualitas Oscar, setidaknya layak untuk masuk nominasi. Aaron Eckhart dan terutama Heath Ledger memang memukau.
Wall-E : Pixar memang tidak pernah mengecewakan. Alur cerita yang tidak pernah dangkal. Animasi yang tidak pernah terlihat biasa-biasa. Emosi dan pesan yang memang mengena. Cool!
Yang belum ditonton selain SNC, Mummy Tomb of Dragon Emperor (entah kenapa selalu gak sempet) dan Happening yang sepertinya akan aku lewatkan (cukup sudah dengan Shyamalan!).
Yang ditunggu: Mamma Mia!
Thursday, June 05, 2008
3Fis1 week
Dimulai dari rencana ketemuan hari Minggu kemarin yang sayangnya tidak pernah terjadi tanpa alasan yang jelas. Dicurigai sumbernya dari si Dono yang tidak membalas smsnya Dietce. Hari Minggu itu bahkan diperparah oleh kelupaan aku untuk menghadiri nikahannya Sariningsih. Menjengkolkan.Untunglah datang SMS dari Henry, istrinya baru melahirkan bayi laki-laki. Langsung aku hubungi rekan-rekan 3fis1 tercintaku. Sayangnya Dietce gak bisa ikut, my Darling Kane belum tidur siang. Renny gak bisa ikut juga dikarenakan masih ada kerjaan. Akhirnya aku nengok bayinya Henry sama Dini ajah. Bayinya Henry tidur melulu, tapi tetap lucu. Sialnya Novi --istri Henry-- sama si Dono ngobrol proses persalinan dan proses pembuahan dengan agak menakutkan. hahaha. Oiya, kita dibilangin suami istri sama mertuanya Henry. Kondisi yang aneh. Kalau dibilangin adik kakak sih agak biasa, soalnya kita memang bulat-bulat, terpaut hanya 5kg saja.
Akhirnya pertemuan dilakukan besoknya. Hari Rabu kemarin. Untungnya yang datang lebih banyak, Dietce + Kane, Dono, Renny, Ahmad dan Riry, Dilli gak bisa ikut (sambil marah-marah karena kita bikin acara ngedadak, sedangkan dia di Bogor), Rony gak bisa ikut juga, soalnya dia di Sudan (ya, iyya lah..), sedangkan Wenny, Rheo, Darajat, Aga tidak berhasil aku hubungi (where are you guys?!)
Resume dari pertemuan kita di Dakken adalah:
- Tak peduli status dan umur, hari itu kita kembali menjadi SMA.
- OMG, Si Dono a.k.a Dini Rosdini yang dari dulu harus selalu mendapat jawaban detail. Sekarang sudah lebih menjadi auditor kawakan, yang artinya jawaban detail harus dikali dua. Sudah lebih seperti ibu-ibu (tentunya, dikarenakan dia telah menikah cukup lama). Menyukai gossip apa saja apalagi infotainment (dia sering bertanya ke Riry, kamu kenal Mulan Jameela gak, kamu kenal Ivan Gunawan gak), suka acara Super Mama, suka Ian Kasela. Pernyataan2 tersebut sudah sangat menjelaskan bahwa dia sudah sangat ibu-ibu. Dia yang menyebabkan Baby Kane terbangun (sebenarnya lebih mungkin dikarenakan oleh keributan dan teriakan kita juga sih) Jug, dido'akeun sing boga budak.
- Riry, Anggota She yang sedang naik daun ini, langsung datang dari show di SMA 23, artinya dia datang dengan baju gaya dan high heels, jauh berbeda dengan siswi ugal-ugalan pengendara motor kala SMA dahulu. Dia memiliki keponakan berkulit putih yang suka bilang bujur atau imbit (wakakakak). Ayo, ayo menikah hahaha.
- Dietce, dia memiliki bayi yang berhasil mencuri hatiku. Kane darling. Ditengah pertemuan harus nyusuan Kane, tapi batal, mungkin Kane demam panggung dikarenakan banyaknya teman-teman ibunya yang gila. 2 Minggu lagi dia harus pulang ke New Zealand, kembali ke haribaan suaminya yang memelas kesepian.
- Renny, pegawai BNI ini sangat menyebalkan. Karena dia makan banyak tapi tetap kurus! Huh! Dia berhasil meninabobokan Kane sampai cukup pulas (sebelum diganggu si Dono). Rumahnya di Pasir Impun dengan view Kota Bandung (seperti artikel real estate ya..). Cepat punya anak juga ya, Ren...
