Monday, June 29, 2009

Liburan Hadiah

Hari itu sepertinya hari Jum’at standar biasa. Seperti biasa, rencana dibuat. Standar lah, pesen tiket M-tix buat nonton di Sun sabtu, minggu kayaknya renang dan belanja buku bekas. Excited. Tapi tidak ada yang istimewa.
Itu pikirku. Alloh ternyata punya rencana lain.

Siang hari ada 3 missed
call. Oops. Dari atasan aku. Aku telepon balik. Ternyata ada suruhan untuk menghadiri sosialisasi aplikasi baru di Jakarta! Tanpa pikir panjang aku langsung minta tolong order tiket Medan-Jakarta buat sore sepulang kantor. Bandunggggggg here I come!!!!
Setelah menjejakan kaki di rumah jam 1 malam. Tertidur 2 jam kemudian. Selebihnya hidup aku seperti di fast forward. Berjuta giga byte kejadian diterima seluruh indera tubuhku. Semuanya indah, semuanya tak terduga, sepertinya hidup tanpa rencana pun tak apa. Tidak ada yang biasa dalam hari-hari aku di Bandung kali ini.

Dimulai dengan bangun pagi. Pergi ke toko kue, hanya sekedar ingin sensasi bau dan warnanya, aku tak sedikit pun memakannya. Terus ke SMA 2, hanya untuk melihat dan mendengar gurauan dan obrolan guru-guru disana. Jika aku memiliki jubah tak terlihat a
ku ingin menggunakannya. Tak apa dianggap tak ada. Aku benar-benar merindukan sejuta obrolan dan keceriaan orang lain. Walaupun benar-benar tak terlibat.
Berlanjut ke Ciparay, ke rumah Herlan, berkumpul bersama teman-teman Call Center Bandung, kembali tertawa dan mengumbar cerita sepanjang perjalanan. Di Ciparay aku tak tahan hanya sekedar mendengar dan merasakan. Aku kembali ke kebodohan lama. Si Cerewet Dodi Purwana. Mancing ikan, makan, ngobrol, makan, tertawa, makan, tertawa kembali, makan lagi, sepertinya hari itu tak pernah akan berhenti. Pulangnya jauh, lewat Sapan, tapi aku gak keberatan sama sekali, karena kita tertawa sepanjang perjalanan. Aneh, bahan ketawaan kita sepertinya gak habis-habis.

Selepas maghrib, ke H. Yasin, ngajak yang (seringnya) sudah gak kuat ingin jalan-jalan main. Sebelumnya kembali ngobrol dan berbagi keceriaan. Sejuta bahagia terbit di dada melihat keceriaan seisi rumah. Jalan-jalan kali ini beda. Aku ingin ke Lembang. Dari Selatan Bandung di pagi hari, ke utara di malam hari. Hahaha. Kembali menikmati dinginnya Lembang, entah kapan terakhir aku kesana. Makan colenak, ketan bakar, jagung bakar (tak peduli nyelap di gigi juga), sate kambing, minum kopi dan lemon tea. Tak terasa hari sudah malam, nyampe rumah jam 1 malam
.
Bangun subuh untuk sholat. Terasa berat. Mengingat di Medan, adzan subuh baru jam 05.15. Setelah sholat harap-harap cemas, jadi gak ya rencana jalan2 kemarin? SMS baru terbaca jam 7 lebih, padahal dikirim dari jam 6 kurang. Gara-gara ga liat di hape yang satunya lagi. Tapi sekali lagi, takdir Alloh memang diatas segalanya. Semua ini sudah direncanakanNya menjadi sebuah paket Tour sempurna buat aku. Aku orang yang beruntung.

Sampai di SMA 2 jam setengah delapan, bareng dengan kepala sekolah. Kita akhirnya pergi ke Limbangan, Garut untuk menghadiri undangan syukuran kelulusan salah satu murid setelah itu baru ke Buah Dua, Sumedang. Aku gak peduli stamina ku akan kuat atau tidak. Themanya kali ini adalah ‘Just Do It!’ Tempat acara tepat di depat mesjid Al-Mahdiyin. Sebuah rumah besar dengan halaman besar pula.
Acaranya biasa, sambutan demi sambutan, khotbah, qasidahan dan makan tentunya. Sambutan dan khotbah sepertinya sebuah acara yang membosankan. Tapi tidak! Walau sambil facebookan di handphone aku menikmati isi khutbah dan sensasinya. Sensasi apa sih? Baya
ngkan berada ditengah-tengah kepala sekolah, guru-guru SMA baik yang ngajar aku dulu dan aku kebetulan tahu, ataupun guru-guru baru. Ternyata didalam hati aku masihlah seorang murid SMA. Hahaha. Gaya khutbahnya klasik sunda, bahasa sunda (tentunya), humor-humor sunda dan tak terlewat lagu-lagu dangdut dan sunda. Dilanjut qasidahan segala. I missed them soo much, ternyata. Aku baru menyadarinya. Makanannya pun enak!!!
Tepat adzan dzuhur aku meninggalkan rumah besar itu untuk menuju Sumedang. Lewat Parakan Muncang. Ke Cadas Pangeran. Aku belum pernah nyetir kesana! Aku tak lupa menelepon Maknya Kanjeng Gusti Metti Muliawati (Miss You Mak!), sang kuncen Sumedang. Setelah melewati alun-alun otomatis membuat otak aku seperti membuka kembali lembaran masa KKN tahun 1999. Apalagi setelah berbelok ke Paseh. Tak sabar rasanya untuk sampai ke Conggeang. Kecamatan tempat aku KKN.
Ternyata tempat pemancingan tujuan kita bukan di Buah Dua, tap
i ada tak jauh dari Conggeang. Sampai di pemancingan jam 2, sudah banyak ikan yang berhasil didapat. Aku tidak ikut mancing, hanya menonton saja. Sudah banyak karyawan SMA 2 yang mancing. Sambil nunggu balong dibedahkeun, aku dan Pa Toto mencari kopi, sudah mulai sakaw. Sengaja aku ke warung dekat alun-alun Conggeang, warung tempat aku nangkring dulu, sekaligus ngehutang kalo gak punya uang hehe. Aku juga menyempatkan mengunjungi rumah dinas pengairan yang dulu jadi penginapan sekaligus basecamp KKN aku. Sayangnya sekarang sudah porak poranda.
Setelah melihat balong tempat mancing mulai sedikit airnya. Aku sudah mulai gak kuat ingin anclub dan ngagujubar (apa sih bahasa Indonesia yang kesannya benar2 sama?—terjun kali ya). Conggeang itu sangat kaya air. Waktu KKN mengunjungi Cipulus, —sebuah mata air jernih nan sejuk— adalah agenda yang rutin kita jalani. Haha tapi si bapa kayaknya lebih parah dibanding aku. Sampai hulang huleng mikirnya. Tapi itu tak kami lakukan.