- Arif atau Ahmad, My Man! Dia seringkali ada disaat dibutuhkan. Seringkali mau kalau diajak ketemuan. Walaupun dia menghadapi kenyataan bahwa pertemuan yang diadakan seringkali riweuh :) Semoga usaha perkebunannya sukses, dan aku mendapatkan pasokan gratis seumur hidup. Kalo ke Qatar nanti bawa oleh-oleh ya..
Hari itu benar-benar menakjubkan.
*Don, Dietc, Ahmad, foto-fotonya di posting ya...
Sunday, May 25, 2008
Bosan
Jawaban dari semua itu mungkin akan lebih dari sepuluh.
Tapi apakah akan mendapatkan jumlah yang sama untuk premis:
bosan dengan kesulitan hidup, bosan dengan tekanan ekonomi, bosan dengan kemiskinan..
Friday, May 23, 2008
Mraz
Jason Mraz sudah bikin album lagi. Aku tahu itu beberapa waktu lalu, dan tentu saja albumnya sudah mampir di daftar wishlist. Tapi sayangnya hanya sebatas itu. Gara-gara kebanyakan jajan, untuk batas waktu yang belum ditentukan, hubungan aku dan amazon, secara sepihak aku bekukan.Thursday, May 22, 2008
[Great] Things on Thursday!

Tapi semua itu hanya di atas kertas. David Cook baru saja dinobatkan menjadi juara! Yeah!! Sangat tidak sabar menanti dia rekaman. Juga Michael John!!! Huh, harus bersabar sampai tahun depan tampaknya.
Sekarang harus siap-siap untuk agenda selanjutnya…premir Indiana Jones terbaru jam 11 nanti!!
Gotta Go!
Sunday, April 27, 2008
Another 3Fis1 Reunion
Oh, my gosh sumpah kangen banget! Dan si Ujang Kane Alif itu sumpah lucu dan bule banget hahaha! Kita ketemuan di SMA 2, karena kebetulan Pa Toto ke sekolah. Syukur juga sih, soalnya kita bisa ketemuan sama guru yang lain. Kita ketemu sama wali kelas kita bahkan, Pak Wawan, wali kelas 2 dan Pak Adit hahahaha, si wali kelas 3fis1 yang agak gila.
Disana kita ngobrol kesana kemari. Dan si Kane ini mau digendong aku!
Ce... aku masih kangen gendong Kane, padahal tangan ini masih pegel :)
Masalah, perjuangan, kesenangan tetap saja silih berganti. Ya, ini resiko kalau kita Hidup, mungkin ya, ce. Kalau ga ada semuanya itu, disebut "sesuatu selain hidup", dan mmm kayaknya aku belum siap. Nive to have you this weekend! Tetap semangat, jangan pernah berpikir untuk menyerah! Untuk kita berdua, well--untuk kita semua!
Wednesday, April 23, 2008
April FOOL!
Pulang kantor kemarin aku memaksakan diri pergi ke Blitz untuk nonton Vantage Point. Dan keputusan itu sungguh-sungguh tepat! Film ini jelas sangat menghibur!
Tapi entah kenapa aku masih merasa lelah, mungkin gara-gara cuaca Bandung yang hujan terus menerus. My favorite weather!
Dan sialnya masalah "budget" ini masih terus mengiang di kepala! Huh!
Tuesday, March 18, 2008
HAHAHA
Monday, March 10, 2008
JJSR
Pendek kata aku langsung daftar ke Villa Merah, di Jalan Ciliwung, dekat Supratman. Tidak seperti bayanganku sebelumnya, ternyata kebanyakan peserta tur adalah anak-anak SMA yang mayoritas siswa bimbel tersebut. Males juga. Tapi kadung sudah disana, dengan membayar 75.000 rupiah per orang, aku mendaftar. Biar ada temen, sekalian saja aku daftarkan si Fanny, keponakanku yang kelas 2 SMA.
Perjalanan dimulai pukul 9 pagi, ngaret satu jam dari yang dijanjikan sebelumnya, dikarenakan menunggu peserta dari Villa Merah dari Jakarta. Tujuan pertama adalah NuArt Sculpture Park, di dekat rumahku, kawasan Setra Duta. Galeri seni patung ini merupakan rumah karya Nyoman Nuarta, pematung terkenal Indonesia yang menciptakan patung proklamator, Jalesveva Jayamahe di Surabaya dan Garuda Wishnu Kencana di Bali yang belum selesai dikarenakan krismon tempo lalu.
Galeri ini sungguh-sungguh indah, di sekelilingnya taman-taman tertata rapi dipadukan dengan karya patung Nyoman Nuarta, Patung Kuda, Inul Daratista (ya, benar!), Ikan Paus dan banyak lagi. Karya-karya lainnya dipajang didalam ruangan dua lantai. Sumpah, You should see it for yourself! Buat aku yang nyaris tidak pernah ke galeri, karya-karyanya sungguh indah dan tidak terlalu sulit untuk dimengerti. Ada banyak patung yang terinspirasi dari berbagai macam ide, kelahiran cucu-cucunya, wanita PSK, biri-biri Australia, fashionista Kota Paris, sepak terjang para politisi dan lain-lain. Oh iya, didalamnya ada café yang juga suka dipake buat kawinan. Sayangnya aku gak sempet liat ke toko souvenirnya, soalnya ada wejangan dari Nyoman Nuartanya langsung. Next time, pasti aku kesana lagi.
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke FSRD ITB, sekalian makan siang McD box. Aku agak gak terlalu berminat di sesi ini. Soalnya misi tur disini adalah untuk mengenalkan FSRD ke peserta (yang mayoritas siswa ABG ituh—hahaha). Dan jelas sudah tidak berguna buat aku yang sudah berumur kadaluwarsa. Si Fanny aja yang ikut, aku malah main ke Salman. Sholat dan jajan, tentunya!
Setelah agak sore diteruskan ke tujuan terakhir, yakni ke Selasar Sunaryo. Lokasinya jauh di Bukit Pakar Timur yang asli nanjak banget. Tahu kan, di daerah resto-resto semacam Calista, Valley dan Sierra itu? Selasar ini, berbeda dengan NuArt, banyak memuat seni lukis. Mayoritas karyanya bertemakan landscape kota Bandung yang sudah tidak lagi bersahabat dengan alam. Tapi ada juga karya yang terbuat dari bahan-bahan campuran yang sulit aku pahami (hehehe). Favorit aku adalah dua buah lukisan bertajuk “thawaf” yang terinspirasi perjalanan haji yang beliau lakukan.
Overall, jalan-jalan ini sungguh melelahkan. Tapi menerbitkan sejuta inspirasi di kepalaku. Kesempatan berikutnya aku harus jalan-jalan lagi. Barli dan Popo Iskandar, here I come!
Tuesday, February 26, 2008
F**king Matt & Ben
Dan Jimmy baru saja membalasnya dengan I'm f**king Ben Affleck.
dengan bantuan selebriti yang banyak banget, Cammy D, Robin Williams, Huey Lewis, bahkan Brad Pitt!
Hillarious!
Monday, February 18, 2008
Jumper. Doraemon with Style.
Tanpa basa basi film ini menceritakan David Rice yang memiliki kemampuan berteleportasi kemana saja. Ya, David adalah seorang Jumper. Hidup tanpa pekerjaan tapi bergelimang kemewahan berkat keahlian yang ia gunakan untuk merampok bank. Semua terasa menyenangkan sampai suatu saat dia bertemu Roland, yang ternyata seorang Paladin, pemburu Jumper super kejam. Paladin berpendapat bahwa kemampuan teleportasi hanya layak dimiliki oleh Tuhan saja.Film ini diproduseri oleh Doug Liman, makanya tidak heran kalau auranya terasa mirip dengan trilogy Bourne. Special effectnya sangat keren tapi tidak berlebihan. Sulit untuk diceritakan dengan kata-kata, silahkan saksikan sendiri. Terus terang saja aku iri dengan kemampuan para Jumper itu. Siapa yang gak kepingin keliling dunia kemana saja tanpa bersusah payah mengeluarkan tenaga, waktu dan tentu saja uang. Ya, jumper adalah versi super cool dari pintu kemana sajanya Doraemon. Endingnya membuka jalan untuk dibuat sequel bahkan trilogy. Aku sama sekali tidak keberatan.