Setelah mulai agak sore, kami ke rumah Pak Kusnadi, guru Bahasa Indonesia, sang tuan rumah. Rumahnya tipikal rumah jaman dulu, dan sumpah, benar-benar Conggeang. Rumah agak kuno dengan kolam ikan di depannya. Tapi satu hal yang kembali mengejutkan adalah kemudian dia mengajak kami ke Citiis sebuah kolam mata air jernih seperti pemandian dewi, dan aku tidak merasa melebih2kannya. Aku tak tahan lagi. Tak lagi peduli dengan urusan baju ganti dan apapun. Aku masuk ke kolam itu dengan celana panjang digulung. Tidak berg
una. Karena jelas-jelas airnya sampai sepinggang. Aku makin tak peduli lagi kubuka kaos, mengeluarkan segala isi saku (uangnya ketinggalan hehe) dan langsung berenang. Aku belum pernah merasa sebebas itu rasanya. Air super dingin dan perasaan tak peduli dengan semua pikiran logis seperti meledak membuat sebuah euphoria. Bapa dan Pak Usep (guru olahraga aku dulu) juga kemudian menyusul. Kami seperti anak kecil hari itu. Aku tak tahan berenang kesana kemari, memfoto apapun yang aku temui, kegelian karena kakiku digerayangi ikan kecil dan akhirnya tertawa seperti tanpa henti, menertawakan urutan kejadian dari kemarin yang benar-benar seperti sebuah hadiah kejutan untuk aku. Hanya aku spesial dari Alloh SWT. Semua kelelahan dan sakit kepala yang sebelumnya aku rasakan hilang musnah.
Setelah puas kami pulang ke rumah Pak Kus. Sholat dan akhirnya makan ikan hasil pancingan. Kami pun akhirnya pulang. Gara-gara gak bawa celana ganti, aku nyetir dengan menggunakan sarung tanpa celana dalam hahaha. Aku masih tak peduli! Aku sangat bahagia.

Pulang sampai rumah, aku masih belum kelelahan. Tapi aku harus tidur, aku harus pergi jam 4 subuh untuk training di Jakarta. Tadi subuh aku meninggalkan Bandung. Tanpa sadar aku terharu, di perjalanan aku mendengar sayup-sayup adzan subuh. Biasanya aku mendengarkan suara adzan setelah sampai di bandara. Tidak kali ini. Dan aku masih bahagia.
Terimakasih semuanya.
Terimakasih Alloh. Allohu Akbar.

6 comments:

Anonymous said...

Subhanallah.....
Pengalaman yang sangat berkesan.
Rahasia Allah memang selalu indah.
Insyaallah sekarang dodi udah kembali segar...

benny said...

Alhamdulillah..
Welcome to the club.. :)

insya allah bakal sering kejutan2 harus pulang ke Bandung.. heuheuheu.. yah nikmatin aja..

nanti sampe satu titik pulang ke bandung cuman pengen niis di rumah.. nggak kemana2.. dan itu tetep luar biasa kita mensyukuri itu..

bismillah.. yang di atas tau apa yang terbaik buat kita..

btw ninggali blog ieu sayah jadi kapikiran nga update blog deui euy.. inspire.. thanks Dod.. :)

hijau said...

iya blog kamu sama si pebe hiatus berkepanjangan..

srie said...

salam kenal...
Saya senang banget membaca tulisan2kk..lucu, seru dan memberi inspirasi !
Ditunggu yach petualangan2 serunya yang lain :)

Salam Hangat

Dayeuhluhur said...

kang Doddy kenapa atuh d blognya ga di tambahin buku tamu ato followers kan bisa lebih tau siapa yang ngunjungin blog kita... Sekalian saya mu nebeng tenar.. maklum nembean ngadamel BLOG teh he he

hijau said...

teu penting kanggo sayah mah to hehe..
ieu mah hanya ajang untuk berbagi cerita hungkul da..

dulu pernah dieusian macem2, tapi diremove deui.

heug engke blog na jang engkus urang link di dodi :D