Aku menonton film ini sampai dua kali, Jum’at sepulang kerja dan tadi siang. Sekalian aku coba fasilitas M-tix. Fasilitas pembelian tiket via sms. Jadi gak usah tergopoh-gopoh takut gak kebagian tiket. Yihaa! Sangat menyenangkan.
Java Jive Walk
Perjalanan dilalui dengan jalan kaki dimulai dari balaikota. Aku masuk kelompok satu (tiap kelompok terdiri atas 25 orang) yang dipimpin oleh Amor, panitya sekaligus guide. Penjelasan Amor sangat gamblang dan menarik. Dia membuka dengan menjelaskan pengetahuan umum mengenai kopi. Biji yang merupakan komoditas yang menguntungkan. Pengekspor terbesar adalah Brazil, diikuti oleh Colombia dan Indonesia. Kopi yang bercitarasa dan beraroma nikmat adalah jenis Arabika, sedangkan jenis yang mengandung zat afrodisiak dan teman sejati pembenci tidur adalah Robusta. Indonesia merupakan negara penghasil Robusta terbesar.
Kopi di Indonesia diperkenalkan oleh orang Belanda. Kebun kopi pertama ditanam di daerah Sukabumi yang tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Hal itu disebabkan karena kopi harus ditanam di tempat yang lebih dingin. Hal itu pula yang menyebabkan Andreas de Wilde menghiba kepada pemerintah Hindia Belanda agar diperbolehkan menukar tanahnya di wilayah Sukabumi dan Bogor dengan tanah di wilayah Priangan. Pemerintah mengabulkannya. De Wilde menguasai sebagian besar wilayah Bandung sekarang dan langsung menanami sebagian besarnya dengan kopi. Tanpa waktu yang lama, De Wilde langsung kaya raya. Ia menyimpan kopinya di gedung papak. Ya, gedung tempat walikota Bandung itu dulunya hanyalah sebuah gudang kopi. Saking terkenalnya kopi de Wilde di Eropa, sebutan kopi terbaik diganti dengan kata Java, hingga sekarang.
Terimakasih untuk teman-teman di Bandung Trails yang sudah bersusah payah mengadakan acara ini. Insya Allah akan meluangkan waktu untuk acara berikutnya!
Monday, January 28, 2008
Tolong!!!!!
Friday, January 18, 2008
I'm Back.
Masih ingin kembali kesana.
Tapi bagaimanapun.
I'm Back.
Friday, November 30, 2007
Pamit
Mohon maaf lahir bathin rekan-rekan dan handai taulan..
Mohon do'a restu agar perjalanan nanti membuat saya menjadi lebih baik..
Sekali lagi mohon maaf..
Tuesday, November 27, 2007
Enchanted. Aneh tapi Menyenangkan.
Film keluarga yang mengisahkan Giselle yang baik hati di dunia kartun yang bertemu pangeran pujaan hati Prince Edward (dimainkan dengan konyol oleh si X-Men, James Marsden) disihir oleh Ratu Narissa (Susan Sarandon) ke dunia nyata. Giselle tentu saja kebingungan di belantara New York. Untunglah dia diselamatkan pria beranak satu, Patrick Dempsey (Grey's Anatomy).
Selebihnya silahkan tonton sendiri, dan saksikan kisah puteri mencari cinta yang disajikan dengan cara berbeda ini. Endingnya tentu saja mudah ditebak. Giselle berpendapat sama dengan ibu-ibu di kantorku pencinta McDreamy.
Serius, jika tidak menonton film ini. Aku akan agak menyesal.
Enjoy!!
Wednesday, November 21, 2007
Indonesia Bertindak
Tak sengaja tersesat ke situs ini suatu hari. Blog nasionalis yang sangat berapi-api. Tapi harap bedakan kasar dengan berapi-api. Di blog ini aku temukan t-shirt bertajuk Saya Kapok Melancong ke Malaysia sebagai bentuk perlawanan terhadap Visit Malaysia 2008. Kenapa harus melawan, kenapa harus menggunakan kata-kata itu, kenapa tidak menggunakan kata yang lebih menonjolkan kegusaran seperti Ganyang Malaysia, misalnya dijelaskan di blog ini. Saya setuju dengan Indah & Iwan Esjepe. Perlakuan pemerintah Malaysia terhadap Warga Indonesia sudah pada ambang batasnya.
Awalnya terus terang, maaf, aku menganggap mereka hanyalah sepasang kaya raya yang menjunjung nasionalisme semu. Aku sangat sangat salah. Mereka melakukan sesuatu untuk nasionalisme. Tak peduli orang bilang apa. Tak peduli sekecil apa. Melakukan sebuah tindakan membuat perbedaan besar dengan hanya sekedar diam.
Aku pun akhirnya memutuskan membeli T-Shirt itu, walau belum pernah dan sebisa mungkin tidak akan ke Malaysia bila kondisi tetap seperti sekarang. Aku kirim SMS ke nomor 08888672974, tanya-tanya dulu, nanti setelah transfer baru pesan. Tapi ternyata pas tadi pulang T-Shirt keren tersebut sudah sampai di kamar aku beserta bonus segepok stiker TRAVEL WARNING: INDONESIA DANGEROUSLY BEAUTIFUL. Slogan yang diciptakan untuk mengcounter travel warning. Padahal aku belum bayar!! Malu hati aku langsung minta tolong Ii kirim lewat MBCA.
Terimakasih.
Terimakasih banyak.
Untuk tshirt, stiker dan semangat positifnya.
Terimakasih.
*maaf, fotonya tolong liat pakai cermin :)
Tuesday, November 20, 2007
Baby Girl
Selamat buat pebe yang sudah di USG (Yani dong tentunya) dan Insya Allah mendapatkan bayi perempuan. Jangan diberi nama Angelica ya, karena mengingatkan aku akan Angelica Pickles, wanita dominan di Rugrats. Jangan juga diberi nama Helga, karena mengingatkan aku akan Helga Pataki, si gadis agak-agak psycho di Hey, Arnold! Hehehe (maaf buat yang namanya sama).
Monday, November 19, 2007
To Ciamis and Back
Setelah berkali-kali selama dua tahun terakhir merencanakan perjalanan ke Ciamis, akhirnya baru Sabtu kemarin kunjungan ke rumah nenek itu berhasil dilaksanakan. Pergi jam 3 sore ke terminal Cicaheum bareng Megan, sepupu aku. Aku memilih naik bis biar bisa istirahat.Ternyata aku sangat excited. Badanku sepertinya bosan dengan pemandangan perkotaan terus menerus. Mataku tak henti-hentinya melihat gambar di jendela yang berubah dari detik ke detik. Menyenangkan. Apalagi sesekali kami mengobrol kesana kemari, dari mulai komik sampai irigasi. Sampai di rumah Ma Anah a.k.a my grandmother, disambut teh hangat. Sumpah sangat sedap.
Intinya perjalanan aku kesana adalah nengok nenekku yang kemarin sakit, walau sekarang sudah sehat walafiat. Seterusnya adalah silaturahmi dan mengupdate kabar terbaru disana. Yah, secara sudah dua tahun aku gak kesana. Padahal jaraknya gak jauh-jauh amat. Nenekku agak rabun kalau sudah malam, dan sedikit agak pikun. Tapi beliau masih mengingat aku dengan jelas walau sudah lama gak berkunjung. Lain halnya dengan Megan, walau sering kesana, nenekku sukses terlambat mengenalinya. Pertama disangka tukang kredit, kedua disangka panyawah (tukang yang ngurusin sawah) dan kemarin disangka temennya aku, padahal sudah ngobrol agak lama. Hahaha.
Sayangnya aku hanya sebentar disana, besoknya, Minggu pagi jam 9 aku pulang. Kalau kesorean takutnya macet, dan takut kecapean Senin ke kantor. Kembali naik bis dan kembali mataku menikmati pemandangan indah sepanjang jalan. Kali ini lebih maksimal soalnya cuaca cerah.
Mudah-mudahan masih diberi umur untuk kembali berkunjung kesana. Amin.
Friday, November 09, 2007
The Unplanned Game
Pulang setelah shalat maghrib di kantor. Memantapkan hati untuk menepati janji tidak akan melewati Jl. Terusan Pasteur dan Jl. Surya Sumantri tempat Sekolahan Maranatha yang selalu menguras habis persediaan kesabaranku. Akhirnya memilih Cipaganti yang Alhamdulillah lancar.Monday, November 05, 2007
Mual
Pulangnya masuk angin parah menimpa. Ini yang aku takutkan. Setiap kepalaku kepanasan dan kemudian kedinginan (tadi agak panas berganti hujan dan harus memakai baju ihram), seringkali berujung sakit kepala, mata berkunang-kunang dan mual ingin muntah. Sialnya, Bandung tadi macet sekali. Menyetir pulang butuh perjuangan dahsyat. Sampai di rumah, minum paramex, ganti baju dan tidur.
Alhamdulillah dua jam kemudian bangun dan seperti tidak terjadi apa-apa. Semoga Allah selalu memberi kesehatan. Amin.
Friday, November 02, 2007
Grey Weather Seeker
Sudah lama rasanya gak ke bioskop. Bukan hanya terpotong bulan Ramadhan dan Lebaran (sebenarnya setelah sholat tarawih aku pernah memaksakan diri nonton The Brave One-nya Jodie Foster), tapi juga dikarenakan tidak ada film yang membuat aku tertarik untuk menontonnya.Monday, October 29, 2007
Reuni Akbar!
Aku nyaris gak jadi ikutan acara reuni ini. Semua teman yang aku telepon tak ada respon sama sekali. Ahmad gak ngangkat, walaupun dia sudah bilang gak bisa ikut. Rivani pun demikian. Sari, aku yakin dia ada di Jakarta. Andi sakit di rumah mertua. Oh, derita menjadi single! Syukurlah teh Dhyah ngajak bareng. Cihuy, walaupun kita berbeda 8 angkatan hahaha.
Parkiran sudah penuh sesak. Aku kebagian di kantor kesehatan di jalan Bapa Husen. Oh, My God euforia sudah mulai terasa di gerbang SMA 2. Orang-orang berbagai umur mulai memadati halaman sekolah. Disambut panitya yang menangani urusan registrasi berdasarkan tahun lulus. Dan aku dapat PIN berwarna merah lengkap dengan nama dan angka 95. Terus terang aku kaget, berbagai baju warna-warni mewarnai sesaknya SMA 2 siang itu. Banyak sekali angkatan yang kompakan pake baju samaan. Aku pun tak terkecuali, setelah aku tiba di stand angkatan 95 aku bisa beli baju berwarna cokelat berlabel tahun lulus. Terimakasih Windy, Nanda, Lintang, Romi, Pimpim dan yang lainnya yang sudah berrepot ria mengurus stand 95. Eh, ada yang pake kaos lucu, Eduners ’71 dan Anjrit, Pemuda Asoy ’81.
SMA 2 memang sangat luas, hari itu penuh tapi masih cukup ruang tersisa untuk bergerak. Di dekat pohon karet --ikon SMA 2-- ada panggung dan banyak kursi sesak beratapkan tenda. Di dekat lapangan basket (lapangan basketnya sendiri dipake tempat parkir) berkumpul tenda-tenda angkatan. Dimulai angkatan 50something sampai angkatan fresh 2000an. Berbeda dengan bazaar reguler From 2 with Love, tenda-tenda itu lebih mirip garden party dengan koridor penuh meja kursi ala cafe. Tenda itu sendiri mayoritas berjualan (ada juga yang gratis lho) makanan, tapi ada juga yang jualan motor dan stand lukis sketsa wajah.
- Spirit. Ajang reuni ini berisikan berbagai kalangan usia, sangat terlihat dari wajah dan fisik tentunya. Tapi satu hal yang sama, semua tampak muda, dan aku sama sekali tidak berlebihan. Seriously, semua tampak bahagia, ceria dan penuh gelak tawa. Semua tampak gaya. Bahkan ada yang nyanyi lucu dan nari lincah. Padahal mereka angkatan 70. Menakjubkan.
- Egalite. Acara dibuka oleh oleh Bpk. Agum Gumelar, salah satu pejabat Republik Indonesia. Pidatonya sama saja dengan yang biasa kita lihat di televisi. Tapi yang berbeda adalah di sela-sela pidato selalu ada celetukan “Betul, Gum, Heueuh, Gum”. Tidak ada pejabat atau apapun disini, semua adalah alumni SMA 2.
- Multi Generation. Berhubung acara ini untuk semua angkatan, tentunya bukan hal yang aneh kalau banya keluarga yang mengajak seluruh anggotanya. Seperti klan Panigoro, keluarga Amilius (Ada temen aku, Arra didalamnya), bahkan ada yang sampai kakek neneknya alumni SMA 2. Menakjubkan!
- Bimbo. Aku yakin semua orang Indonesia pasti tahu Bimbo. Group musik sekeluarga spesialis lagu rohani. Walaupun banyak juga lagu-lagu non rohani seperti Adinda, dan sebagianya. Hari ini salah satu personilnya Jaka Bimbo alumni 60an menyanyikan 2 lagu. Satu hal yang berbeda, Om Jaka tidak memakai baju taqwa, batik, ataupun kemeja resmi, tapi jaket adidas classic, t-shirt putih dan jeans lusuh. Cool!
- Memory. Anak 3fis1 yang dateng kali ini cuma aku dan Evi. Too bad! Tapi gak apa mengingat aku gak ketemu Evi nyaris 10 tahun. Langsung saja kita menuju kelas tercinta diujung lantai dua. Sayangnya terkunci. Tapi ada hal yang tidak berubah, papan tulisnya masih dua papan vertikal berkatrol, tapi tidak lagi menggunakan kapur seperti dulu, sudah menggunakan spidol. Satu yang berbeda, di meja guru sekarang sudah terpasang telepon dan di setiap kelas terpasang speaker untuk mendengarkan radio sekolah dikala istirahat. Bisa request dan titip salam lho!
- Seleb. Banyak alumni SMA 2 menjadi seleb. Sejujurnya aku pingin ketemu Candil, vokalis Seurieus angkatan ’93. Sayangnya gak datang. Tapi ada juga yang sempet dateng, selain Jaka Bimbo dan Iin Parlina, ada juga Dewi Lestari, gerombolan Java Jive dan yang paling banyak ngajak foto bareng, Mario Kahitna angkatan 2000. Masih fresh mungkin ya :)
- The Gurus. Wah, di ajang ini tentunya banyak sekali guru! Selain yang masih aktif seperti Pak Toto dan Bu Dinar, misalnya, aku melihat Bu Rocky a.k.a Bu Rokamah dan duo kimia, Bu Ida dan Bu Dewi, sayangnya aku gak sempet salaman. Oh iya, 3fis1 guys, ada salam dari Pak Adit Suganda, wali kelas kita tercinta!
Walau begitu banyak angkatan, tidak ada yang tersisihkan di acara ini. Semua tampak menikmatinya. Bahkan di kala diam duduk sendiri aku tetap merasa nyaman, mendengar dan melihat segala hiruk pikuk, dan kegaduhan. Benar-benar seperti berada di tengah keluarga! For sure!
Friday, October 12, 2007
Lebaran
Selamat Lebaran!
Mohon Maaf Lahir Bathin!
Sekali lagi mohon maaf...
Thursday, October 04, 2007
The Return of Boy (Man) Band
Aku suka sekali musik pop. Tapi sayang sekali, pop seringkali diartikan pop tarts (Britney Spears, Christina Aguilera and the gang) atau boyband (Nsync, Backstreet boyz dan banyak gerombolan cowok Inggris). Seringkali pop ini jadi sasaran empuk para kritisi dan tentu saja eksploitasi bisnis. Bahkan kita kadang malu dan sembunyi hanya untuk mendengarkan "It's Gonna Be Me"-nya Nsync.Sempat dulu zaman SMP, ketika New Kids On The Block sangat booming, seolah sudah ditasbihkan boy band itu hanya untuk perempuan dan --well-- banci. Dan lelaki seharusnya memilih Guns N Roses atau Anthrax atau Sepultura dan sejenisnya.
Coba kita dengarkan musiknya, hilangkan semua teriakan perempuan di sekitarnya, sekalian juga hilangkan dance routine mereka. It's all about musik yang menyenangkan. Dan segalanya telah berevolusi. Coba dengarkan lagu Unskinny Bop dari group rock Poison, walau berbalut lengkingan gitar, it sounds like pop to me.
Secara tak sengaja, kemarin aku nyari video klip Color Me Badd, judulnya Choose, sialnya gak ketemu malah ada orang aneh yang narsis (tapi sekaligus menggelikan) menyanyikan lagu itu. Semakin aku mencari ternyata aku menemukan hal lain. Acara Mission: Man Band di VH1, sebuah reality show yang mencoba menggabungkan alumni boy band tahun 90an menjadi sebuah band baru. Bryan Abrams (Color Me Badd), Rich Cronin (LFO), Jeff Timmons (98°) dan Chris Kirkpatrick (Nsync) bergabung di acara ini. Sangat mengejutkan, dalam pikiran aku semua dulu terkenal dan tentunya banyak uang, jadi seharusnya mereka menikmati masa pensiun mereka. Ternyata semua salah. Mereka masih harus berjuang menghadapi setannya masing-masing. Bryan menjadi gemuk, "miskin", dan harus berjuang mengatasi kecanduan alkohol, Rich bergelut dengan Leukimia akut, Jeff tetap mencoba struggle menjadi orang dibelakang layar dunia musik dan Chris yang kesepian.
Semua harus berjuang dari awal lagi. Menghadapi kerasnya dunia musik. Acara ini menarik, terlebih ketika mereka bernostalgia menceritakan kejayaan band mereka dulu. Tapi satu hal yang tidak berubah, mereka masih memiliki bakat yang hebat. Bahkan Chris yang pernah dengan satir bilang bahwa dia hanya backup singer, ternyata memiliki karakter vokal yang unik dan cukup kuat. Favorit aku tentu saja Bryan yang bertindak sebagai lead vocalist di group yang akhirnya diberi nama Sureshot ini. Coba berkunjung ke situs mereka, dan dengarkan lagu-lagu mereka. Cool!
Monday, September 17, 2007
Hongkong
Lain kali sebaiknya langsung Indonesia-Hongkong saja
Sunday, September 16, 2007
Juhai - Shenzen
Sepanjang los-los itu pasti akan banyak yang bilang: lole lole hai kaliti cip prais (rolex, Rolex, high quality, cheap price). Bahkan aku pernah nawar tas, dan aku tanya is it really leather? Dia menjawab yes. Aku pegang dan bilang: Are you sure? it feels cheap dia kembali menjawab: yes, cheap. Huh!
Tapi ada satu hal yang aku suka dari Shenzen. Yaitu panti pijatnya. Sekembalinya dari Hongkong, aku nyaris tak bisa berdiri, telapak kaki terutama bagian tumit sudah tak bisa menahan bobotku. Untung guide-ku mengajak ke panti pijat. Aku gak tau namanya. Aku buta huruf disana. Tampilan luar tidak meyakinkan bahkan nyaris seperti tempat mesum. Tapi kesan itu berubah setelah masuk, sofa nyaman tersebar masal. Dilengkapi headphone dan tv kecil walau merk china. Tapi yang paling penting adalah OMG pijatannya sungguh-sungguh enak. Kakiku kembali fit seperti sedia kala.
Tapi kalau memilih, aku gak mau lagi ke kota ini. Walau bangunannya modern tapi semua serba jorok, aku nyaris tak berani ke WC umum. Sumpah, pernah dua kali aku gak nahan pingin ke WC, aduh pengalamannya seperti nonton film horror. Dan satu hal yang sangat mengganggu adalah, kenapa setiap orang sepertinya senang membuang dahak di tempat umum? Hiiii..seram!
(foto diambil oleh mas Iwan)
Macao
Minggu lalu, aku dan rombongan kantor, bertujuh puluh orang aja, piknik ke China, tepatnya ke Macao, Shenzen dan Hongkong. Walau secara teori kota-kota itu satu negara, tetapi saja sangat berbeda. Ditambah kita harus melewati imigrasi setiap melewati masing-masing kota. Bayangkan, dari Indonesia ke Macao melewati satu pos imigrasi, dari Macao ke Juhai (kota sebelum Shenzen) melewati dua pos imigrasi, lanjut ke Hongkong dua pos imigrasi. Semuanya dikalikan dua untuk perjalanan bolak balik. Semua pos imigrasi dipenuhi sangat banyak orang. Sungguh perjalanan yang melelahkan.Aku ceritakan perjalananku tentang masing-masing kota. Dimulai dari Macao. Seperti kata teh Mira, aku bingung, yang benar entah Macao entah Macau, habisnya dua-duanya sama-sama digunakan. Kesan pertama tentang Macao adalah kota yang modern, bersih dan bertaburkan kasino-kasino megah. Ya, kasino itu seringkali disatukan dengan hotel, restoran bahkan pusat perbelanjaan. Bahkan pernah suatu kali di tempat kita makan, rombongan minta disediakan satu ruangan untuk sholat. Setelah kita berjamaah sholat semenit kemudian dirubah menjadi tempat ibu-ibu bermain Mahjong hihihi.
(foto diambil oleh Mas Rafli)
Reunion
Tari, Ahmad, terimakasih banyak.
Ternyata jarak dan waktu tak berarti apa-apa.
